41

963 78 4
                                        

Author POV:

Shani berlari kencang didalam lorong rumah sakit ia tidak mempedulikan jika menabrak sesuatu. Ia terlewat panik sekaligus khawatir dengan istrinya yang sebentar lagi akan melahirkan buah hatinya.

Ketika sudah sampai di depan ruang persalinan Shani segera menerobos pintu ruangan itu, namun dihalangi oleh Naomi.

"Shani tunggu."

"Apa ma? Aku mau liat Gracia, aku gak mau dia kesakitan sendirian disana ma!"

"Mama paham sayang, tapi kamu tenangin diri dulu ya istri kamu masih diperiksa, mama minta tolong sama kamu tolong tenang ya sayang.."

Shani terduduk lemas, apa yang harus ia lakukan. Istrinya sedang berjuang mati-matian didalam dan ia tidak bisa melakukan apapun selain berdoa.

Tiba-tiba dokter kandungan yang membantu persalinan Gracia keluar. Shani langsung berdiri dengan wajah cemasnya.

"Dok, bagaimana keadaan istri dan anak saya?"

"Pasien masih berusaha, tetapi dia sejak tadi terus memanggil nama Shani apakah disini ada yang bernama Shani?"

"Saya dok, saya Shani."

"Baik, ikut saya."

Shani pun mengikuti dokter untuk masuk kedalam ruangan Gracia berada. Ia melihat wajah kesakitan istrinya, Shani segera menghampiri nya dan memegang lengan Gracia. Ia mencium kening Gracia lalu memberikan kata-kata penyemangat istrinya itu.

"Ayo sayang kamu pasti bisa, aku disini temenin kamu."Ucap Shani pada Gracia.

"Arrgghh, sakittt.."Teriak Gracia sembari berpegangan pada Shani erat, sangking eratnya tangan Shani terdapat luka cakaran akibat kuki Gracia.

"Arrrgghhh..arrrgghhh, sakiiittt tolongg hiks.."Gracia terus mengeluarkan segala tenaganya dan akhirnya terdengar tangisan bayi, yakni anak pertama mereka.

"Oekk..Oekk..oekk.."Tangisan bayi itu.

Gracia terkulai lemas karena tenaga nya sangat terkuras, namun ia tidak bisa menyembunyikan kebahagiaan atas lahirnya buah hati mereka berdua. Shani? Ia terus menerus mengucap rasa syukur ia mencium kening istrinya dengan lembut.

"Terimakasih sayang.."Ucap Shani tulus.

Dokter yang membantu persalinan itu pun memangku bayi mungil yang sudah dibersihkan. Bayi nya terlihat sangat lucu.

"Tuan Shani, nyonya Gracia selamat bayi kalian perempuan.."Ucap dokter itu lalu memberikannya kepada pangkuan Shani.

"Terimakasih dok."Shani menerima bayi itu dengan hati-hati.

Shani tersenyum ketika melihat anak gadisnya yang begitu cantik dan lucu.

"Anakku, kamu cantik sekali sayang.."Ucap Shani sembari memandangi wajah anaknya itu.

"Sayang, bawa sini dong aku mau liat ihh.."Itu suara Gracia walaupun ia sedang lemas tetapi ia tidak mau ketinggalan moment untuk pertama kali melihat anak perempuan nya.

Shani menghampiri istrinya sambil menggendong putri nya, dengan pelan-pelan ia memberikan nya pada pangkuan Gracia.

Gracia menampilkan senyum nya karena bahagia melihat putrinya yang sangat cantik.

"Sayang, cantik banget sih anak kita.. Lucu juga huhu.."

Air mata bahagia bercampur lelah membasahi pipi Gracia. Pelukan Shani terasa begitu hangat, menenangkan badannya yang masih gemetar. Bayi mungil di pangkuannya, dengan kulit seputih susu dan rambut halus seperti sutra, adalah bukti nyata cinta mereka. Nama apa yang pantas untuk malaikat kecil ini? Gracia masih terpaku, tak mampu berkata-kata.

Jika Aku Dipelukmu (End)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang