Hari ini keadaan sangat panas, terik matahari seakan membakar tubuh, seorang pria yang bertubuh mungil sedang duduk di cafetaria universitas sambil menikmati segelas Smoothie
Pria mungil itu terlalu asyik dengan minumannya bahkan tidak menyadari seorang laki-laki tampan menghampiri mejanya
"Hai Izel" laki-laki tampan itu menyapanya
Izel hari ini ada kelas namun sudah berakhir beberapa menit yang lalu namun dia memilih untuk mendinginkan diri dan juga otaknya
"Hai Edgar"
Edgar Hilman, laki-laki berusia 22 tahun, senior Izel,wajah tampan dan memiliki badan tegap,dan berasal dari keluarga cukup mapan, menjadi incaran para mahasiswa. Namun sayangnya Edgar hanya menyukai Izel seorang
"Boleh aku bergabung dengan mu?" Tanya Edgar sambil memegang Caramel Macchiato nya
"Boleh"
Edgar duduk di depan Izel, keduanya menjadi pusat perhatian, hampir seluruh mahasiswa mengetahui bahwa laki-laki tampan itu menyukai Izel
"Izel,apa malam ini kamu sibuk?"
"Hem,, mungkin tidak, memangnya ada apa Ed?"
"Aku hanya ingin mengajak mu jalan-jalan jika kamu tidak keberatan"
"Baiklah"
Edgar tentu merasa senang karena ajakannya di terima oleh orang yang dia sukai
"Oh iya apa kamu masih ada kelas?"
"Tidak ada, mungkin setelah ini aku akan pulang"
"Aku akan mengantar mu pulang kalau begitu"
"Apa tidak merepotkan?"
"Tentu tidak, bahkan aku senang jika kamu membuat ku repot"
Izel hanya tersenyum mendengar ucapan Edgar
Beberapa saat kemudian minuman keduanya telah habis dan Edgar akan mengantar Izel untuk pulang
°°°
20 menit kemudian,kini keduanya telah sampai di depan gerbang kediaman Cortez, Izel meminta Edgar untuk mampir namun laki-laki tampan itu memilih untuk pulang karena masih ada urusan yang harus dia kerjakan
Izel masuk ke dalam,dan dia bisa mencium aroma wangi dari arah dapur, langsung saja Izel masuk ke dalam dapur,dan dia melihat sang kakak tengah fokus menghias biskuit hasil buatannya
"Apa kakak yang membuat nya?" Izel bertanya saat sudah di samping Kay
"Astaga Izel kau mengagetkan ku,sejak kapan kamu di sini?" Kay terkejut tiba-tiba Izel ada di sampingnya
Izel terkekeh geli "beberapa detik yang lalu,dan aku mencium aroma wangi dari arah dapur"
"Ini kakak lagi buat biskuit, soalnya tadi aku merasa sedikit bosan,oh iya kamu pulang dengan siapa?"
"Aku pulang dengan Edgar, apa kakak tau Edgar akan mengajak ku jalan-jalan malam ini"
Kay menoleh dan dia melihat wajah gembira adiknya, sebenarnya dia tau kalau adiknya itu sangat menyukai Edgar "apa kamu senang?"
"Tentu,aku sangat-sangat senang"
"Hehehe,ya sudah kamu ganti baju terus makan siang,dan setelah itu istirahat"
"Siap bos!"
Keduanya tertawa dengan kencang bahkan suara tawanya terdengar hingga keluar
°°°
Kay melanjutkan pekerjaannya setelah Izel makan siang,dan saat ini dia tengah memasukkan biskuit yang sudah dingin ke dalam wadah kaca
Karena terlalu fokus dengan kegiatannya Kay tidak menyadari bahwa sedari tadi Samuel menatapnya sambil bersandar di dinding, Kay menyusun toples kaca di dalam lemari, setelah itu dia berbalik dan merasa terkejut dengan kehadiran Samuel
"Sedang apa?" Samuel tepat di depan Kay
"Aku tadi membuat biskuit, apa kamu mau?"
"Tentu"
Kay menyodorkan toples ke arah Samuel dan mulai mencobanya
"Enak dan tidak terlalu manis,aku suka"
"Syukurlah kalau kamu suka,, oh iya kenapa pulang cepat?"
"Pekerjaan hari ini tidak terlalu banyak"
"Mau makan siang?"
"Aku sudah makan siang di kantor, aku akan ganti baju"
"Kalau begitu aku buatkan kopi"
"Boleh"
Samuel naik ke atas sementara Kay memilih membuat kopi
°°°
Malam hari, Semuanya tengah berkumpul di ruang tengah kecuali Izel karena beberapa menit yang lalu Edgar menjemputnya untuk jalan-jalan
Maid datang membawa nampan berisi teh dan juga toples biskuit yang Kay tadi buat
"Daddy ingin mengajak kalian berlibur di Biarritz, sekaligus bulan madu Samuel dan Kay, Bagaimana apa kalian setuju?" Michael menatap anak dan juga menantunya
"Aku sangat setuju Dad, aku memang butuh liburan" Silas berucap dengan antusias
"Aku juga setuju"
Michael menatap Samuel "Bagaimana dengan mu Sam?"
"Ya tidak masalah Dad"
"Baiklah kalau begitu lusa kita akan berangkat"
Silas begitu antusias dengan rencana liburan kali ini, meski masih di Paris,tapi menurutnya sudah cukup apalagi dengan adanya Kay dan juga Izel. Bahkan Silas mengajak Kay untuk berbelanja besok, Kay hanya mengiyakan permintaan kakak iparnya itu
TBC
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.