HAPPY READING UUUUU
"dari mana?"
Elah baru aja pulang udah di kasih pertanyaan dari Angkasa, mana raut muka nya ngga santai banget lagi
"Main lah"
"Bolos sekolah cuma buat balapan sama mabok mabokan sampe tengah melem kaya gini?"
"Iya dong, gue sekolah kalo mood aja" jawab Alan sambil merebahkan tubuhnya di kasur, dirinya benar benar lelah
Emosi Angkasa yang sudah ia tahan dari tadi pagi ingin meluap saat ini juga mendengar jawaban dari Alan
Angkasa mencengkram rahang kuat Alan hingga bibir Alan terbuka
"Sakwit gobwlok" ucap Alan tak jelas karena kesusahan untuk bicara dengan kondisi saat ini
"Lo kenapa seneng banget bikin gue marah za?"
"Shh s-sakitt njir"
"Kenapa lo seneng ngelawan gue?"
"Lepwas anjing sakit"
Angkasa melepaskan cengkraman Alan dengan menghempaskan muka Alan, aslinya tidak tega tapi ia harus tega agar Alan jera
"Lo kalo mau gelut hayuk, gue jabanin" tantang Alan sambil berdiri di atas kasur dengan tangan yang siap melayangkan pukulan
Drt...drt...drt
Alan mengurungkan niatnya karena hp milik nya berbunyi dan ternyata panggilan dari pacarnya yang bernama Gea, cewe dari sekolahan lama nya
"Sayanggg"
"Ada apa sayang? kenapa jam segini telpon?" tanya Alan sambil mengode Angkasa untuk diam sejenak
"Aku engga bisa tidur, kamu bisa temenin ngga?"
"Of course"
Angkasa berjalan ke arah Alan, merebut hp nya dan langsung melempar hp itu asal namun mampu membuat nya terbelah
Prang
"ANJING HP GUE GOBLOK" Alan membulatkan matanya tak menyangkanya, ia menatap hp yang sudah menjadi 2 tersebut dengan tatapan horror
Bugh
Alan melayangkan pukulan kepada Angkasa tepat di rahangnya "Otak lo dimana anjing, percuma lo pinter kalo akhlak lo mines!" sentak Alan kepada Angkasa sembari menatap Angkasa dengan tatapan nyalang, ia sudah terlalu kesal dengan sifat Angkasa yang kelewat keterlaluan
Bugh
Angkasa membalas pukulan Alan "Kalo lo nurut sama gue, gue ngga bakal kaya gini, jangan pikir cuma lo bisa mukul"
Alan mengacak ngacak rambut nya dengan kesal "Lo siapa anjing gue tanya, jangan mentang mentang bokap gue nyuruh lo tinggal disini lo jadi seenaknya sama gue"
"you are mine, all your life is mine"
"Ngga ngerti bahasa inggris, bodo amat kontol"
Angkasa menghela nafas palan, terlalu Alan tidak gampang di atur seperti yang ia pikir, semakin keras Angkasa dengan Alan maka anak itu semakin membencinya
Harus dengan cara yang lembut untuk menghadapi Alan, Alan ini seperti nya anak yang selalu di manja orangtua, jadi wajar saja jika Alan memiliki sifat yang keras, karena Alan selalu mau dituruti saja
Angkasa mendekat ke arah Alan, mendekap tubuh Alan dengan lembut
"Gue minta maaf karena tadi kebawa emosi, tapi lo harus tahu, semua itu keluar karena sikap lo sendiri yang bikin gue meledak, gue udah bilang kalo gue temperamental, gue gampang emosi, tapi tolong kasih gue kesempatan masuk di hidup lo za"
KAMU SEDANG MEMBACA
complicato || revisi
RomanceXavier Gialanza, seorang remaja 16 tahun yang hidupnya di keliling kenakalan remaja dan hal hal buruk lainya. Setiap hari kegiatan rutin seseorang yang kerap dipanggil Alan tersebut adalah bolos sekolah, tawuran, balapan, main ke night club, ber...
