Chapter 2 (Acquaintance?)

870 50 0
                                    

Setelah aku membunuh satpam keparat itu, aku lebih bersemangat untuk pergi kesekolah. Yaa.... Aku ingin sekali lagi menghabisi nyawa seseorang, entah mulai kapan aku senang melihat adegan pembunuhan yang mungkin dianggap sebagian seseorang itu menyeramkan tetapi tidak bagiku itu malah membuatku senang dan semenjak saat itu, aku mempunyai hobby baru yaitu menjadi pembunuh atau banyak yang bilang menjadi psychopath.

Siang itu aku hanya duduk di kelas berdua dengan teman baruku, entah mulai kapan dia menjadi temanku walaupun disekelilingku tidak ada yang mau berteman atau bermain denganku. Temanku in adalah seorang wanita dia mempunyai rambut sepanjang bahu dan berwana kecoklatan dengan sebuah poni yang menutupi sebagian wajahnya.

Merry : kau membawa bekal apa vin ?

Arvin : aku hanya membawa sate ayam

Merry : apa yang akan kau lakukan dengan tusuk sate tersebut

Arvin : apa maksudmu ? Aku akan langsung membuangnya

Merry : kau yakin ? Tidak ingin melakukannya lagi ? Kau pikir aku tidak tau apa yang kau lakukan pada satpam itu ?

Arvin : bagaimana kau bisa tau ? Jika kau berani menyebarnya maka akan ku robek mulutmu sampai ke telinga !

Merry : Saat itu aku juga telat berangkat kesekolah, dan saat kau telah menyelesaikan permainanmu, aku tidak sengaja melihatmu keluar dari kantor itu. Tapi kau tenang saja aku akan menjaga rahasiamu, aku melakukan ini bukan karena kau teman sekelasku tetapi kau mempunyai satu hobby yang sama denganku yaitu membunuh orang yang menyebalkan.

Arvin : Sepertinya saat itu aku tidak melihat siapapun.

Merry : yaa.. Kau terlalu ceroboh itulah kekuranganmu, sepertinya kau harus lebih banyak berlatih dan belajar dariku hahaha....

Arvin P.O.V

Aku tidak boleh mudah percaya kepada wanita itu karena menurutku dia adalah wanita yang cukup eksis di sekolahku dan dia juga anggota OSIS yang juga dekat kepada semua guru, bisa jadi dia menjebakku dan ingin menjebloskan ku ke penjara tetapi jika itu terjadi cepat atau lambat aku harus membunuhnya.

A Psychopath at SchoolTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang