Namanya choi mina, seorang siswi periang dan cantik yang diangkat oleh keluarga kaya raya di seoul. Hidupnya begitu menyedihkan sejak kecil, orangtua kandungnya meninggal sejak ia masih bayi bahkan dia juga kehilangan sahabatnya waktu smp.
Disisi la...
Hari demi hari pun berlalu, tepat di hari jumat waktu dimana mina akan menjalani campingnya. Tidak lupa ia berpamitan kepada orangtua angkatnya sambil meminta doa agar dia bisa menjalani campingnya dengan baik.
"Mina, kalau ada apa-apa kamu telfon kami ya, biar nanti ayah dan ibu langsung datang ke tempat camping kamu" Ucap ibu sambil mengelus rambut mina.
"Iya mina, kamu tidak perlu sungkan untuk menceritakan sesuatu kepada kami, karena kamu sudah seperti anak kandung kami sendiri" Balas ayah sambil tersenyum kepada mina.
"Terimakasih banyak ayah, ibu. Kalau begitu mina berangkat camping dulu ya, sampai jumpa ayah, ibu!" Ucap mina sambil memeluk orangtua angkatnya lalu bergegas pergi ke tempat camping.
"Hati-hati di jalan mina!, kabari kami kalau ada apa-apa!" Teriak ibu sambil melambaikan tangannya kepada mina.
Mina pun akhirnya berangkat ke gyeonggi forest diantar oleh sopir rumahnya ditambah dengan perasaan senang untuk menjalani campingnya.
Sesampainya di gyeonggi forest...
"Mina" Ucap yeojun yang tiba-tiba datang berdiri tepat di depan mina.
"Yeojun?" Balas mina sambil melihat yeojun yang berdiri tersenyum kepadanya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Mina merasa sangat senang karena bisa melihat yeojun tersenyum untuk kedua kalinya, karena selama ini mina tidak pernah melihat yeojun tersenyum sedikit pun entah kepada dirinya atau siapapun.
"Apa yeojun mulai menyukai mina ya?. Tapi tidak mungkin yeojun yang dingin menyukai mina yang kekanakan. Itu mustahil!" Ucap somin dengan kesal sambil berlari meninggalkan mereka berdua.
"Somin pasti cemburu melihat mereka berdua mulai dekat, tapi entah kenapa aku merasa bahwa yeojun mulai berubah, dia mulai tersenyum dan semangat lagi semenjak kehadiran mina di hidupnya" Batin hara sambil berjalan menuju tendanya.
Hara sadar bahwa somin sebenarnya cemburu melihat yeojun dan mina bersama, karena sebelum ada mina, sominlah yang lebih dulu menyukai yeojun.
Beberapa jam kemudian...
"Mina, nanti malam kita akan pergi ke hutan untuk mencari kayu bakar. Aku harap kau tidak jauh-jauh dari kelompok" Ucap yeojun sambil berbicara santai di samping mina yang sedang memandang langit.
"Iya yeojun. Oh ya, kau bawa senter tidak?" Tanya mina dengan penasaran.
"Jangan khawatir, kau ikut denganku saja" Balas yeojun sambil berjalan menuju tendanya.
"Ok, baiklah..." Ucap mina dengan perlahan.
Malam pun telah tiba, saatnya semua murid berkumpul untuk mendengar pesan yang akan disampaikan oleh kepala sekolah.
"Baiklah anak-anak, kalian cukup mencari kayu bakar di sekitar hutan yang tidak jauh dari tenda kalian ya. Ingat!, tetap bersama dengan kelompok masing-masing, jangan berpencar sendiri dan jangan lupa juga untuk membaca doa" Ucap kepala sekolah dengan tegas sambil menasihati murid-muridnya.
"Siap pak!" Balas seluruh murid-murid yang langsung bergegas mencari kayu bakar.
"Mina, kau tidak perlu khawatir ataupun takut, suasana di hutan saat malam memang menyeramkan. Kalau kau merasa tidak enak kau cukup memegang tanganku saja" Ucap yeojun dengan perlahan sambil menasihati mina.
"Iya yeojun" Balas mina sambil tersenyum kecil.
Mereka berdua pun akhirnya mulai memasuki hutan bersama begitu juga dengan murid-murid lainnya. Saat masuk ke hutan mina justru terpisah dari kelompoknya sehingga membuat kepanikan semua guru dan murid, terutama yeojun. Dia merasa bersalah atas hilangnya mina, karena dia tidak bisa menjaga anggota kelompoknya dengan benar sampai kejadian yang tidak diinginkan pun terjadi.
"Aku harus mencari mina, dia hilang karena kesalahanku!" Ucap yeojun sambil melarikan diri untuk mencari mina.
"Tunggu yeojun! "Yeojun!, mina!. Cepatlah kembali!" "Tuhan... Selamatkan yeojun dan mina! Ucap semua guru dan murid-murid dengan panik.
"Mina!, kau dimana!" Teriak yeojun dengan khawatir sambil berjalan mencari mina.
Yeojun tetap mencari mina sampai ketemu, dia bahkan tidak memerdulikan dirinya yang berulang kali terjatuh saat mencari mina.
Tiba-tiba...
"Yeojun tolong aku!" Teriak mina yang sedang duduk ketakutan dibawah pohon besar.
"Itu suara mina!. Mina aku datang!" Balas yeojun sambil berlari mengikuti teriakan mina.
"Yeojun!" "Mina!" Teriak mereka secara bersamaan sambil berlari memeluk satu sama lain.
"Apa kau baik-baik saja mina?!, apa kau terluka!?" Tanya yeojun sambil mengelus rambut mina.
"Aku baik-baik saja yeojun. Disini aku ketakutan!, aku ingin pergi dari sini!" Jawab mina sambil menangis memeluk yeojun.
"Ya, kau bersabarlah mina. Kita akan mencari tempat berteduh dulu, setidaknya ada rumah kecil disekitar sini untuk kita berteduh sambil menunggu hujannya berhenti" Ucap yeojun sambil menenangkan mina lalu berjalan bersama mencari rumah kecil untuk berteduh.
Hujan semakin deras. Akhirnya mereka menemukan rumah kecil seperti gubuk kosong yang akan mereka tempati untuk berteduh.
"Mina, sebelumnya aku minta maaf karena kelalaianku kau jadi hilang seperti ini" Ucap yeojun dengan perlahan sambil menundukan kepalanya seolah merasa menyesal.
"Yeojun, ini bukanlah salah kau. Ini adalah salahku, karena saat ingin memasuki hutan aku tersenggol oleh kelompok lain sehingga aku terjatuh dan kehilangan jejak" Balas mina sambil menenangkan yeojun.
"Baiklah, kalau begitu kita istirahat dulu, sepertinya hujannya memakan waktu yang lama. Kemungkinan kita baru bisa pulang besok pagi, oh ya kau jangan khawatir, aku tidak akan menyakitimu mina" Ucap yeojun dengan perlahan sambil melepaskan jaketnya yang basah.
Sesampainya di tenda...
"Yeojun!, mina!. Apa kalian berdua baik-baik saja?" "Apa kalian berdua ada yang terluka?" Tanya semua guru dan murid-murid dengan khawatir sambil berlari menghampiri mereka berdua.
"Aku dan mina baik-baik saja. Kami berdua minta maaf karena sudah membuat kalian semua khawatir" Jawab yeojun dengan perlahan.
"Syukurlah kalian berdua baik-baik saja, kalau begitu cepatlah berkemas karena kita akan kembali pulang ke rumah" Ucap kepala sekolah sambil berkemas.
Akhirnya camping pun selesai tapi somin merasa cemburu kepada mina atas kejadian semalam.