10. Berantem

28.9K 2.7K 17
                                        

HAPPY READING

PENCET BINTANG LUPA JANGAN

"Lo kesini mau ngapain?" pertanyaan yang sedari tadi ingin Alan tanyakan

"Ambil barang"

"Yang mana? Biar gue bantu"

"Semua yang ada di kamar ini tolong masukin ke box" ucap Angkasa sambil menunjuk box besar di sampingnya, yang sudah ia siapkan untuk mengangkut barang barang itu

Alan mengangguk paham dan mulai mengambil semya barang satu persatu seperti perintah Angkasa

Tapi mata Alan tak sengaja melihat bingkai yang menampilkan seorang gadis cantik namun sedikit nerd, dengan kacamata bulat dan rambut kepangnya

"Sa ini siapa?" tanya Alan ambil menunjuk memperlihatkan bingkai yang ia temui tadi

"Lo kenal?" bukanya menjawab pertanyaan Alan, Angkasa malah melempar pertanyaan kepada Alan

"Gue kaya familiar sama ni cewe" jawab Alan sesuai apa yang ia rasakan sekarang

"Ini siapa emang?" tanya Alan lagi, karena pertanyaan yang sebelumnya belum di jawab

"Orang spesial buat gue"

Alan mengerit bingung mendengar jawaban Angkasa tapi ia tidak terlalu mempedulikan dengan itu, mungkin mantan Angkasa, pikirnya

Setelah memasukan semua barang barang yang penting ke box, Angkasa langsung mengangkat box itu dan menaruhnya ke dalam bagasi mobil, mereka akan kembali ke Jakarta sekarang ini

Di mobil kegiatan Alan hanya tidur, melihat lihat keluar mobil dan kembali tidur

Sore menjelang malam mereka sampai di kediaman Angkasa, rumah Angkasa juga tak kalah besar dari rumah milik Alan

Saat mereka masuk, mereka langsung di suguhi wanita berumur sekitar 40an yang sedang membaca majalah kecantikan

Dengan santai nya Angkasa melewati wanita itu tanpa melirik sedikitpun kearahnya, bahkan Angkasa terlihat sangat acuh

"Sore tante" sapa Alan kepada wanita itu, pasalnya Alan akan merasa tak enak jika ia hanya diam saja seperti Angkasa tadi

Wanita itu menutup majalahnya dan menatap Alan "Sore, temen Angkasa ya?" tanya wanita itu ramah

"Anza masuk!"

Panggil Angkasa sedikit kencang agar Alan dapat mendengar suaranya meskipun ia memanggil dari kamarnya

"SABAR WOI" balas Alan dengan suara teriakan, ia kembali menatap mama dari Angkasa tersebut "Iya tante, emm aku ijin masuk ke kamar Angkasa ya tan, takut dia nya keburu jadi naga"

Mamanya Angkasa tersebut terkekeh kecil mendengar ucapan Alan "Iya jadi naga, sana gih masuk"

Setelah mendapat ijin, Alan langsung cus masuk kedalam kamar Angkasa

"Nyokap lo asik anjir, ngga kaya yang lo bilang"

"Dia emang kaya gitu kalo sama orang lain, tapi kalo sama anaknya di injek injek" ujar Angkasa

Alan tertawa kencang mendengar itu "Emang pantes di injek injek njir"

"Pantes ya?"

Alan langsung menghentikan tawanya, seperti nya ia salah omong setelah melihat raut wajah Angkasa sedikit berubah menjadi murung "Bercanda doang elah"

Angkasa tak menanggapi ucapan Alan, ia fokus memindahkan barang barangnya

"Lo ngga pernah ajak temen temen lo ke sini?" pertanyaan Alan langsung diangguki oleh Angkasa "Berarti gue yang pertama dong"

complicato || revisiTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang