39

2.4K 168 4
                                        

Author POV:

"Ini, kalian makan dulu ya."Perintah Naomi agar anaknya dan menantunya makan terlebih dahulu, lalu Shani dan Gracia pun makan.

Setelah selesai makan, tiba-tiba saja Gracia mual ingin memuntahkan isi dalam perutnya. Gracia berlari memasuki kamar mandi, Shani yang melihatnya pun langsung mengejar istrinya takut terjadi apa-apa.

"Sayang, kamu kenapa?"Tanya Shani saat sudah berada didalam kamar mandi.

"Aku gak tau, perutku mual."Jawab Gracia yang memuntahkan isi dalam perutnya, Shani pun ingin membantu Gracia tapi ditolak olehnya katanya takut jijik dengan muntahannya.

"Aku bantu ya?"Tawar Shani.

"Jangan."Tolak Gracia.

"Kenapa?"Shani mengangkat kedua alisnya bingung.

"Aku takut kamu jijik Hubby."Gracia hanya takut Shani ilfil padanya.

"Nggak lah sayang, malah aku seneng bisa bantu kamu."Shani mendekati Gracia ia memijat leher belakang nya agar isi dalam perutnya keluar semua.

"Gimana, masih mual?"Tanya Shani.

"Udah agak enakan kok."Mereka berdua pun kembali ke tempat tadi.

"Gracia kenapa Shan?"Tanya Naomi dengan wajah khawatir nya.

"Gak papa ma, Gracia cuma mual aja."Jawab Shani karena tidak ingin membuat Mamanya khawatir.

"Jangan-jangan Gracia hamil."Ucap Naomi.

"Aku juga gak tau ma."Sahut Gracia.

"Coba kamu periksa ke dokter mumpung masih dirumah sakit Shan, ajak istri kamu ke dokter ya."Perintah Naomi pada Shani agar membawa Gracia untuk cek ke dokter.

"Iya ma, sayang ayo kita ke dokter."Ajak Shani merangkul pundak Gracia. Gracia pun mengangguk.

Ketika sampai di ruangan dokter Gracia segera diperiksa untuk mengecek keadaannya.

"Bagaimana dok keadaan istri saya?"Tanya Shani saat dokter itu selesai mengecek kondisi istrinya.

"Selamat ya, Istri anda sedang mengandung."Ucap dokter itu sambil tersenyum.

"Serius dok?"Shani tidak percaya bahwa istrinya itu kini tengah mengandung buah hatinya. Dokter itu pun mengangguk.

"Sayang kamu hamil."Ucap Shani pada Gracia dengan wajah gembiranya.

"Iya sayang, aku hamil."Ucap Gracia dengan mata berkaca-kaca.

"Tolong dijaga ya, karena usia kandungan istri anda masih sangat muda, jadi sangat rentan untuk keguguran."Pesan dokter pada Shani.

"Baik dok, saya akan selalu menjaga istri saya."Ucap Shani dengan senyuman yang tidak pernah luntur sedari tadi.

"Terima kasih dok, kalo begitu kami permisi dulu."Dokter itu pun mengangguk setelah Shani mengucapkan terima kasih padanya.

Shani dan Gracia kembali ke ruang inap Chika dengan tangan yang terus bergandengan sedari tadi.

"Gimana Shan?"Tanya Naomi sedikit penasaran dengan jawaban mereka berdua.

"Gracia hamil ma."Jawab Shani tersenyum bahagia.

"Kamu serius? Akhirnya mama punya cucu."Ucap Naomi yang ikut merasakan kebahagiaan itu.

"Chika, kamu kenapa?"Tanya Gracia mendekati adik iparnya itu.

"Hiks hiks hiks hiks."Tiba-tiba saja Chika menangis kejer, Gracia juga tidak tahu mengapa Chika bisa menangis.

Jika Aku Dipelukmu (End)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang