Junghwan kembali dari kantor Doyoung menuju rumah sakit, ia ada jadwal memeriksa beberapa pasien setelah itu dia akan pulang.
Alia yang tau Junghwan berada di rumah sakit berinisiatif untuk membawakan makan siang Junghwan. Junghwan selalu membawa makanan dari rumah tapi karena terburu-buru tadi pagi, makanya ia tak membawa makanan.
Setelah membuatkan Junghwan bekal, ia pergi ke kantor Junghwan ditemani oleh pak Joko. Walaupun ia sudah sering pergi ke rumah sakit, tapi kali ini rasanya Alia lebih degdegan dari biasanya entah karena apa yang jelas ia merasakan hal itu.
Ia mengetuk pintu ruangan Junghwan, setelah mendapatkan ijin ia segera masuk sambil menenteng rantang yang ia bawa. Alia menghampiri Junghwan yang sedang fokus melihat kertas kertas yang Alia tak tau isinya apa sambil mengurut kening nya.
"Ada apa?" Tanya nya dingin.
"Aku bawa bekal buat kamu." Junghwan dengan cepat mengangkat kepalanya saat melihat Alia yang tersenyum tipis kepadanya.
"Maaf aku gak tau kamu Dateng. Tadi kamu bilang apa? Bawa bekel?" Tanya Junghwan seketika berubah menjadi lembut membuat Alia mendengus lalu mendekat ke arah Junghwan.
"iya aku bawa bekal, sekalian pamit aku balik." Ucap Alia sambil sibuk membuka kotak kotak tersebut, karena posisinya Alia berdiri Junghwan mendongak menatap gadis itu dengan wajah tidak santai.
"lho, emang nya kamu mau balik kemana?" tanya Junghwan, Alia melirik sebentar Junghwan lalu kembali berucap,
"ya kalo gak ke rumah Karina ya ke rumah Kak Doy." jawab Alia seadanya membuat Junghwan semakin kesal.
"gak boleh, kamu nemenin aku aja." terdengar seperti merengek namun Junghwan yang gila karena cinta itu tidak peduli.
"kamu lupa hubungan kita? aku gak mau kita terlalu dekat." ucap Alia jujur, Junghwan yang mendengar itu seketika menampilkan wajah kaget nya.
"k-kamu masih benci aku?" tanya Junghwan tak percaya.
"aku bukan benci, aku cuma mau berhenti suka dan cinta sama kamu." jawab Alia tanpa menatap Junghwan.
Junghwan berdiri dari duduk nya yang kini posisinya lebih tinggi dari Alia.
"kenapa? aku udah cinta sama kamu Alia. Kamu bilang kamu udah maafin aku. kita bisa mulai semuanya dari awal, kenapa sekarang kamu malah menghindar lagi?" dengan nada yang mulai frustasi Junghwan mengacak rambut nya dengan kasar membuat Alia yang melihat itu menunduk dalam.
"a-aku c-cuma..." Junghwan akhirnya menghela nafas panjang.
"ya udah. kamu mau kita semuanya selesai kan? aku berhenti!" Junghwan dengan amarah yang menggebu-gebu itu keluar dari ruangan nya dengan tergesa-gesa hingga tanpa sadar menjatuhkan kotak bekal yang Alia bawa membuat Alia yang kaget bertambah kaget dan juga sedih.
akhirnya ruangan Junghwan menjadi saksi tangis pilu Alia.
....
Kini Alia kembali ke rumah Karina setelah sempat berdebat dengan Junghwan, Doyoung juga sempat menawarkan untuk Alia tinggal bersama nya sana namun Alia tidak mau, maka ia kembali kesini.
Karina sedang tidak ada di rumah sejak sore, katanya ia ada urusan sehingga ia harus meninggalkan Alia dua hari kedepan.
Alia hanya bisa menangis sendiri di dalam kamar karena merasa bersalah kepada Junghwan. Ia tak tau, tapi Alia merasa bahwa ia harus berpisah dengan Junghwan setelah semua yang terjadi.
'drttt'
suara Handphone bergetar itu membuat Alia segera menetralkan nafas dan suaranya lalu mengangkat nya saat melihat nama Doyoung ada di kontak tersebut.
"halo kak kenapa?"
"Rissa, kamu berantem sama Junghwan? ini anak malah mabuk mabukan kayak orang gila kakak gak sanggup ngurus nya"
" aku gak mau dekat Junghwan lagi kak."
"lho kenapa? Junghwan jahatin kamu lagi? cerita sama kakak!"
"A-aku cuma gak mau kejadian yang lalu kembali terulang kak. lagian gak ada yang bisa menjamin kalo Junghwan gak ngulang kesalahan yang sama."
"yaudah, kamu jernihin pikiran kamu dulu. biar kakak urus Junghwan! kamu jangan nangis ya"
"iya kak"
Setelah panggilan tersebut terputus, Alia tidak menuruti perintah kakaknya itu dan memilih untuk menangis. Pikiran gadis itu kacau, ia hanya anak angkat di keluarga Doyoung. Ia benar-benar tak memiliki keluarga seperti orang normal. Ia hanya merasa tak pantas bersama Junghwan, ia juga merasa malu entah karena apa.
Ia sudah meninggalkan Junghwan, tapi dokter tersebut masih mengejar nya dengan tulus. Padahal jika mau, Junghwan bisa mendapatkan wanita lebih baik dari Alia.
....
Langit sore dan cuaca yang mendung berhasil membuat Alia yang kini duduk di halte bus kedinginan. Memang sekarang sudah musim hujan, ya sudah terhitung seminggu sejak ia dan Junghwan benar-benar putus komunikasi. Alia benar-benar bertekad melupakan dan meninggalkan Junghwan karena nyatanya gadis itu sekarang berada di kota yang berbeda dengan Junghwan.
Ia kembali bersama orang tua Doyoung untuk memulai kehidupan baru disini. Doyoung tak masalah, ia mendukung saja akan keputusan Alia. Lagipula ia merasa tidak berhak terlalu ikut campur urusan gadis itu.
Ah iya, nama Alia yang Junghwan berikan itu melekat sampai sekarang di diri nya. Nama Rissa bahkan hanya ia dengar dari Doyoung, karena orang tuanya sekarang mulai memanggil nya dengan nama Rissa juga. Alia yang pada awalnya hilang ingatan pun juga terbiasa dengan nama Alia daripada Rissa.
Angin yang berhembus kencang membuat Alia terkejut bukan main, seperti akan menyeret dirinya membuat ia memeluk dirinya erat. Menunggu bus yang akan datang menurut jadwal. Tapi sudah terlambat tiga puluh menit dan bus tersebut belum juga datang.
Hujan mulai turun perlahan dengan deras membuat gadis itu semakin kedinginan dengan hidung yang mulai memerah. Ingin menelpon seseorang tapi petir menyambar dimana mana, ia takut tersambar jika menggunakan ponsel nya.
Hujan deras tersebut sangat awet membuat hari yang mulai gelap semakin gelap karena waktu yang mulai menunjukkan pukul delapan malam. Alia yang sedari siang itu sibuk mengantuk dengan cuaca yang sangat pas untuk tidur. Karena sudah tak mampu menahan kantuknya, ia tanpa sadar tertidur dan bersandar.
Namun, beberapa menit setelah ia tidur ada seseorang yang membawa nya masuk kedalam mobil hitam dengan keadaan Alia yang masih tertidur pulas.
KAMU SEDANG MEMBACA
Fake Wife [SELESAI] //Junghwan
Teen Fictiondi paksa untuk terus menikah membuat So Junghwan muak, dan berakhir memilih salah satu pasien nya yang terkena amnesia untuk menjadi seorang istrinya. awalnya rencananya ini hanya ia lakukan untuk beberap minggu, namun seiring dengan berjalannya wa...
![Fake Wife [SELESAI] //Junghwan](https://img.wattpad.com/cover/327614723-64-k367970.jpg)