HAPPY READING KAWAN!
JANGAN LUPA VOTE
Alan dengan malas berjalan ke lantai 1 untuk sarapan bersama keluarga nya, ia tidak suka sekolah di sekolahan Daddy nya karena ia tau jika Daddy nya akan terus mengawasi pergerakan ia disekolah
"Alan! Segeralah sarapan, setelah itu akan Daddy antar ke sekolah"
"Dih engga mau, Alan bisa naik motor sendiri"
"Kali ini Daddy yang antar!" ucap frank mutlak, sedangkan yang diajak bicara hanya mencibir tidak jelas
"Mom Alan ngga mood sarapan, Alan sarapan di kantin aja ya"
"Yaudah, intinya sampe sana kamu harus makan loh"
"Iya Mom, Dad buruan"
Dimobil hanya ada keheningan, Alan tidak ada minat untuk mengajak Daddy nya berbicara, ia sedang kesal kepada sang ayah tersebut
"Alan, jangan buat ulah di sekolahan, Daddy bakal awasi pergerakan kamu dari seseorang "
Alan menatap Daddy nya, mengerit bingung "Siapa Dad?"
"Kamu tidak perlu tahu, cepat turun"
Alan menyalami tangan Daddy nya sebelum turun dari mobil guna untuk berpamitan
Alan menjadi pusat perhatian di sekolahan baru nya ini, bahkan Alan menyempatkan diri untuk curi curi pandang kepada siswi siswa cantik yang berada di dekatnya
"Kelas gue dimana anjir?" gumam Alan
"Tadi kata Daddy gue kelas 11 mipa 4 berarti ada di—" Alan menggantung ucapannya, ia mencoba berfikir dimana letak kelasnya berasa "Dimana asu" lanjutnya dengan nada kesal
Alan menghampiri segerombolan siswa perempuan untuk bertanya dimana letak kelasnya dan bonus yaitu bisa cuci mata "Eh misi"
"Umm, ada apa ya kak?'
"Kelas 11 mipa 4 dimana ya? Gue anak baru jadi belum tau dimana letaknya"
"Oh kelas 11 ada dilantai atas kak sama kelas 12 juga, dibawah cuma ada kelas 10"
"Oke oke, makasi sayang " Alan berjalan meninggalkan segerombolan siswa perempuan itu yang sedang tersipu malu
Sampainya di lantai atas Alan berjalan menuju ke ruangan kelas yang terletak di paling pojok
"Ini kalo gue tendang seru ngga ya?" tanya Alan kepada dirinya sendiri, ia sudah mempersiapkan diri untuk segera menendang pintu tersebut
Brak
Dapat Alan lihat jika seisi kelas terpelonjok kaget karena ulahnya itu, sedangkan Alan tertawa keras sembari memegangi perut nya
Ia berdiri di depan kelas dan memperkenalkan dirinya bahkan disaat belum di suruh sang guru, bukankah Alan sangat mandiri
"Nama gue---"
"Siapa kamu? Tidak sopan sekali"
Ucapan Alan dengan cepat dipotong oleh wanita yang menjabat menjadi guru ini, sembari berkacak pinggal menatap Alan
"Murid baru elah, masak gitu aja ngga tau bu" jawab Alan dengan santainya
"Nama gue Xavier gialanza, lo pada bisa panggil gw Alan atau sayang juga gapapa" ucap Alan sambil mengedipkan matanya sebelah membuat beberapa siswa perempuan tersenyum malu, siapa sih ngga yang suka sama Alan yang ganteng luar dalem
Alan menatap kembali gurunya "Saya duduk dimana bu?"
Guru itu menunjuk bangku yang terletak paling belakang "Duduk disana"
KAMU SEDANG MEMBACA
complicato || revisi
RomanceXavier Gialanza, seorang remaja 16 tahun yang hidupnya di keliling kenakalan remaja dan hal hal buruk lainya. Setiap hari kegiatan rutin seseorang yang kerap dipanggil Alan tersebut adalah bolos sekolah, tawuran, balapan, main ke night club, ber...
