Eight

4.4K 247 40
                                        

Jisoo termenung beberapa saat, Junkyu... Sudah tidur, ia sendiri sudah memastikannya. Tapi entah kenapa masih ada yang mengganjal, ia tidak tahu apa itu?

Dan tadi... Penampilan anak sambungnya terlihat tidak biasa, apalagi ia tadi sempat mencium sesuatu yang terasa familiar.

Apakah Haruto seperti itu? Tidak... Haruto pasti tahu ia sedang bersama dengan anak dibawah umur, dia pasti bisa menahan diri kan?
Tidak mungkin Haruto melakukan hal yang seharusnya belum bisa dilihat oleh anak dibawah umur, Junkyu...

Jisoo menghela nafasnya pelan, tidak bisa dipungkiri anak sambungnya itu juga seorang laki-laki dewasa. Dia belum menikah, dan melakukan sesuatu untuk memenuhi hasratnya juga dibilang sangat lumrah bukan?

Ia jadi khawatir dengan Junkyu... Ia tahu anaknya itu juga laki-laki. Tapi ia sangat paham dan mengerti bahwa putranya itu terlalu cantik dan manis untuk seukuran pria.

"Sayang..."
Jisoo tersentak saat tiba-tiba pundaknya diusap pelan oleh seseorang, ia menoleh dan mendapati suaminya yang sepertinya terbangun dari tidurnya.

"Kau tak tidur? Ini sudah larut, aku mencarimu kemana-mana ternyata kau disini..."
Jisoo hanya tersenyum singkat menanggapi Hanbin.

"Ada apa? Bukankah kau sudah menemui Junkyu?"

"Ya... Dia sudah tertidur saat aku ke sana"
Hanbin tersenyum, kemudian mengajak Jisoo untuk masuk ke dalam kamar.

.
.
.
.
.
.
.
.

"Lalu kenapa kau masih muram seperti ini? Junkyu sudah tidur dengan nyaman bukan?"
Jisoo menatap Hanbin dengan tatapan ragu.

"Sepertinya begitu... Dia terlihat pulas sekali, sampai hampir seluruh tubuhnya tertutupi oleh selimut... Padahal aku tahu sendiri Junkyu tak begitu suka dengan itu. Tapi kali ini..."
Jisoo berusaha tersenyum mencoba mengabaikan segala keresahan dan kecurigaan di hatinya.

"Mungkin pendingin udara di sana terlalu dingin sayang... Mengingat Haruto suka sekali dengan suhu itu"
Hanbin menggenggam tangan istrinya itu hangat.

"Sudahlah Junkyu, anak kita baik-baik saja... Haruto pasti akan menjaga dia, walaupun selama ini kita tahu. Dia begitu kaku dan dingin jika bersama Junkyu"

"Bukan hanya Junkyu tapi aku juga seperti itu, sepertinya Haruto belum mau menerima ku..."

"Apa yang kau katakan, dia memang seperti itu. Dia adalah pribadi yang kaku, yah... Memang harus butuh waktu lebih ekstra agar anak itu mau membuka diri... Tapi aku yakin pasti itu sebentar lagi, percaya padaku"

"Bagitu ya...?"
Hanbin mengangguk menjawab pertanyaannya Jisoo.

"Kita tidur, besok kita harus bangun pagi. Kau tak lupa kan ada acara besok?"
Jisoo menepuk jidatnya pelan, benar ia baru ingat.

"Tunggu dulu... Aku ingin bertanya padamu suatu hal"

"Apa? Katakan..."

"Haruto... Apakah dia mempunyai kekasih?"
Hanbin terdiam sejenak mendengar itu.

"Aku tidak tahu, dia sangat tertutup untuk urusan asmara. Daridulu aku melihat dia seperti tak tertarik dengan itu, entahlah sudah beberapa kali aku mencoba mengenalkan dia dengan anak dari kenalanku... Tapi semua percuma, dia selalu menolak mentah-mentah sama sekali tak ingin bertemu dengan mereka. Padahal juga tak ada yang kurang, gadis-gadis itu begitu cantik dan manis. Entahlah apa yang membuat Haruto menolaknya dan seolah tak tertarik seperti itu"
Jisoo mencerna ucapan Hanbin.

"Itu terdengar tidak bisa dipercaya, bukankah Haruto adalah pria dewasa? Berapa umurnya sekarang? 25 tahun bukan?"

"Ya... 25 tahun tanggal 5 nanti"

Step Brother [Harukyu]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang