11.memperkenalkan

29.4K 2.2K 41
                                        

HAPPY READING

VOTE

Pagi pagi sekali Alan terburu buru pergi dari rumah Angkasa karena temannya menelepon ia, memberi tau jika Farel kecelakaan dan itu membuat Alan langsung terjun ke rumah sakit yang Farel datangi

"Parel dimana?" tanya Alan pada Dion, ia sangat khawatir karena Farel adalah satu satu nya sahabat terdekat Alan sejak dulu

"Di dalem masih di tanganin dokter"

"Ceritanya gimana kok dia bisa dia kecelakaan?"

"Awalnya si Farel mau ke rumah lo, tapi ternyata lo nya ngga ada. Pas dia mau balik, kondisi dia ngebut, ternyata rem dia blong" Arif menjelaskan sedikit yang ia tau

"Anjing anjing"

Dokter yang menangani Farel keluar, ia dan kedua temannya pun sudah diperbolehkan untuk melihat keadaan Farel

"Keadaan lo gimana?"

"Masih hidup nih"

Mereka tertawa kecil mendenger jawaban Farel yang kelewat santai, padahal dia baru saja kecelakaan tapi anak iti berbicara seolah olah tidak terjadi apa apa

"Menurut lo pada, gimana kalo gue belok?"

Mereka kompak menatap Alan dengan tatapan bingung, mereka tak paham maksud ucapan Alan yang tiba tiba "Maksud lo paan lan?"

Alan yang mengerti tatapan bingung dari teman temannya, menggaruk tengkuknya canggung "Engga, ngga jadi"

Alan duduk di sova, mengambil hp dan mengetik sesuatu didalam sana

Alan
Gue ngga berangkat sekolah, ga usah cepu ke Daddy

AsASU
Lo dimana?

Alan
Temen gue kecelakaan

AsASU
ya

"Rokok rokok rokok siapa yang bawa rokok" tangan Alan diulurkan ke teman temannya, sudah siap menerima rokok

"Goblok, dirumah sakit mana boleh ngerokok" ucap Dion, Alan ini pikirannya selalu rokok terus

"Heleh!"

Alan mengambil buah apel yang ada di meja rumah sakit tersebut, memakannya dengan rakus

Alan mendekati Farel, menatap tubuh Farel intens "Luka lo parah ngga ini?" tanyanya

"Engga"

Alan menganggukkan kepalanya saat mendengar ucapan Farel "Gue tidur bentar" ucap Alan sambil memposisikan tidur di sova yang ada di dalam ruangan itu

"Gaya lo tidur bentar!" ucapArif sembari melempar kulit jeruk ke arah Alan, pasalnya tidur bentar yang dimaksud Alan mungkin tidur 6jam

"Bacot lo kontol" ucap Alan spontan tanpa membuka matanya alan tanpa membuka mata nya

"Kkkkk"

Pagi berganti siang, sore berganti malam, Alan dan teman temannya masih tetap di rumah sakit untuk menemani Farel, namun tambah personel baru, yaitu Kirana.

"Bang lo berat sadar diri napa" rengek Kirana saat kepala Alan bersandar dibahunya, kepala Alan ini benar benar berat

"Lemah amat cuma numpang kepala keberatan"

complicato || revisiTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang