01 - Pindah??

105 13 1
                                    

─ ─ ⛦ ─ ─

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

─ ─ ⛦ ─ ─

[ Nanda POV ]

Pagi yang cerah, aku memutuskan untuk duduk di kamarku sembari menghidupkan smartphone ku memandangi sosok artis menawan yang ada di baliknya. Sebelumnya aku telah membuat es kopi untuk menemaniku menonton video musik dari sosok yang telah aku idamkan sejak lama. Tanganku mulai ter-ulur guna meraih gelas berisi kopi dingin itu dan meneguknya. Senyuman mulai terukir di bibirku ketika bagian kesukaanku dari lagu ini tersetel.

Namun tak lama kemudian, aku mendengar teriakan dari mamaku yang memanggilku dengan suara yang sangat keras dan bisa menyakiti telinga bila kamu tidak terbiasa mendengarnya. "NANDA! VINANDA ABINTANG!" begitu panggilnya, aku memutuskan untuk meninggalkan smartphone ku dan meletakkan gelas yang sedang kupegang di nakas. Sembari mengusap telingaku yang masih sakit karena mendengar teriakan mama aku melangkah ke teras depan, tempat suara mama berasal.

"O lang yao mo tolong pua barang dah lai noh, khoai shiap wa lang mo pua."
Trans: orang yang mau bantu pindah barang sudah dateng tuh, cepat siap-siap kita mau pindah.

Aku tersontak kaget, menatap kearah mama sembari menggaruk kepalaku yang tak gatal sama sekali. Walaupun begitu, aku tetap membereskan, bersiap, dan membantu jasa pindah rumah itu membawa perabotan yang ada di kamarku. Sekarang aku tengah membawa mobil milik mama mengikuti mobil pick up tadi, ya pastinya dengan mama yang duduk di sampingku. Banyak pertanyaan yang berputar di kepalaku, contohnya seperti; ini mau pindah kemana?; kenapa kita pindah ya?, jauh gak ya?; album yang ku beli diam-diam aman gak ya? eh!. Aku melihat mobil pick up tersebut mulai menepi dan berbelok ke arah kanan dan aku tanpa pikir panjang langsung mengikutinya.

Aku rasa kita telah sampai di 'rumah baruku'. Di tanah yang terbilang luas ini terdapat dua buah rumah, satu ya seperti rumah pada umumnya dan tak jauh dari sana ada rumah dua lantai yang tampak memiliki banyak pintu bagaikan kosan. Aku tahu pasti aku akan meninggali rumah biasa yang lumayan luas tersebut, ya sudah jelas juga karena para orang dari jasa pindah rumah itu sudah mulai memasukkan barangku ke rumah tersebut. Mama langsung turun dari mobil mendahuluiku, dan aku hanya mengikuti. Saat semua perabotan telah dimasukkan, mama tampak memberikan orang dari jasa pindah rumah tersebut. Setelah mereka pergi, mama memanggilku agar masuk ke dalam bersamanya.

Aku mengikuti dan berjalan perlahan sembari melihat sekeliling mengagumi tempat baru yang akan aku tinggali ini. Sekarang aku berada di depan sebuah pintu, yang mama sebutkan sebagai kamar baruku. Aku hendak membuka pintu itu dan melihatnya, namun mama malah memanggilku. Dan tau apa? Dia menyuruhku mendorong lemari dan menarik kasurnya karena peletakan dari jasa pick up itu meletakkan kasurnya menghadap depan pintu. Ya biasalah, tidak sesuai dengan feng shui. Buat informasi, feng shui itu semacam ilmu topografi kuno dari Tiongkok. Menurut percayaan beberapa orang 'china kuno' kalau kita tidak mengikuti feng shui ini kesialan bakalan menimpa gitu, dan sebaliknya kalau kita mengikuti, rumah kita bakalan damai aman sentosa.

Setelah selesai membenarkan posisi perabotan di kamar mama, aku memutuskan untuk beristirahat di kamarku sembari melihat isinya. Perlahan aku membuka pintu kamar itu dan langsung tercengang, ruangannya lumayan besar sih tapi... berantakan dan penataan perabotannya mirip seperti di ruangan mama. Waduh kalau mama liet pasti aku disuruh beresin ini dulu baru istirahat. Karena aku lagi capek dan males beresin, aku mulai berjalan ke arah pintu dan berencana untuk menutup lalu menguncinya agar mama tidak melihat. Namun saat aku berjalan ke pintu, mama ternyata sudah ada di depannya dan melihat kondisi itu, aku dapat merasakan panas dan melihat api khayalan yang membuatnya semakin menyeramkan. "ZHOU XING XING!"

Oke sekarang aku sudah hampir selesai menata letak perabotan di kamarku. Buat yang belum tahu, Zhou Xing Xing itu nama chinese ku yang artinya tak jauh dari nama belakangku, Bintang. Tanpa pikir panjang aku langsung merebahkan tubuhku dengan posisi tengkurap di kasur dan memasang ekspresi lemas, tak peduli bahwa masih ada mama yang masih berdiri tegak di pintu. Perlahan mama berjalan masuk dan duduk di pinggir kasurku, aku menatapnya tanpa niatan bangun ataupun bergerak sedikitpun.

"Lu mo tau? Mama a be ni chu buat lu. Tui bin yao kosan a, tu buat lu. Lu harus mo urus a."
Trans: Kamu mau tahu? Mama beli ini rumah buat kamu. Di seberang ada kosan, itu buat kamu. Kamu harus mau urus ya.

Setelah perdebatan panjang aku menyetujui kemauan mama, akhirnya kosan tersebut diberi nama Griya Bintang seperti yang di sarankan mamaku, nama itu pun diambil dari namaku, Bintang dan aku menyukainya karena nama itu keren buatku.

"Semoga anak kosnya gampang bayarnya, jadi gak perlu ribet nagih deh" batinku sembari tersenyum tipis.

───────────────
#NAN × ⌗𝐀𝐬𝐮𝐩𝐚𝐧𝐍𝐚𝐬𝐢


Griya Bintang  |  On Going Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang