04

710 61 1
                                        

Dengan penampilan yang sederhana, Alia sudah sangat cantik malam ini. Dress selutut bermotif bungai daisy dan rambut nya ia kuncir kuda membuat ia terlihat sangat manis.

Junghwan sendiri juga menggunakan pakaian santai namun tetap terlihat kasual dan berwibawa.

"Lah aden sama non mau kemana? " tanya Bi Iyem kebingungan melihat bos nya beserta sang istri terlihat ingin keluar

"Saya mau keluar sama Alia, bibi kalo masak buat bibi sama pak Joko aja, kita nanti makan di luar bareng sama Alia"

Bi Iyem tersenyum, jadi ceritanya mereka mau nge-date?

"Bibi mau mesen apa? " tanya Junghwan lagi

"Bibi mau martabak manis ya den" ucap bi Iyem

karena sudah biasa dengan Junghwan dan menganggap pria itu seperti anaknya sendiri Bi Iyem sama sekali tidak sungkan dengan Junghwan.

"Siap bi, kalo gitu kita berangkat ya!" setelah pamit, Junghwan dan Alia pun pergi dengan menggunakan mobil putih Junghwan.

Selama di perjalan Alia hanya fokus menatap jalanan yang mereka lewati sesekali bernyanyi kecil dengan lagu asal asalan.

Junghwan hanya tersenyum tipis melihat Alia yang sepertinya merasa bebas tersebut, terkurung di dalam rumahnya kurang lebih 2 minggu apa tidak bosan? Ya Terhitung sudah 13 hari Alia berasa di rumah Junghwan dengan berstatus sebagai istri nya.

...

Saat sampai di sana Junghwan dan Alia di suguhkan dengan penyanyi jalanan yang sedang bernyanyi menggunakan gitar tentu saja itu menarik atensi Alia, ia dengan segera meminta ijin agar Junghwan mengijinkan nya kesana, Junghwan hanya mengangguk juga mengikuti Alia.

Mereka berdiri berdampingan di tengah orang ramai, Alia sendiri menatap penyanyi tersebut dengan binar di matanya.

Lagu old love membuat Alia tenang, ia tersenyum sepanjang lagu dengan hati yang tenang.

Junghwan hanya memperhatikan penyanyi tersebut, namun saat ia sedang mengalihkan pandangan tanpa sengaja ia menatap seorang lelaki yang hendak memegang bokong Alia membuat Junghwan di tempatnya menggeram marah.

Ia menepis tangan tersebut dan menatap sang pelaku dengan tajam, ia menarik pinggang  Alia mendekat lalu menyimpan lengan nya tetap di pinggang Alia seolah mengejek kepada penjahat kelamin tersebut bahwa Alia adalah milik nya. Ia tersenyum kemenangan ketika melihat Pria tersebut pergi meninggalkan nya.

Alia tersentak kaget saat tangan kejar melingkar dengan mesra di pinggang nya, sejenak ia terdiam memikirkan apa yang sedang Junghwan lakukan? Kenapa ia melakukan itu? Dan kenapa dengan degup jantung Alia?

Sadar terlalu banyak pertanyaan di kepala nya Alia melirik ke atas — yang memang Alia ini hanya setinggi setengah dari leher Junghwan — ia hanya melihat tatapan Junghwan yang tertuju ke arah penyanyi tersebut.

Ia mengalihkan pandangan nya menatap penyanyi tadi yang entah sejak kapan sudah mengganti lagu nya dengan lagu one last time dari Ariana grande

Entah kenapa dan bagaimana kedua sudut bibir Alia berkedut tak tahan untuk tidak tersenyum.

...

Sesudah memberikan tip kepada penyanyi tadi mereka kembali mengelilingi pasar malam tersebut, namun baru beberapa langkah meninggalkan penyanyi jalanan tadi Junghwan dengan tiba tiba menggenggam tangan nya dengan lembut.

Alia menoleh ke arah tangan nya lalu mendongak menatap Junghwan.

"Biar gak hilang" ucap Junghwan

"Padahal aku gak minta jelasin, dih kenapa sih" gerutu Alia dalam hati

"Mau makan? " tanya Junghwan, Alia tentu saja mengangguk antusias.

"Mau apa? " tanya nya lagi

"Mmm, mau sate boleh? " tanya nya, jujur saja Alia terlihat menggemaskan dengan nada seperti itu, tapi emang dasarnya Junghwan ini berhati dingin, ya sudah ia hanya menampilkan wajah datar nya.

"Ya udah, ayo" Junghwan menarik Alia ke arah tukang sate disana.

Mereka duduk dengan nyaman di kursi kayu panjang yang di depan nya juga hanya ada meja kayu biasa.

"Mang sate nya 2 porsi masing masing 10 tusuk" Kang sate itu mengangguk setelah mengatakan 'siap' dengan semangat.

"Nanti aku mau main biang lala boleh gak? " tanya nya pada Junghwan yang asik dengan ponsel nya.

"Boleh" jawab Junghwan seperlunya.

Alia menghembuskan nafas bosan, kenapa sih ia harus menikah dengan Junghwan yang tidak bisa mencari topik? Atau sekedar basa basi gitu? Ahh rasanya Alia ingin jalan jalan sendiri lalu mencari suami baru. Eh?

"Jangan mikirin yang enggak enggak"

Alia tersentak kaget saat Junghwan
berbicara dengan kesibukan yang sama namun seolah tau apa yang ada di fikiran Alia.

Junghwan meletakan Handphone nya lalu menoleh ke arah Alia, menatap dalam mata tersebut sampai sampai membuat jantung Alia kembali berdegub 2 kali lebih cepat dari biasanya.

"Saya tidak suka kalau kamu berfikiran untuk mencari pengganti saya Alia"

"Kamu bisa baca pikiran? " tanya Alia

"Sudah saya duga, raut wajah kamu itu memperlihatkan kalau kamu itu pengen nyari suami baru kan? " tuding Junghwan.

"Iss gak ada ya! " Alia menunjukan wajah cemberut nya, Junghwan terkekeh lalu mengacak rambut Alia gemas.

"Besok kakek saya berkunjung, beliau bilang mau ketemu kamu"

Entahlah, Alia tidak peduli dengan kakek Junghwan, ia hanya mempedulikan kesehatan jantung nya yang menurut nya kian menurun, melihat Junghwan tertawa? Mengacak rambut Alia? Argh itu membuat jantung Alia kacau.

"Saya harap besok kamu tampil cantik seperti malam ini"

...

Keesokan harinya di rumah Junghwan semua tampak sedikit sibuk dari biasanya, karena kakek nya akan datang jadi Bi Iyem sibuk di dapur bersama dengan Alia.

Bi Iyem sibuk memasak makanan berat sedangkan Alia memasak berbagai jenis kue buat sang kakek nanti.

Junghwan juga belum pulang dari rumah sakit, ia bilang ia akan segera pulang namun sudah jam 10 pagi tapi ia belum juga sampai.

Alia sudah selesai dengan urusan kue nya sekarang tinggal mengurus diri nya sendiri alias mandi

"Saya pulang! " seru Junghwan ketika melihat Alia yang baru keluar dari kamar mandi yang hanya menggunakan handuk.

Alia membelalakan matanya sedangkan Junghwan sendiri tertegun melihat tubuh Alia yang menurutnya sangat sempurna, sebagai seorang laki-laki normal ada rasa ingin menyentuh tubuh Alia namun mereka tidak benar-benar sah menjadi pasangan suami istri membuat Junghwan segera membuyarkan lamunannya dan berdehem.

"Khmm, kenapa belum ganti baju? " tanya Junghwan, ia berbicara pada Alia tapi tatapan nya berkelana entah kemana.

"A-aaa iya aku baru mau ganti baju, aku pikir kamu bakal pulang agak lama" dengan kecepatan turbo Alia mengambil baju nya dan berlari masuk lagi ke kamar mandi sambil memegang jantung nya hampir copot.

"Mama aku takut" bisiknya pelan...

...

Fake Wife [SELESAI] //JunghwanCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang