Seharian ini rasanya Myungho terus dibuat emosi oleh Jun, karena tunangannya justru hilang tanpa kabar seharian, ditambah lagi dengan Myungho yang juga sibuk dengan tugasnya.
Myungho sudah menangis karena dia berpikir Jun meninggalkannya setelah dia memberikan segalanya. Dia berpikir Jun berpaling dan mencari gadis lain. Dia berpikir bahwa dirinya sudah dibuang oleh Jun.
Dengan tekad dan air mata yang masih mengalir, Myungho mendatangi apartemen Jun setelah semua tugasnya selesai. Dia segera masuk dan bergegas menuju kamar Jun.
Namun rupanya disana sudah ada Vernon dan Seungkwan serta Jun yang sedang berbaring diranjang.
Vernon dan Seungkwan menoleh mendapati kehadiran Myungho. Dia melihat Seungkwan yang sedang mengompres kening Jun serta Vernon yang duduk di kursi meja belajar Jun dengan ponsel ditangannya.
"J-jun kenapa?" tanyanya lirih.
Seungkwan beranjak dan mendekati Myungho lalu mengusap punggung sempit gadis itu.
"Jun demam, dari tadi siang demamnya belum turun juga. Tapi bandel dia enggak mau dibawa ke dokter." ucap Seungkwan.
Seungkwan membawa Myungho untuk menghampiri Jun dan mendudukan gadis itu dibibir ranjang.
Secara naluriah, Myungho langsung meraih dan menggengam tangan Jun yang terasa dingin sedangkan bagian tubuh lainnya terasa panas.
"Jun belum minum obat, obatnya lagi dibeliin sama Seokmin." ujar Vernon membuka suara seraya memasukan kembali ponselnya ke dalam saku jaket yang dia gunakan.
Myungho mengangguk, "Kok dia bisa demam? Padahal kemarin dia baik-baik aja." tanya gadis itu.
Vernon yang sudah berdiri disamping Seungkwan hanya menghela nafas dan menunjuk meja belajar Jun dengan dagunya. Dengan apa yang dia lihat, Myungho bisa mengerti apa alasan tunangannya bisa sakit.
"Tapi kenapa pada enggak ngabatin Gue sih kalo Jun sakit?"
"Jun sendiri yang bilang, Lo lagi sibuk ada proyek jadi dia enggak mau ganggu Lo dulu." jawab Seungkwan.
Myungho menghela nafas, "Thank ya Lo berdua udah rawat Jun sebelum Gue dateng."
"No need."
"Gue sama Seungkwan pamit ya, udah ada Lo buat jagain Jun. Kalo ada apa-apa kabarin aja Gue atau yang lain."
Myungho lagi mengangguk dan tersenyum mendengar penuturan tulus Vernon. Dia kembali mengucapkan terima kasih ketika pasangan itu pamit dan meninggalkannya berdua bersama Jun.
Myungho mulai merawat Jun dengan kembali mencelupkan handuk kecil itu pada air dihadapannya dan kembali meletakkan di kening Jun.
"Kamu kenapa enggak bilang sih kalo lagi sakit? Aku kan jadi mikir yang enggak-enggak pas kamu enggak ada kabar seharian." lirih Myungho.
"Aku juga kan udah sering bilang, kamu tuh harus bikin jadwal, jangan semuanya ditumpuk dikerjain dalam satu hari, jangan terus-terusan keluyuran enggak jelas. Kamu butuh istirahat, tapi waktu istirahat kamu malah dipake buat nongkrong enggak jelas. Jadi sakit gini kan." omel gadis itu meskipun terdengar lirih dan sesegukan karena tangisannya tadi.
"Gue lagi sakit tapi Lo malah ngomel terus." keluh Jun yang merasakan kepalanya berdenyut semakin berdenyut mendengar omelan Myungho.
"Eh kamu bangun?" pekik gadis itu terkejut, dia pikir Jun masih tidur.
"Suara Lo berisik, jadinya Gue bangun."
"Maaf." gumamnya.
"Suhu badan kamu panas banget, pusing enggak? Sabar ya obatnya lagi dibeliin sama Seokmin." ucapnya seraya mengelus lengan Jun.
KAMU SEDANG MEMBACA
RELATIONSHI(T)P I SVT GS
FanfictionApa sih yang orang-orang harapkan dari sebuah hubungan? Cinta? Kebahagian? Kesempurnaan? Tapi bagaimana kalau hubungan itu yang justru malah menghancurkan dirimu, batinmu, hingga jiwamu. Apakah kau akan bertahan dengan hubungan itu? Adult story...
