Kedatangan Adik Shila

11 1 0
                                        

Sesuai janji nya, Evan pun mengunjungi Kakaknya yang berbeda kota dengannya. Karena pemilik kos adalah ibu dari temannya, maka tak heran jika Evan mampu menerobos masuk ke dalam kamar sang Kakak untuk membangunkannya pagi sekali.

"Sayang, bangun yuk. Aku mau jalan-jalan nih," ucap Evan meledek Kakaknya

"Evannn ... jangan ganggu deh, Kakak baru bisa tidur tadi jam 3 pagi. Lagi pula kamu gak sopan banget sih masuk kamar cewek," dumel Shilla

"Ih Kakak! Ayo buruan bangun, aku mau jalan sama Kakak. Janji gak jauh-jauh dan gak lama, nanti Kakak boleh lanjut tidur deh," bujuk Evan

"Duh, kamu ini emang paling bisa ya. Kakak dapet apa kalo nemenin kamu jalan-jalan?" tanya Shilla

"Kakak dapet es krim, coklat sama apa aja deh pokoknya yang Kakak mau," jawab Evan dengan lantang

"Yakin nih? Gak rugi kamu?" Ashilla memastikan

"Yakin, udah ayo bangun, siap-siap. Aku yang rapiin kamarnya," ucap Evan

Ashila pun setuju dan bergegas mandi untuk bersiap menemani Adik tercinta jalan-jalan, toh dia juga gak punya janji dengan siapapun minggu ini. Setelah mereka berdua siap, Evan meminjam mobil temannya yang kebetulan sedang tidak digunakan, didalam mobil Evan mulai menanyakan sosok Bumi kepada Kakaknya.

"Kak, Bumi itu siapa? Pacar Kakak?" tanya Evan

"Bumi? Dibilang pacar, bukan. Dibilang temen, iya. Tapi dia selalu care ke aku, Van. Apa tuh namanya?" tanya Shila Kembali

"Maksudnya kamu kejebak friendzone Kak?!" kaget Evan

"Mungkin bisa dibilang gitu, aku sih nyaman ya sama dia. Cuma gak tau dia gimana ke aku, gak pernah nanya juga," jelas Shila

"Harus ditanya dong Kak, jangan mau digantung gitu. Gak inget sama yang udah-udah?"

"Aku sih mau nya gitu, ungkapin apa yang aku rasa. Tapi aku juga jadi takut kayak yang udah-udah, gimana dong?" bingung Shila

"Oke. Sekarang Kakak ceritain ke aku gimana kamu bisa kenal sama dia?" pinta Evan

Mulai lah cerita Shila tentang Bumi, bagaimana awal mereka bisa bertemu tanpa sengaja, berkenalan hingga bertukar kontak, sampai akhirnya dekat hingga kini yang mungkin masih dibilang cukup singkat. Hanya butuh waktu 4 bulan untuk mereka saling mengenal, namun memang ada hal-hal yang tidak diketahui Ashila mengenai Bumi. Misalnya, lokasi tepatnya Bumi tinggal, apakah ayahnya masih tinggal bersama dengannya atau tidak. Ya, Shila hanya mengetahui permasalahan kecil yang sering diceritakan oleh Bumi. Seperti cerita waktu kuliah dia dulu, memiliki mantan pacar yang posesif hingga tak ada ruang bergerak untuk bebas, masa lalu yang cukup kelam di dunia malam, selebihnya tidak ada lagi yang diketahui oleh Shila.

Sementara Shila selalu menceritakan kesehariannya setelah pulang bekerja, masa lalu nya tentang laki-laki, tentang adik laki-lakinya bahkan tentang ayah ibunya pun Shila ceritakan. Dan mendengar cerita Kakaknya, Evan takut Kakaknya hanya sebagai teman pelampiasan saja. Tapi untuk saat ini sebaiknya dia hanya melihat perkembangannya saja. Toh, dia akan bermalam beberapa hari kedepan didekat Kakaknya.

"Nah, udah sampe. Mending kita makan dulu, gak usah mikir yang bikin ruwet masih pagi," ajak Evan

"Lah kamu sendiri yang bikin aku mikir ruwet," keluh Shila

"Oke aku minta maaf, yaudah ayo makan dulu."

Selesai makan, mereka melanjutkan acara jalan-jalannya. Yang pertama, mereka mengunjungi toko fashion, ya Evan ingin membelikan pakaian dan sepatu untuk sang Kakak.

"Mbak, tolong pilihin pakaian dan sepatu untuk Kakak saya ya," pinta Evan

"Baik Mas, mari Mbak ikut saya."

Terjebak FriendzoneCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang