3. Di antar pulang

44.5K 3.7K 39
                                        


SEMOGA BETAH SAMA CERITA NYA
HAPPY READING

""Lo dari kapan kenal kak Angkasa bang?"

Alan mengacak ngacak rambutnya, ia menatap Kirana kesal "Ngga usah bahas itu orang deh Na, kesel gue"

"DIH GUE KAN KE—"

Alan dengan sigap langsung menutup mulut Kirana dengan kedua tangannya, kenapa harus teriak teriak. Mereka sekarang sedang duduk tangga perbatasan antara kelas 10 dan 11 12

"Jangan teriak teriak anjir"

Kirana cengengesan tidak jelas "Ya lagian ngga mau ngasih tau"

"Apa yang perlu dikasih tau"

"Kok lo bisa kenal kak Angkasa?"

Alan tidak langsung menjawab, ia memiringkan kepalanya pertanda ia sedang berfikir "Gue ngga kenal, cuma tadi rokok gue disita aja ama tu orang"

Kirana menatap tak percaya "Lo baru pindah kesini udah ngerokok di sekolahan aja bang?" Kirana menepuk jidatnya, ia benar benar tak habis pikir dengan Alan

Alan hanya mengangkat bahu nya acuh, ia benar benar tidak merasa bersalah atas tindakan nya itu

"Gue ntar nebeng pulang bisa apa ngga?"

"Ngga bisa bang, gue mau mampir dulu soalnya, ada kerkom"

Alan berdecak kesal, jika saja ia masih bersekolah di sekolahan lamanya, maka ia akan meminta antar oleh sahabat sahabatnya itu, sial sekali ia harus dipindahkan kesini seorang diri

"Lo tau ngga bayar taxi itu berapa"

Kirana menggeleng "Belum pernah naik taxi"

"Lo kan tajir bang, ngapain mikirin harga sih" lanjut Kirana

"Hemat buat masa depan"

Kirana yang mendengar itu hanya memutar bola matanya malas

Kring...kringg

"Gue masuk kekelas dulu ya bang"

"Oke sayang"

"Geli sumpah geli"

Alan terkekeh mendengar reaksi dari Kirana, Alan juga ikut meninggalkan tempat itu untuk kembali kekelasnya

Ia masuk ke kelasnya dengan lesu, ia malas sekali mengikuti pembelajaran tapi jika membolos pun menurutnya juga akan membosankan karena tidak ada temannya

Alan membuka hp nya, jika Kirana tidak bisa ia tebengi untuk pulang maka Alan akan meminta Arif untuk menjemputnya dan sudah ia pastikan anak itu tidak akan menolak

Ting

Ting

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
complicato || revisiTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang