Bi iyem tersentak kaget saat menemuka istri palsu majikannya itu sedang berada di dapur dengan wajah bingung yang sangat menggemaskan
"Non, non ngapain kesini? " tanya Bi Iyem panik
"Aku tadi gak di bolehin masak sama Tuan Junghwan bi, boleh gak bi aku ikut bantu bibi? " tanya nya degan memelas
Bi Iyem sendiri terkaget manakala Gadis ini memanggil Junghwan dengan sebutan Tuan, apalagi ini Alia ingin membantu Bi Iyem yang membuat Bi Iyem tambah bingung, namun ia tak menolak saat melihat wajah memelas Alia.
"Ya udah non, bantu bibi kupasin kentang aja, abis itu potong dadu ya" Alia mengangguk semangat, dan mulai mengerjakan aksinya.
Junghwan yang baru selesai mandi kebingungan ketika melihat kamar kosong tanpa Alia, ia bergegas turun, namun yang ia dapati adalah Alia yang sedang memotong kentang dengan celotehan dari mulut nya dengan beragam ekspresi.
Di sisi lain, Alia menceritakan ia terbangun di rumah sakit dan hari hari nya di sana.
"Beneran bi, aku kaget pas Tuan Junghwan bilang aku istrinya, aku ngerasa aku masih gadis lho bi" ucap Alia dengan terkekeh di akhir.
"Semua udah takdir non, suka gak suka non Alia harus nerima kan? " balas Bi Iyem
"Iya bi, tapi amnesia gak enak ya Bi, gak ingat sama sekali sesuatu, bahkan aku kemarin gak ingat nama aku sendiri bi" ucap Alia dramatis.
"Non Alia Non Alia, kalo sakit emang gak enak atuh non, mana ada sakit enak" ucap Bi Iyem sambil menggekngkan kepalanya heran.
"Iya juga sih bi, oh iya ini bi kentang nya udah aku potong"
"Makasih non, mending non beresin meja aja, biar bibi di dapur" ucap Bi Iyem
"Okee bi" ucap Alia semangat
...
Saat sedang duduk asik di meja makan, Alia mengintip bi iyem yang masih sibuk di dapur.
Saat ia eye contact dengan Bi Iyem langsung saja ia berbisik namun suara nya lumayan nyaring.
"Psst Bi iyem, ayo makan bareng" ajak nya dengan pengucapan yang ia buat sejelas mungkin.
Bi iyem menggeleng, Alia melirik Junghwan yang turun dari tangga dengan wajah fresh sehabis mandi.
Karena merasa sudah ada Junghwan, Alia hanya memanggil-manggil bi iyem dengan tangan nya, namun Bi Iyem tetap bersikukuh tidak mau ikut.
"Kenapa? " tanya Junghwan sesaat setelah duduk di hadapan Alia.
"Enggak, hehe" Alia mengambil piring Junghwan lalu mulai menyendokan nasi.
"Segini cukup? "
Namun yang ia dapati hanya Junghwan yang menatap nya, emm Alia tidak dapat mengartikan tatapan itu.
Junghwan sendiri sedikit kaget dengan tindakan Alia, ah iya sedikit lupa bahwa ia sekarang memiliki seorang istri
"Aku gak tau gimana sikap aku sama kamu. Tapi aku bakal berusaha menjalani tanggung jawab aku sebagai is-istri kamu" ucap Alia sambil tersenyum tipis.
"Enggak papa, kamu bisa lanjutkan" suruh Junghwan setelah berdehem untuk menetralkan rasa kaget nya dan mungkin culture shock
"Ah buat nasi nya boleh tambah lagi" Alia menuruti apa kata Junghwan
"Lauknya kamu mau apa? " tanya Alia
"Untuk lauk saya tidak pemilih, kamu boleh ambilkan saya semuanya kalau kamu mau" ucap Junghwan sedikit malu.
Kenapa? Jujur saja Junghwan itu makan dengan porsi besar, namun ia sangat rajin berolahraga makanya badan nya bisa sebagus ini.
"Aah" Alia dengan gesit mengambil kan Junghwan semua lauk pauk yang ada di meja.
"Makan yang kenyang ya" Junghwan bergeming dan lanjut memakan Nasinya.
Di dapur Bi Iyem sedang menahan Salting melihat majikan nya yang sudah ia rawat dari ia Bayi sampai sebesar ini sudah memiliki istri yah walaupun hanya pura pura.
Bi Iyem sendiri lah yang menyaksikan bagaimana Junghwan sangat anti terhadap wanita setelah kejadian 6 tahun yang lalu, kejadian yang membuat Junghwan bisa di bilang mati rasa.
...
Alia menghebuskan nafas bosan, kenapa rasanya bosan sekali di rumah Junghwan? Padahal ia sudah membereskan kamar, mencuci baju dan piring, bahkan ia ikut membantu Kang Joko untuk memotong rumput di taman dan menyiram bunga, tapi tetap saja dengan siapa waktu yang panjang Alia merasa bosan, bahkan Bi Iyem menyarankan ia untuk menonton televisi dan yah itu tidak berhasil sama sekali.
"Aduh bosen banget"keluh nya
Yang di lakukan Alia selama 45 menit terakhir hanya gulang-guling di kasur tidak jelas dengan sesekali Mengegrutu kecil.
"ARGH BOSANNNNNN! " teriaknya kencang dengan bersamaan pintu kamar terbuka menampilkan Junghwan yang mengenakan pakaian dokter nya.
Ia mengernyit melihat Alia masih tidak sadar dengan kehadiran nya, ia berdiri di ambang pintu sambil menonton Alia yang sedang berguling-guling.
"Mama papa Alia bosan huhuhu" ucapnya dramatis lalu memukul mukul bantal.
"Khmm" Junghwan menginterupsi
Alia membelalakan matanya kaget melihat Junghwan yang sedang berdiri dengan tangan yang menenteng tas dan wajah datar nya.
"Kenapa kamu? " tanya Junghwan datar, Alia terke siap langsung bangkit lalu berdiri dengan kepala menunduk.
"Maaf" lirih nya
"Kenapa malah minta maaf? Saya tanya kamu kenapa? "
Alia menggelengkan kepalanya, lalu mendongak setelah nya menyengir lebar memperlihatkan gigi rapi nya.
"Gakpapa hehe" setelah nya ia berlari menuju pintu keluar.
Alia fikir Junghwan akan menyingkir melihat ia kabur karena memang Junghwan masih berada di ambang pintu, namun yang di lakukan Junghwan adalah menahan Alia agar tak keluar dengan mencekal tangannya, dengan sorot tajam ia menatap Alia penuh tanya dengan alis terangkat sebelah.
Kan Alia jadi takut sendiri
"Siap siap, kit akan keluar" Alia mengernyitkan dahinya.
"Kemana? "
"Pasar malam"
....
KAMU SEDANG MEMBACA
Fake Wife [SELESAI] //Junghwan
Teen Fictiondi paksa untuk terus menikah membuat So Junghwan muak, dan berakhir memilih salah satu pasien nya yang terkena amnesia untuk menjadi seorang istrinya. awalnya rencananya ini hanya ia lakukan untuk beberap minggu, namun seiring dengan berjalannya wa...
![Fake Wife [SELESAI] //Junghwan](https://img.wattpad.com/cover/327614723-64-k367970.jpg)