Chapter 8: Camp pelatihan

141 9 5
                                        

"Ayolah [name]-chan!"

"Tidak."

"Ayolaaaah, pleaseeee!"

"Tidak Kou. Aku sebentar lagi ada turnamen. Latihan ku di tambah."

"Izinnya hanya dua minggu kok!"

Gampang kali mulut kau ngomong bang. Ntar [name] yang di gampar bolak-balik sama pelatih nya.

"Kou, dengar ya. Aku ada turnamen setelah Interhigh kalian. Pelatih memberi ku jadwal latihan super padat. Aku tak bisa izin kecuali aku menyogok si tua bangka itu." Buset tua bangka dong, mulut nya emang Tsukki banget.

Bokuto langsung pundung. "Yaaah, gak bisa manja-manja sama [name]-chan dong? [Name]-chan juga tak bisa ku pamerkan ke brokuroo dong."

Bang***

Dah lah burhan. Tujuan lu ngajak mbak nem cuman buat di pamerin ke jamet Nekoma yang rambutnya kek pantat ayam itu? Dasar, untung laki.

"Haah, sudah lah. Kau besok berangkat bukan? Sini ku bereskan bajunya." Hadeh dasar bayi. Lihat, Bokuto cemberut sambil bersedekap dada di atas kasur. Gak berniat lihat mbak nem dia.

Mereka baru pindah,  sekitar 4 hari. Rumahnya deket kafe paman [name], deket sekolah sama deket sama tempat makan. Strategis!

"Kouu, jangan ngambek dong." [Name] menoel-noel pipi Bokuto.

Si burhan masih diam.

"Koutarooo!"

Udah di peluk masih diem.

[Name] gak kehabisan akal.

Hup!

"Koutaro sayang ku, jangan ngambek ya? Aku usahakan datang kok. Ya jangan ngambek, ya?"

Mbak nem duduk di paha nya aja masih diem. Astaga, ada ide gak? Atau panggil Akaashi aja?

"Koutaro, kalau sempat aku kesana kok. Janji!"

Berhasil. Bokuto noleh dikit. "[Name]-chan janji?"

Jari kelingking di angkat. "Janji!"

"OKE! KU TUNGGU! HEY HEY HEY!'

"Hey hey hey!"

Misi membujuk burhan sukses! Tinggal misi membujuk pelatih nya agar dapat izin.

'Gimana cara agar si botak mau ngasih ijin?'

Gatau, gws mbak.

******

"Jangan lupa makan, istirahat yang cukup, jangan latihan terus ya?"

"Iyaa."

"Jangan nempel sama Kuroo ya?"

"Iya-eh kenapa?"

"Kuroo itu sesat. Nanti kamu ikut sesat."

Meski gak paham, Bokuto tetap ngangguk. "Oke!"

[Name] mengecup sekilas pipi Bokuto, disusul dengan pelukan singkat. "Dadah Kou!"

"BABAY [NAME]-CHAN!"

Bokuto udah ilang dari pandangan. [Name] masuk rumah lalu kunci pintu. Si mbak berjalan ngambil HP yang terletak di atas meja makan.

"Chat aja kali ya?" gumamnya.

Pak botak one puch man

[Name]
Pak, saya izin dua minggu ya,
Saya di suruh ke Tokyo sama ayah saya
Pak. Nenek saya lagi sakit hati.

AGAPI [Bokuto x Reader]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang