02. Elektron Valensi

24 4 0
                                        

Happy Reading
Jangan lupa vote dan komentarnya ♡

Enjoy ~

~ Bintang & Atom ~

Aruna memasuki kamarnya dan langsung duduk di meja belajar. Mengeluarkan lembaran soal fisika. Aruna bahkan belum berganti pakaian. Dirinya sekarang sudah mengeluarkan buku fisika dengan bolpoin yang dia genggam.

Besok hari, lembaran soal fisika harus di kumpulkan beserta jawabannya dengan rumus.

Taruhan, Aruna harus menang.

Aruna bertekad, dia harus memenangkan taruhan ini.

Demi Album NCT.

Aruna akan membuat Barra membeli salah satu album NCT untuk dirinya.

Aruna membaca soal pertama.

Berapakah kelajuan sebuah partikel agar massa relativistiknya sama dengan 5 kali massa diamnya?

Kalau persoalan Fisika Aruna yakin bisa menang melawan Barra.

☆☆☆

Barra masuk kedalam rumah minimalis basecamp Kovalen. Jangan tanya siapa yang menamai geng mereka, karena sudah pasti Barra jawabannya.

Kovalen adalah sebuah ikatan yang terjadi karena adanya pemakaian elektron secara bersama. Kalau kata Barra mereka itu ibarat ikatan Kovalen yang akan terikat, bersatu dalam keadaan bersama.

"Wess ada yang habis nganter pulang gebatan nih," ucap Evan ketika melihat Barra masuk. Barra tidak menanggapi ucapan temannya. Ia duduk di sofa, di samping Aldi yang sedang asik bermain game.

"Iyalah jelas Barra punya gebetan, emangnya kaya lo," Gio menyahuti yang langsung mendapatkan sebuah tampolan bantal tepat diwajahnya.

"Bacot anjir. Se-enggaknya gua gak banyak cewek kaya lo."

"Iyalah. Gimana mau banyak cewek, satu cewek aja gak punya," Aldi tertawa ketika Gio menistakan Evan.

Evan mendengus kesal. "Makanya bagi cewek lo satu buat gua."

"Boleh, mau yang mana?" Gio menunjukkan nomor-nomor cewek yang ada dikontak nya.

Aldi mematikan ponsel, menyudahi gamenya. Dia ikut bergabung melihat kontak Gio yang dipenuhi dengan wanita. "Banyak banget anjir, cewek lo semua?"

"Yoi," Gio memasang wajah bangga.

Barra menatap ketiganya, diam-diam Barra ikut bergabung dengan mereka. Melihat seberapa buaya Gio. "Gak takut kena karma lo?" tanya Barra yang berdiri di belakang Gio.

Gio menoleh kebelakang, menggelengkan kepalanya. "Jodoh udah ada yang atur," ucapnya membuat Evan menggeplak kembali wajah tampan Gio.

"Tolol," umpat Evan membuat Aldi lagi-lagi tertawa.

"Wajah Gio anjir. Bisa jelek juga lo," Aldi menunjuk wajah Gio lalu kembali tertawa dibuatnya.

Gio menyingkirkan bantalnya, jauh dari jangkauan Evan. Berjaga-jaga takutnya dia kena korban tampolan Evan lagi.

"Sakit anjir," Gio mengusap wajahnya yang memerah.

Bintang & AtomCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang