6

19.8K 711 3
                                        

(Selasa, 6 Desember 2022)
(Maaf Typo Bertebaran)

Malam kian larut, setelah puas berbincang dengan Silas,Kay memilih masuk ke dalam kamar dan Samuel masih berada di ruang kerjanya

Kay ingin menelpon orang tuanya namun mereka belum mendarat di Amerika,jadi Kay hanya memilih berdiam diri di balkon sambil menikmati pemandangan kota

Sementara Samuel masih mengerjakan pekerjaannya, mengirimkan email dan juga merevisi dokumen keuangan yang terdapat kesalahan

"Huh" Samuel menghela nafas, melepaskan kaca mata dan memijat pangkal hidungnya

"Sudah larut ternyata, sebaiknya aku ke kamar"

Samuel melihat ke arah jam dinding yang menunjukkan pukul 12 malam, setelah membereskan meja dan juga mematikan perangkat komputer, meninggalkan ruang kerja lalu menaiki tangga menuju kamar

Kamar terlihat gelap gulita, Samuel melangkahkan kakinya mencari keberadaan laki-laki cantik yang baru saja kemarin menjadi istirnya

Dia mengarahkan pandangannya dan dia melihat siluet Kay di arah balkon yang tengah berdiri hanya mengenakan pakaian tipis, Samuel mendekatinya dengan perlahan, melingkarkan kedua lengannya ke pinggang Kay.

Kay merasa terkejut tiba-tiba lengan kokoh memeluk pinggangnya, Kay menoleh dan melihat wajah Samuel

"Sangat tampan" Batin Kay

"Sedang apa?" Pertanyaan Samuel membuat Kay kembali tersadar dari lamunannya

"Ak—aku hanya sedang menikmati pemandangan kota" Kay berucap dengan nada gugup, tiba-tiba saja jantungnya berdetak kencang

"Ini sudah larut, angin malam tidak baik"

"Aku tau, aku akan masuk" Kay berusaha melepaskan lengan Samuel yang semakin erat membelit pinggangnya

Samuel yang melihat Kay berusaha melepaskan lengannya hanya menahan senyumnya "biarkan seperti ini sebentar" gumam Samuel dengan menyadarkan kepalanya di pundak Kay

°°°

Beberapa menit berlalu, Samuel membawa Kay untuk duduk di pinggir kasur

"Kay, aku tau kamu adalah laki-laki istimewa,kamu bisa memberikan aku keturunan" Samuel menatap Kay dengan serius

"Tapi aku tidak bisa menjamin apa aku bisa memberikan mu keturunan"

"Hem,maka dari itu aku tidak ingin menundanya,aku ingin kita berusaha agar Tuhan memberikannya, maka izinkan aku untuk menyentuh mu malam ini"

Kay terdiam sejenak,di lain sisi dia ingin memberikan keperjakaan untuk suaminya namun di sisi lain di juga merasa takut

"Aku takut"

"Tidak perlu takut, aku suami mu" Samuel berusaha meyakinkan istrinya itu

Lama terdiam Kay akhirnya menganggukkan kepalanya tanda setuju, Samuel tersenyum bahagia akhirnya dia mendapatkan lampu hijau

°°°

Samuel membaringkan Kay, menatap sejenak, mengagumi kecantikannya

Cup

Bibir tebalnya mengecup bibir merah muda milik Kay, awalnya hanya kecupan ringan namun lama-kelamaan menjadi lumatan, menggigit kecil bibir Kay agar terbuka, mengobrak-abrik isi mulut Kay,saling melilit kan lidah dan bertukar saliva

Kay menepuk-nepuk dada Samuel karena kehabisan nafas

Ciuman Samuel turun ke leher, mengecup, menjilat, bahkan memberikan ruam kemerahan di seluruh area leher Kay, tangan Samuel juga tidak tinggal diam, menyentuh dan meremas dada milik Kay

"Ahh.. shh"

Kay hanya bisa mendesah di bawah Kungkungan Samuel

Kini keduanya sudah telanjang bulat, tidak ada sehelai benang pun tersisa di kedua tubuh keduanya

Samuel melebarkan kedua paha Kay,dia juga memberikan tanda kemerahan di paha dalam Kay,lalu bibir tebal Samuel perlahan turun menuju milik Kay yang sudah menegang, mencium aroma wangi khas milik istrinya,lalu dia mulai memasukkan penis mungil Kay ke dalam mulutnya, menjilat dan mengulum

"Ahhh"

Tangan kanan Kay meremas rambut Samuel sementara tangan kirinya meremas sprei yang sudah berantakan karena ulah keduanya

"A—aku keluar ahh" Kay orgasme untuk pertama kalinya

Samuel menelan habis sperma milik istri nya tampa sisa, sementara tubuh Kay bergetar akibat pelepasannya

Kemudian Samuel menyodorkan kedua jarinya di hadapan Kay "jilat jari ku"

Kay langsung memasukkan kedua jari panjang Samuel ke dalam mulutnya, setelah itu Samuel menarik kedua jari yang sudah basah oleh Saliva Kay

Kembali melebarkan kedua paha Kay, mengarahkan kedua jarinya ke hole pink yang sudah berkedut kedut

Memasukkannya dengan perlahan, karena ini adalah pengalaman pertama bagi istri mungil nya jadi Samuel berusaha selembut mungkin

Kay merasakan jari Samuel memasuki lubangnya, rasanya aneh dan sakit

"Shh" Kay meringis saat jari panjang itu semakin masuk lebih dalam

Samuel berusaha untuk melebarkan lubang sempit Kay,agar nantinya dia mudah untuk masuk

Awalnya Kay hanya merasa sakit namun saat Samuel menekan sweet spot nya, desahan lolos dari mulut nya, Samuel yang mendengar desahan istri manisnya dengan semangat mengobrak-abrik lubang nikmat itu

TBC

✓Married With CEO(BL)(M-Preg)✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang