(Rabu, 4 Januari 2023)
(Maaf Typo Bertebaran)
Tepat pukul 6:30 Samuel membawa Kay ke pantai untuk melihat sunrise. Suasana di pantai terlihat sedikit ramai dengan beberapa orang yang juga ingin melihat matahari terbit.Karena masih terlalu pagi jadi udara menjadi lebih dingin.
Samuel mengajak Kay ke tempat yang lebih sunyi, karena ia ingin lebih leluasa menikmati waktu berdua dengan sang istri
Kay takjub melihat pemandangan di depan sana warna oranye seakan membius kedua matanya, Samuel melihat wajah Kay dan segaris senyuman terbit di bibir nya
"Sangat indah" Kay berucap dengan kagum
"Ya benar " Samuel menatap wajah Kay dengan lekat "Namun kamu jauh lebih indah"Batin Samuel
°°°
Samuel mendekap tubuh Kay dari belakang, menikmati sunrise tanpa gangguan orang lain, hanya berdua
Kay menyandarkan kepalanya di dada bidang Samuel sambil mengelus lengan kokoh suaminya itu
Beberapa menit berlalu, kini Samuel mengajak Kay jalan-jalan di sekitar pantai,deru ombak seakan menjadi musik merdu bagi Keduanya
Samuel menggenggam tangan kecil Kay saat ia tengah asyik bermain air di pinggir pantai, membiarkan kedua kakinya terkena air asin
"Sebaiknya kita kembali ke kamar lalu sarapan dengan yang lainnya" Kay mengajak Samuel untuk kembali
°°°
Setelah sarapan bersama, Samuel lebih dulu pamit untuk mengangkat telepon dari kantor, sementara yang lainnya masih belum meninggalkan meja makan
"Oh iya Kay, bagaimana kabar Daddy dan Mommy di Amerika?" Tanya Steven
"Mereka baik,namun Daddy akhir-akhir ini kurang tidur karena pekerjaan di kantor kian hari bertambah "
"Itu hal biasa Kay,kami pun juga sering kali lembur karena masalah pekerjaan,tapi jika di pikir lagi di antara kita bertiga hanya Samuel yang sering kali lembur dan pulang ke rumah hanya untuk berganti baju lalu ke kantor lagi"
"Huh.. awalnya aku pikir adik ku yang tampan itu tidak akan menikah dengan seseorang, sebab setiap hari nya hanya berkencan dengan layar datar dan selembar kertas" Silas menggelengkan kepalanya
"Aku juga tampan asal kau tau" Steven menatap Silas yang menatapnya balik
"Percaya diri sekali kamu"
"Aku bukannya percaya diri,tapi orang-orang mengatakan kalau aku memang memiliki wajah yang tampan... Bukankah begitu Kay,Izel?"
Izel menatap ke arah Kay yang juga menatapnya. Keduanya memilih untuk menganggukkan kepalanya dan tidak ingin berkomentar apa-apa
"Mereka juga setuju kalau aku tampan dan juga rupawan" Steven mendekat ke arah Silas dan menarik turunkan kedua alisnya. Silas hanya menatap kesal adiknya itu
Beberapa saat kemudian, Samuel menghampiri meja mereka setelah menerima telepon dari kantor
"Bagaimana dengan urusan kantor mu?" Tanya Silas
"Tidak ada masalah, hanya klien dari luar negeri Ingin bertemu" Samuel kembali duduk di samping Kay
"Oh syukurlah kalau tidak ada masalah.. aku akan kembali ke kamar"
"Aku juga" ucap Izel berjalan ke arah Silas, Keduanya masuk ke dalam lift
Samuel menatap Kay yang asyik melihat pemandangan di luar, mengelus lengan milik istrinya agar melihat ke arah nya
"Ada apa?" Tanya Kay dengan suara lembut
"Mari ke kamar"
"Baiklah kalau begitu... Steven kami ke kamar dulu" pamit Kay
"Hm, kalian duluan saja aku masih mau di sini"
Semuanya pamit ke kamar dan hanya tinggal Steven yang masih betah duduk sendiri, menikmati pemandangan dan juga menjernihkan pikirannya yang sedang kalut
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
✓Married With CEO(BL)(M-Preg)✓
Fiksi Penggemar‼️ CERITA BL JADI JANGAN SALAH LAPAK ‼️ ‼️ JANGAN LUPA VOTE DAN KOMEN👍🏻‼️
