6. Turnamen

120 24 0
                                    

"HYUNJAE-YAA!!!! SEMANGATT!!" teriak Eunha dengan suara lucunya.

Di samping Eunha ada SinBi yang memaksa untuk ikut melihat pertandingan hari ini dengan kakinya yang masih belum sepenuhnya sembuh.

"Aaa mwoyaa! Mereka bermain kasar." gerutu Eunha saat beberapa kali mendapati lawan terlihat bermain kasar hingga membuat Hyunjae dan tim nya seringkali terjatuh di lapangan.

"Eoh. Majja unnie. Mereka kasar sekali jjinjja." gerutu SinBi melihat kakaknya sudah terjatuh 3 kali ketika sedang menggiring bola dan sengaja di tabrak lawan.

Disisi lain, Juyeon sebagai kapten tim pun emosi ketika mendapati wasit yang seringkali acuh jika terjadi pelanggaran di lapangan. Saat ini mereka sedang beristirahat untuk sesi yang pertama.

"Hyung, gwaenchana?" tanya Juyeon pada Hyunjae yang kakinya paling banyak lecet. Mungkin karena ia juga termasuk salah satu ace di tim basket, maka lawan juga mengincarnya terus-menerus.

"Mwoya, mereka mengincar Hyunjae terus dari tadi." ucap Younghoon sembari mengatur nafas nya. Hari ini ia bermain menggantikan Changmin.

"Gwaenchana gwaenchana." ucap Hyunjae  pada tim nya.

"Juyeon hyung, tangan lo gapapa?" tanya Haknyeon yang menjadi anggota cadangan dan sempat mendapati Juyeon terjatuh dan tangannya sedikit cedera tadi.

"Eoh benar. Gue liat tangan lo...."

"Gue gapapa. Amann." ucap Juyeon.

Memang tadi tangannya sempat cedera pada saat ia jatuh. Dan ia rasa saat ini tangannya baik-baik saja.

"Lo yakin? Ini memar sampe kaya gini, Juy." ucap Hyunjae sembari melihat pergelangan tangan Juyeon.

"Beneran gue gapapa-akhh." pekik Juyeon saat seseorang menekan tangannya tiba-tiba.

"Lo bilang kaya gini gapapa?"

Juyeon kaget melihat SinBi yang tiba-tiba datang bersama Eunha.

"Hyunjae-ya, gwaenchana???" tanya Eunha.

SinBi pun melihat kearah kakaknya yang terlihat lecet kakinya.

"Eoh. Gwaenchana. Serius ini cuma lecet doang, lainnya aman." ucap Hyunjae yakin.

"Nyebelin. Mereka mainnya kasar ck." gerutu SinBi.

"Juy, gimana? Lo masih bisa main?" tanya Hyunjae.

"Aniya. Dia tangannya kaya gini gak mungkin masih bisa main lah." ucap SinBi.

Younghoon pun mendekat kearah Juyeon dan melihat pergelangan tangan Juyeon yang mulai membiru.

"Eoh. Kayanya lo harus berhenti dulu Juy. Gue ngeri liatnya kalo tangan lo makin parah nanti." saran Younghoon.

Juyeon pun menghela nafas pelan. Sebagai kapten tim, ia akhirnya mengadakan diskusi kecil tentang bagaimana mereka akan bermain lagi di sesi 2 nanti.

"Juyeon, lo jangan nekat ya. Atau lo mau jadi kek gue ini?" ucap SinBi.

"Arraseo?" lanjutnya.

Juyeon pun tersenyum mendengar SinBi mengkhawatirkan nya.

"Eoh. Ini mau diskusi tim. Lo duduk sana dulu gih." ucap Juyeon menyurutkan SinBi duduk karena sedari tadi wanita itu berdiri dengan bantuan krug nya.

Mereka pun akhirnya diskusi. Merencanakan bagaimana menghadapi lawan mereka yang sepertinya memang sudah terbiasa main kasar. Juyeon juga tak habis pikir pada wasit yang selalu saja melewatkan pelanggaran yang dilakukan tim lawan.

Perfect Match (GF X TBZ) [Hiatus Sementara]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang