KABUT UNGU

7 2 0
                                    



Sementara itu Eunwoo sedang berpatroli di perbatasan menaiki kuda nya , sayup-sayup terdengar gesekan ranting dan dedaunan , ia tahu seseorang sedang mendekat . Eunwoo siap mengambil busur panah nya ketika Moonbin berteriak dari jauh .

" Heeeiii jauhkan panah mu dari ku !! Ini saudaramu Moonbiiiin !! " Teriak Moonbin yang menyadari Eunwoo bersiap memanah dan ia perlahan mendekatinya .

Eunwoo menghela nafas dan menurunkan panah nya.
" huufft lagi-lagi kau ! Sudah ku bilang jangan mengendap-endap ! "

" Maaf aku sedang membantu Rocky mencari tanaman untuk ramuannya hehehe " Moonbin terkekeh menggaruk leher nya yang tak gatal

" Tumben sekali ? Jangan bermalas-malasan , Putri Aroha akan menemani kita bertugas nanti , ia sedang bersama MJ sekarang " Ujar Eunwoo turun dari kuda nya .

" Apa ? Jika Putri menemaniku tentu aku akan semangat " Moonbin tersenyum lebar .

" Ckckck tingkah mu membuat aku jengkel ! " Eunwoo geleng-geleng kepala

" Ayo aku temani patroli sambil mencari tumbuhan yang Rocky minta " Moonbin lompat ke pohon , melayang-layang dari dahan yang satu ke dahan yang lain , Sementara Eunwoo menaiki kuda nya .

Moonbin di atas pohon melihat pemandangan desa , ia gunakan mata elf nya untuk memantau jarak beberapa kilometer dari tempatnya berada .

" Hai saudara ku..beberapa hari ini aku selalu melihat asap berwarna keungu-an dari hutan terlarang , apa artinya itu ? " Moonbin memandangi hutan itu dari atas pohon . Mendengar itu Eunwoo mengepalkan tangannya di tali kemudi kuda .

" Ohara.... Ia tidak benar-benar mati , Putri Aroha menyegel hutan itu agar Ohara terpenjara dan tersiksa , roh nya masih hidup ..." Eunwoo menatap kearah hutan yang di maksud .

Menggunakan mata elfnya ,melihat keadaan hutan yang penuh kabut pekat .

Moonbin lompat turun dari pohon menghampiri Eunwoo .

" Jadi itu alasan Putri aroha ingin melihat pekerjaan kita ? " Moonbin mulai serius .
Eunwoo hanya mengangguk.

" Ayo kita lanjutkan patroli " Eunwoo melajukan kuda nya , dengan hati-hati ia tak melewatkan kawasan mana pun bersama Moonbin .

-*-

Jinjin terlihat membawa catatan dan pena nya , ia menyusuri Desa mengecek pekerjaan MJ bersama Sanha .

" Kak aku bosan ,sekali-kali tidak ada kah waktu bebas tugas kita ? " Sanha mengeluh

" Kau ingin aku tusuk dengan pena ini bocah ?! Tidak kah kau mengerti keadaan nya ? Bagaimana jika Putri tahu kau begini ? Ish !! " Jinjin jengkel . Tapi Sanha tidak bergeming dengan ocehan Leadernya .

" Yaa yaa aku tahu pena mu adalah senjata sakti tapi aku lebih takut dengan Moonbin heheh " Sanha terkekeh .
" Dan jika ada Putri aku akan bersikap manis tenang saja "

Jinjin geleng - geleng , ia jengkel tapi disisi lain ia butuh kecepatan Sanha untuk membantu pekerjaan nya mengecek seluruh pekerjaan para Elf ,jadi ia membiarkan Sanha mengoceh sepuas nya .

" Jangan lupa untuk mencari tanaman yang Rocky butuhkan juga " Ujar Jinjin mengingatkan .

" Aaahh iyaa aku pernah membaca tentang tanaman itu , kita tidak akan menemukannya disini...itu ada jauh dari kawasan Desa Astroha " Ujar Sanha tiba-tiba ingat sesuatu

" Dimana itu ? " Jinjin serius menatap Sanha

" Pinggiran Hutan terlarang "

-*-


Pagi telah datang , matahari menampakkan sinar nya malu-malu di ufuk timur . Putri Aroha berjalan santai menuju markas para ksatria .
Sementara Para ksatria Elf sedang mendengar arahan dari sang Leader untuk memulai pekerjaan pagi ini

" Ok Saudara MJ ada hal yang perlu di sampaikan ? " Ujar Jinjin sambil menoleh pada MJ

" Ya kemarin aku ditemani Putri bertugas , jika Putri datang pada kalian tolong jangan panggil dia 'putri' ia tak nyaman.. Panggil Roha saja , dan ini setoran kantung kemarin .. Hiruplah aku akan menyimpan sebagian besar nya di bola kristal kita " Ujar MJ sambil membuka isi kantung kebahagiaan nya.

Para Elf menghirupnya bagai sarapan di pagi hari , memberi mereka energi baru .

Sementara MJ mengisi bola-bola kristal dengan virus bahagia yang ia kumpulkan , bola itu selalu dibawa oleh masing-masing dari mereka .

. . . ⇢ ˗ˏˋ Bersambung ࿐ྂ

The ElfTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang