5 bulan sudah berlalu setelah pernikahan Saka dan Alex, kini semua orang berkumpul di Mension Cortez, para istri membuat makanan sementara para suami saling mengobrol tentang berbagai hal
"Izel tolong keluarkan meja panjang lipat untuk di halaman belakang" Ucap Kay dari arah dapur
"Baiklah"
Izel berjalan ke arah gudang untuk mengeluarkan meja panjang lipat,namun ia merasa sedikit kesusahan
"Aku saja sayang" Izel menoleh ke arah belakang ternyata Edgar datang membantunya
"Terima kasih" Izel tidak lupa memberikan kecupan di pipi sang suami
Edgar tersenyum manis "Sama-sama sayang"
"Kalau begitu aku akan kembali ke dapur" Izel meninggalkan area gudang
°°°
Kay menyusun semua makanan di meja di bantu oleh Silas dan juga Liam, sementara Izel dan Saka sedang mengambil beberapa minuman di kulkas
Hidangan sudah tersusun dengan rapi lengkap dengan kudapan manis dan juga minuman
Semua orang duduk menikmati hidangan yang tersaji di barengi dengan obrolan santai
"Mari kita bersulang untuk merayakan kehamilan pertama Saka dan untuk kebahagiaan kita semua" Silas mengangkat gelasnya lalu di ikuti oleh yang lainnya
Alex mengisi gelas Saka dengan jus buah bukan dengan bir karena istrinya sedang mengandung jadi tidak boleh minum minuman beralkohol
Silas meneguk habis minumannya meski terasa sedikit pahit tapi itu bukan masalah baginya
"Sayang jangan terlalu banyak minum nanti kamu mabuk" Ansel merebut minuman Silas, karena sudah meminum 3 gelas bisa-bisa ia kerepotan
°°°
Hari sudah malam dan semua pamit pulang, hanya tinggal Samuel dan juga Kay, keduanya membersihkan halaman belakang yang terlihat cukup berantakan
Beberapa menit kemudian setelah selesai membersihkan, Samuel lebih dulu naik ke atas untuk mandi karena seharian ini terus bergerak, sedangkan Kay membuat teh untuk nya dan juga Samuel
"Apa semua sudah pulang?"
Kay menoleh ternyata Steven baru pulang dari kantor "Iya, mereka baru saja pulang.. ngomong-ngomong Steven kamu sudah makan malam?"
"Belum, karena tadi pekerjaan ku sangat banyak. Oh iya apa Daddy sudah tidur?"
"Ya sudah kalau begitu aku akan hangatkan makanannya, kamu ganti baju dulu. Hem Daddy sudah tidur beberapa menit yang lalu"
"Baiklah, Terima kasih kakak ipar" Steven berjalan menuju kamarnya meninggalkan Kay yang langsung menghangatkan makanan
°°°
Kay sedang menikmati pemandangan di malam hari yang terlihat begitu cantik dengan taburan bintang juga pemandangan kota
Sejenak ia menutup mata menikmati hawa sejuk, bahkan ia tidak menyadari bahwa sang suami sudah berdiri tepat di belakangnya
"Kamu sedang apa sayang?" Samuel memeluk tubuh Kay dari belakang
Ia membuka mata "Sedang menikmati pemandangan malam hari"
"Apa kamu tidak dingin, cuaca mulai terasa dingin karena sebentar lagi musim salju"
"Tadi aku merasa dingin,tapi sekarang tidak, karena kamu sedang memeluk ku"
Samuel lebih mengeratkan pelukannya, saling menghangatkan tubuh
Keheningan menerpa Keduanya. Tidak ada obrolan, lebih memilih untuk menikmati waktu berdua saat semuanya telah terlelap. Potongan memori seakan berputar di kepala masing-masing, mengingat masa-masa beberapa tahun yang lalu
Namun kini semua telah berubah, ada yang pergi ada pula yang datang, ada yang berkurang kini ada yang akan bertambah
Pahit manis, semua telah mereka lalui hingga bisa melihat sang buah hati tumbuh dan berkembang, bahkan sekarang telah menjadi seorang istri dan sebentar lagi akan menjadi seorang ibu sama sepertinya
"Waktu berjalan begitu cepat. Kita bisa melewati semuanya dengan baik"
"Iya, kamu benar"
"Sayang" Samuel memanggil Kay dengan lembut
"Iya Daddy"
"Mungkin selama ini aku belum pernah berterima kasih kepada mu... Maka dari itu aku akan mengatakannya sekarang Terima kasih karena sudah mau menerima cinta ku, terima kasih karena sudah mau menerima segala kekurangan ku, terima kasih sudah mengandung dan melahirkan anak kita, terima kasih untuk semuanya. Kay Allura istri ku aku sangat mencintaimu"
Kay tersenyum manis mendengar perkataan sang suami
"Terima kasih juga untuk semua nya. Kamu sudah menjadi seorang suami dan seorang Daddy yang baik untuk aku dan Saka. Samuel Cortez suami ku aku pun juga sangat mencintaimu dulu, sekarang, dan selamanya"
Tidak menyangka awalnya ini hanya sebuah perjodohan namun keduanya bisa saling mencintai, menerima, dan melengkapi. Berharap akan selalu seperti itu
Tamat
Maaf jika endingnya kurang memuaskan 🙏🙏
Terima kasih sudah menyempatkan diri untuk mampir 🙏😘💞
New story 👇👇👇 Silahkan mampir 👍👍👍
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.