1.awal mula

111K 5.1K 195
                                        

VOTE DONG JANGAN LUPA

AWAL AWAL KASIH BINTANG BANYAK YAA

"Dad ini bukan salah Alan! Guru nya aja yang lemah masak ke dorong dikit langsung koma"

Di ruang keluarga, sang kepala rumah tangga sedang menyidang habis anak sulungnya yang tak henti-henti membuat ulah, ini sudah kedua kali untuk anak sulungnya dikeluarkan dari sekolah karena kasus yang tidak kecil, yang pertama waktu SMP dan sekarang ini

"Alan! Daddy tidak pernah mengajari seperti itu!"

"Alan tau tapi Alan kan ngga sengaja, tapi masa gitu aja langsung di DO" Alan yang tidak mau di salah kan pun tetep ngotot jika dirinya itu memang tidak salah

Frank sang Daddy,  memijat pangkal hidungnya sembari menghela nafas, kapan anak nya akan berubah

"Keputusan Daddy sudah bulat kalo kamu Daddy sekolahkan di sekolahan Daddy"

"Ga bisa gitu dong Dad! Alan ga mau ya harus pindah sekolah! Daddy tinggal kasih uang aja ke sekolahan Alan biar Alan ngga jadi dikeluarin, gitu aja susah"

"Banyak uang itu harus nyenengin anak" lanjutnya dengan suara menggebu nggebu

"Jangan selalu uang, uang, dan uang, tapi intinya kamu tetap Daddy pindahkan ke sekolahan Daddy dan jangan harap ketiga sahabat brandal mu itu bisa ikut pindah" setelah mengucapkan itu Frank langsung pergi dari hadapan kedua anaknya dan istri tercinta

"Mom, Alan ngga mau" Alan merengek kepada sang mommy a.k.a Siska, sambil menggoyangkan nggoyangkan tanganya

"Udah abang terima aja ya keputusan Daddy, kamu juga salah sih" ucap Siska sembati mengelus ngelus pucuk kepala anaknya

"Mommy salahin alan?"

"Iya" jawab siska disela sela kekehan nya, setelah itu ia beranjak pergi menyusul Frank

"Anjir banget cok nasib gue"

"Abang tenapa?" Tanya sang adik yang sedari tadi diam menyimak obrolan orang dewasa ini, Gala.

"Jangan banyak tanya deh"

Alan yang emang dasarnya lagi kesel ngg mau banyak yang tanya dulu. Apalagi adiknya mau dijelasin bagaimana pun tidak akan mengerti, anak 3 tahun tersebut tidak cocok dengan obrolan ini

"Abang Alan nangis ya?" Gala kembali bertanya sambil berjalan mendekat ke arah Alan

"Gala diem dulu abang lagi pusing ini" Alan menggendong Gala ke arah luar rumah. Ia emang sering kesal dengan Gala tapi meski begitu ia tetep menyayangi adik kecilnya itu

"Abang pucing?"

"MOM DAD ALAN PERGI DULU SAMA GALA"

"HATI HATI" sahut sang Mommy lantai kamar atas

"Abang tita mau temana?"

"Ke rumah bang farel, mau ngga?"

"Mau mau, Gala mau ke lumah bang falel" Gala menjawab dengan semangat, ia mengangkat kedua tangannya dan melompat lompat dalam gendongan Alan

Alan mengendari mobil nya dengan kecepatan sedang ke arah rumah sahabatnya itu

Beberapa manit kemudian Alan sudah sampai di kediaman Farel, kenapa ia ke rumah Farel? Karena kedua sahabatnya kebetulan juga berada disini

"Gimana gimana gimana?" tanya Dion saat Alan sudah duduk di sova tempat mereka berkumpul

"Pindah sekolah gue an---" ucapan Alan terpotong saat dirinya menyadari jika di sini masih ada adiknya yang tidak patut mendenger kata kata kotor itu

complicato || revisiTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang