thirty

155 14 1
                                        

"kau barcode"

Aku hanya bisa diam terpaku melihat Jeff yang selama 6 tahun aku hindari knp harus bertemu,dia berlari memeluk ku

"Syg knp kau meninggalkanku, hidup ku sepi semenjak kau dan Kamon pergi"

Aku mendorong nya kuat dan segera menarik kamon ke pelukan ku

"Siapa anda kita tidak saling kenal"

"Apa dia kamon?anakku?

"Bukan"

"Papa siapa dia?
Pertanyaan kamon membuatku terdiam

"Papa juga tidak kenal syg"

"Aku Daddy mu"

"Aku tidak punya daddy hanya punya papa dan papi"sahut kamon sambil berjalan memeluk phi ta

"Maaf tuan anakku sepertinya tidak nyaman"

"Dia anak ku apa maksudmu hah"

"Bu maaf mungkin masalah ini kita bicara lain kali"

Phi ta menarik ku dan menggendong Kamon untuk pergi dari tempat itu aku benar-benar terkejut sampai kakiku rasanya lemah

Setelah itu kami sdh berada di dalam mobil tanpak dari luar Jeff mencari ku dan Kamon sambil meneriakkan nama kami

"Jgn di fikirkan ayo kita pulang"

"Iya phi"

Setelah sampai di rumah aku merebahkan diri di kasur sambil phi ta menemaniku di kamar

"Phi apa sebaiknya kita pindahkan sekolah kamon?

"Tidak perlu,Jeff dan keluarganya tidak akan berani menganggu kamon atau mengambil nya dari kita"

"Knp kau begitu yakin?

"Itu sdh perjanjian code kita tidak menggangu mereka begitupun sebaliknya"

"Klo begitu perketat pengawasan kamon phi"

"Pasti barcode kamon adalah anakku juga aku akan selalu menjaga nya dan juga kmu"

Aku tersenyum dan memeluk phi ta entah mengapa perasaan yang ku rasakan padanya seperti nyaman bukan cinta tapi aku selalu berusaha mencintai nya semampu ku dia juga tidak pernah menuntut lebih

"Boleh aku mencium mu?

"Lakukanlah"

Aku memejamkan mataku terasa bibir dingin phi ta menyentuh kulit pipiku dengan sangat lembut aroma nafasnya harum mint yang membuat tenang

"Aku akan selalu menjaga kalian berdua sampai nafas terakhir"

"Terimakasih"

Dia kembali mengecup kening ku dengan penuh kasih sayang, mata kami saling berhadapan memisahkan jarak antara bibir aku mencium bibir nya sekilas phi ta tersenyum dan melumat bibirku dengan sangat halus

Aku benar-benar merasakan kasih sayang dari nya bukan nafsu yang menggebu sampai akhirnya ciuman kami semakin panas phi ta menghentikannya

"Knp?

"Aku tidak mau melakukan lebih tanpa seizin mu krna aku bukan pencuri"

"Bagiamana jika aku izinkan?

"Jgn menggodaku aku tidak akan melepaskan mu nnti"

"Maka jangan lepaskan"

"Conforme a su solicitud"

"i like spanish"

"Entonces diré"

Dia langsung memeluk ku dan menempatkan kau di pangkuannya sebenarnya aku suka saat dia menggunakan bahasa spanyol membuatnya lebih keren 10×lipat

Why don't you stay Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang