Under the Moonlight

34 4 0
                                        

Malam sudah mulai merambat,dan hari ini langit cerah sehingga bintang - bintang tampak bermunculan.

Aku yang akhir - akhir ini di landa boring belum mau pulang ke rumah,mumpung bisa keluar rumah Aku meminta Warren untuk mampir dulu ke danau yang ada di kotaku,Aku ingin jalan - jalan di sisi danau sambil me - refres pikirannku yang juga lagi galau di landa rindu berat.

Warren mengabulkan permintaanku dan menemani Aku jalan - jalan,Aku sebenarnya lelah dan Warren juga pasti lelah,karena menemaniku seharian,mebemaniku mencari kampus.

Dan anehnya Mama nggak nelpon atau tanya kabar ke Aku, kenapa Aku belum pulang,biasanya Mama akan cerewet kalau aku belum pulang.

Apa karena Aku sama Warren  dan Mama percaya banget sama Warren,sehingga membiarkan Aku  selarut ini belum pulang bersama Warren.

" Kamu cape..." kataku sama Warren yang mengikuti  Aku duduk di bebatuan di pinggir danau.

" Lumayan .." jawab Warren jujur,Aku nengangguk.Aku juga cape, dan penat tapi malas pulang,malas ketemu Mama.

" kalau kamu cape pulang saja,Aku masih ingin di sini..." kataku.

" Nggak ,Aku akan di sini sampe kamu ngajak pulang..."

" Tapi Aku ingin  sendiri..."

" Nggak boleh,Kamu pergi bersamaku dan pulang juga harus bersamaku..."

" Kenapa begitu..?."

" Karena Aku tahu kamu pasti akan lari ke suatu tempat,Kamu akan kabur lagi.." jawab Warren.Aku tersenyum  sambil melempar pandang ke tengah danau,sepertinya Warren  tahu banget isi hatiku.

" Warren,Aku mau tanya sesuatu sama kamu..." kataku memecah kesunyiaan setelah Aku dan Warren saling diam beberapa saat,dan Warren menoleh ke arahku lalu balik nanya,

" Tentang apa...?

"Kamu selalu menuruti keinginan Mamaku,apakah kamu menerima perjodohan itu...."

" Aku menerimanya..."

" Kenapa ? Apakah Mama kamu dan juga Mama ku terlalu menekan kamu sehingga kamu menerimanya...."

" Tidak semuanya..."

" Warren,kamu tahu kan Mamaku seperti apa,keinginan Mama nggka bisa di bantah....jadi gimana kalau kita buat kesepakatan..."

" Maksud kamu....."

" Mmm...gimana kalau..." Aku agak ragu dan bingung.untuk berkata..

" Kalau apa ?" Warren menatapku nggak sabar karena Aku terdiam cukup lama.

" Kita lawan Mama,dan batalin perjodohan ini...kamu setuju kan...kamu segera cari pacar..." kataku akhirnya.

Sebelum jawab Warren malah menatapku,lalu dia melempar pandang kearah danau sambil menghela napas.

" Kenapa di batalin,apa karena Wei WuXian itu..." tanya Waren dengan tatapan masih menatap danau.

" Ehh bukan,Wei WuXian tak ada hubungannya dengan semua ini...." kataku cepat,sepertinya Warren salah paham dengan maksudku,dia mengira Aku nenyukai Wei WuXian beneran.

" Lalu karena apa...?,"

" Warren,apakah kamu setuju dengan perjodohan ini...dan mau menerima nya,padahal kamu tak cinta dan terpaksa,." kutatap Warren yang juga sedang menatapku tajam.

" Aku menerimanya..."

" Tapi aku tidak Warren,aku ngga mau takdirku di atur Mama,cukup Tuhan yang nentuin takdir Aku,lagipula sebuah hubungan yang di dasari jarena terpaksa itu tidak baik...."jawabku

Everything About YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang