Aku masih dirumah Kenzi. Saat ini Bapakku dengan Abang pertamaku sedang mengobrol tentang masalah kejadian malam tadi dan tentang pertunangan ku. Aku sudah selesai mengobati adikku dan sedang menggendong nya dengan Abang kedua ku yang duduk disampingku. Aku diam karena aku masih merasa emosiku belum reda, karena itu aku tidak membantu Bapak dan Abang pertamaku untuk membahas tentang pertunangan ku dengan Kenzi.
"Sudahlah, Pak. Kalau memang Kenzi tidak ingin mempertahankan pertunangan kami tidak apa. Aku ingin segera pulang sekarang" Potongku saat Bapakku masih mengobrol dengan Kenzi.
"Apa maksud kamu? Bukankah kamu yang meminta untuk Bapak membujuk Kenzi? Kenapa kamu berkata begitu?" Ujar bapakku.
Aku menghelas nafasku lelah. Emosiku belum reda, dan karena itu aku sedari tadi diam takut kelepasan menangis karena tidak mampu lagi menahan emosiku. Kebiasaan ku sedari kecil jika tidak mampu menghilangkan emosiku dan aku harus menghadapi pertanyaan orang lain.
Sambil menahan tangis aku berkata. "Lalu sekarang bagaimana? Kenzi juga tidak mau. Apalagi yang harus aku lakukan? Aku sudah lelah, Pak. Aku ingin pulang".
Aku berkata dengan mata memerah dan suara tertahan karena menahan tangis. Bapakku diam dan menatap Abang pertamaku. Saat ingin berucap, Bapakku kembali diam karena Kenzi duluan berujar.
"Maafkan saya, Pak. Saya terlalu terbawa dengan ego saya, dan memutuskan hubungan sepihak malam tadi. Saya menyesal dan saya masih ingin hubungan saya dengan putri bapak tetap terlanjut".
"Kamu yakin Kenzi?" Tanya Bapakku.
"Iya, saya sangat yakin" Jawab
Kenzi tegas dan menatap sekaligus menggenggam tanganku. "Maaf ya, aku terlalu emosi malam tadi. Aku marah karena aku melihat kamu akan melakukan itu dengan mantan suami kamu".
Aku hanya diam dan tidak menatap Kenzi. Dan mungkin karena paham denganku, Bapakku yang berkata membalas ucapan Kenzi.
"Kejadian malam tadi dia hanya korban. Karna tanpa semuanya sadari, Ian telah memasukkan obat perangsang kedalam susunya".
"Saya mengerti, Pak. Maafkan saya" Ucap Kenzi.
"Berarti Abang gak jadi pisah sama kakak lagi, 'kan?" Ujar Nika.
"Enggak Nika, Abang gak jadi pisah sama kakak kamu" Jawab Kenzi cepat.
"Aku seneng kalo gitu" Ucap Nika dan dibalas elusan oleh Kenzi di surainya yang hitam pekat.
"Kamu mau 'kan berbaikan lagi dengan aku?" Ujar Kenzi menatap ku.
"I-iya, aku mau" Balas ku sambil mengangguk dan meneteskan air mata ku.
Kenzi memelukku dan mencium kening ku, tanda dia sangat bahagia dan puas dengan jawabanku. Aku membalas pelukannya dan juga menangis di dadanya karena terlalu terbawa emosi dan suasana.
Setelah selesai dengan acara penjelasan dan juga peluk-pelukan ku dengan Kenzi, Bapakku pun memutuskan untuk pamit pulang. Karena hari semakin larut dan juga Ibuku yang sendirian dirumah. Awalnya Kenzi menawarkan diri untuk mengantarku, tapi karena sudah malam dan aku takut setelah mengantarku pulang Kenzi kenapa-kenapa dijalan, akupun menolak tawarannya dengan persetujuan Bapakku. Lalu aku bersama Bapak dan kedua Abangku pun segera pulang takut terlalu larut.
•
•
•
•
•
Keesokan harinya, aku kembali bekerja seperti biasa dengan semangat. Karena kemarin aku telah mengambil cuti untuk mengurus urusan pertunangan ku dan Kenzi. Aku bekerja dengan semangat karena khusus hari ini Kenzi ikut membantuku bekerja setelah mendapat izin dari Manager di Kafe ku. Kenzi membantu mencatatkan pesanan pengunjung dan kemudian aku yang akan mengantarkan pesanan pengunjung. Seperti itu sampai pekerjaan telah selesai. Para pegawai yang melihat ku dan Kenzi hanya geleng-geleng kepala dan tersenyum maklum.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Dream [End]
De Todo•Rasanya seperti nyata. Tapi saat aku sadar, ternyata ini hanya mimpi• - Aku. ˚✧₊⁎❝᷀ົ≀ˍ̮ ❝᷀ົ⁎⁺˳✧ Mulai : Min, 5 Juni 2022. Selesai : Kamis, 16 Juni 2022.
![My Dream [End]](https://img.wattpad.com/cover/312595011-64-k311041.jpg)