Note : Setiap chapter alurnya maju mundur
.
.
.
.
.
.
Tara 8 bulan
.
Hari libur merupakan suatu hari dimana Chan bisa beralas malasan sejenak untuk merehatkan tubuhnya. Bangun pagi pukul setengah 9 pagi membuatnya terbangun sendirian, Big (yang sudah belajar memasak) sudah pasti ada didapur untuk menyiapkan sarapan
Turun dari lantai atas untuk melihat keluarganya, Chan mendapati Tara yang memainkan daun daunan di ruang keluarga, sambil menunggu sarapan selesai Chan memilih ke kamar mandi lebih dulu lalu kembali untuk menemani Tara mengacak acak daun
Tara, putranya itu lebih suka bermain dengan sesuatu yang alami seperti daun, melihat langit pagi dan sore, mendengar air mengalir dan tentu saja memainkan daun, bahkan semua mainan yang diberi oleh Vegas seperti lego dan semacamnya diabaikan sampai setiap hari big harus memesan daun pisang segar untuk mainan Tara.
Terdengar suara blender dari dapur tanda Big sedang menghaluskan sayuran untuk sarapan Tara, karena jika tidak begitu maka sayuran itu akan Tara mainkan juga
Chan bersandar dikaki sofa melihat Tara yang anteng bermain sembari ia mengumpulkan nyawanya
Tara yang melihat ayahnya cuma diam termenung berinisiatif memberikan beberapa lembar daunnya berharap sang ayah ikut bermain
HAACHIIMM!
Chan tiba-tiba bersin dengan keras tanpa sebab, bahkan Big didapur ikut terkejut mendengarnya dan Tara Terkejut sampai terdiam mengumpulkan airmata mengira Chan meneriakinya
"Huwaaa! Papapa! Haaaaa!"
Tara semakin histeris ketika Chan menggendongnya
"No, no, ayah minta maaf shuut shut" Chan berusaha untuk menenangkan Tara yang sudah mendorong dorong badannya berusaha untuk lepas dari gendongan sang ayah
Big yang sudah selesai menyiapkan sarapan langsung datang untuk membantu menenangkan Tara yang sudah sesenggukan
"Sini sini sama papa cari pohon" Tara langsung berpaling pada Big untuk lepas dari Chan
"Big, maaf"
"Tidak apa-apa, Tara hanya kaget, Phi sarapan saja dulu, aku akan ajak Tara keluar sebentar"
Chan benar-benar merasa bersalah sudah membuat bayi kecil itu histeris karena terkejut
.
.
Hampir tengah hari setelah selesai workout di tempat latihan mansion Chan langsung pulang ke rumah untuk mandi dan makan siang. Namun baru melewati ruang keluarga, Chan mendapati ruangan itu berantakan dengan sampah daun berserakan disekitar karpet sementara Big tertidur di sofa.
Langsung saja ia bersihkan dan membuangnya ke tempat sampah,
Tara yang sedang berada di bawah meja merangkak mengikuti Chan yang membawa daunnya kedapur.
Namun yang ia dapati adalah ayahnya yang memasukan semua daunnya ke batu penghilang (tempat sampah) setau kepala kecilnya apapun yang dimasukkan papanya kesana tidak akan pernah kembali.
Dan baru sesaat setelah daun daun itu masuk tempat sampah, Tara langsung menjatuhkan tubuhnya tengkurap dan menangis lagi
"Tara? Ta kenapa nak? Mam? Mimi?" bingung Chan, ia kemudian melihat tangan Tara yang masih memegang selembar daun dan langsung paham. Tara marah
Chan justru bingung sekarang, tidak mungkin ia mengambil kembali daun yang sudah masuk tempat sampah itu dan memberikannya pada Tara.
Tangisan Tara berhasil membuat Big yang terlelap langsung terjaga dan buru buru ke dapur
"Tata kenapa lagi dengan ayah?" tanya Big karena tak biasanya sang anak menangis jika bersama sang ayah
"Taa! Hiks Taa! Papapa huuu" menunjukkan sisa daun yang ia punya di tangannya
"Aku kira dia juga tidur bersamamu" jelas Chan
Setelah kejadian itu Tara menghindari ayahnya seharian, setiap Chan ingin menggendongnya dia akan mendekap erat tubuh papanya. Chan juga cukup khawatir dengan Big yang mungkin akan kelelahan karena jika dilihat lihat Big lebih memilih menggendong karung beras daripada bayi, well gen tubuhnya menurun pada sang anak
"Ta ayo sama ayah, papa mau mandi" bujuk Big
"Aaaa" tolaknya
Big menyerah, dia menaruh Tara di tempat biasa ia bermain dan memberikannya beberapa daun. Big juga memberikan instruksi pada suaminya ini sudah waktunya Tara minum susu tapi dia sudah tidak tahan dengan keringat yang menempel diseluruh tubuhnya karena menggendong Tara seharian
Susu yang dimaksud adalah susu hasil pumpingnya selama Tara lengah, beberapa bulan terakhir Big harus menyapih Tara dengan dadanya karena anak itu sudah tumbuh gigi lebih awal dan Big tidak kuat dadanya terus menerus lecet oleh dua manusia dirumahnya,Tara memang tidak masalah sudah tidak dapat dada sang papa asalkan susu tetap mengalir
Sambil menunggu papanya mandi, Tara berusaha untuk tidak membuat kontak apapun dengan ayahnya, Chan yang tidak kuat diabaikan makhluk mungil itu segera mengambil botol susu dah memamerkannya.
"Ta, lihat ayah bawa apa?" ujar Chan menggoyangkan botol susu
Tara yang terkesima langsung menjulurkan tangannya, namun dia ingat jika dia sedang memusuhi sang ayah lalu menarik kembali tangannya dan kembalikan badan
Chan yang diabaikan menyusun rencana lain agar anaknya mau berdekatan dengannya. Ia merebahkan diri pada karpet tempat Tara bermain sambil menaruh botol susu diatas perutnya dan pura-pura tidur
Lama rasanya bermain Tara mulai merasakan stok susu dalam perutnya habis, ia kembali melihat sang ayah yang menaruh susunya diatas perut
Walaupun sedang marah tapi jika urusan susu maka semua bisa diajak berdamai. Segera setela ia ambil susu itu Tara ikut merebahkan dirinya disamping sang ayah sambil memainkan jari kelingking ayahnya
Big yang sudah selesai mandi melihat pemandangan yang menarik setelah seharian mereka menjaga jarak membuat hatinya senang
"Susu mendamaikan dunia"
Big ikut membaringkan dirinya di sisi lain sehingga membuat Chan dihimpit oleh dua orang tercintanya.
.
.
Edisi author dan selingkuhan pacar author ultah 🤘
Kalo ada pertanyaan mengenai side story ini silahkan bertanya. Jika ada typo mohon komen juga
Sampai jumpa di chapter selanjutnya
Bubye
