Chap 8

281 41 3
                                        

"Kau tidak ingin memberitahu sesuatu pada Phii ?"tanyanya .
"Hah , memangnya apa yang harus kuberitahu pada mu Phii ".
Po , tidak tau apa yang dibicarakan oleh Rose . Dia pun mengingat ngingat sesuatu . Dan Po teringat , kemarin Rose melihat nya dan Kinn berciuman . Dia pun membulatkan matanya , dia melihat ke arah Rose dan Rose hanya tersenyum jahil . Po merasa malu saat ini ,
"Phii , aku pergi dulu " Po pun pergi meninggalkan Rose .
Rose pun hanya terkekeh melihat Po yang terlihat malu karenanya .

Tanpa mereka sadari ada seseorang yang mendengar pembicaraan mereka .
Dia sudah tau jika Po sudah berpacaran dengan Kinn sekarang . Ia pun menatap Po dengan sinis .
"Lihat saja , aku akan merebut Khun Kinn dari mu"

Dia adalah Daw seorang pria yang bekerja dikantor Kinn . Daw menyukai Kinn sejak ia bekerja disana . Dari awal Po bekerja , Daw sudah tidak menyukai Po . Karena dia berpikir Kinn akan menyukai Po karena wajahnya yang mirip dengan mendiang kekasihnya yang sudah meninggal .

Ternyata dugaan Daw benar , sekarang Po berpacaran dengan Kinn .

Daw pun menghampiri Rose ,
"Phii .... " .
"Hem , ada apa" jawabnya .
"Phii , memangnya benar si sekretaris baru itu berpacaran dengan Khun Kinn ?" Tanyanya .
"Sepertinya begitu" jawabnya , sambil berkutik dengan komputer nya . Daw yang mendengar itu merasa sangat kesal pada Po .
Rose pun melihat raut wajah kesal Daw , "Kau kenapa  terlihat kesal begitu ? Kau tidak suka Po berpacaran dengan Khun Kinn " tanyanya . Daw yang mendengar itu pun , melihat kearah Rose .
"Tidak Phii , aku pergi dulu" Daw pun pergi meninggalkan Rose . Rose yang melihat Daw pun hanya bergeleng .

Daw pun berada di meja kerjanya sekarang . Dia sangat kesal saat ini . Selama ini dia sudah berusaha mendekati Kinn , namun dia selalu gagal untuk mendapatkan hatinya .
Segala cara sudah Daw lakukan agar bisa menjadi kekasih Kinn , namun semuanya selalu gagal . Kinn tidak pernah menyadari bahwa Daw sangat menyukainya .
Tapi dengan begitu mudahnya bagi Po untuk mengambil hati Kinn .

"Aku harus mencari cara agar Khun Kinn dan Po berpisah"
Daw pun mengeluarkan smirk nya .

Ketika Daw sedang duduk , ia melihat Po sedang berjalan sambil membawa tumpukan berkas yang begitu banyak . Dia terlihat kesusahan , Ia pun mengeluarkan senyum jahilnya . Ia pun menghampiri Po , lalu dengan sengajanya ia menabrak Po .

Brakkk ~~~

Tumpukan berkas itu pun langsung berhamburan ,
"Kau ini bagaimana kau tidak lihat aku sedang berjalan mengapa kau menabrak ku hah" Daw pun memarahi Po .
"Maaf kan aku Phi aku tidak melihat mu , maafkan aku" ia pun berbungkuk pada Daw . Daw yang melihat itu pun tersenyum bangga . Lalu ia pun pergi dan menyenggol Po . Po pun langsung membereskan kembali berkas berkas yang tadi berhamburan .

Kali ini Kinn dengan pegawai lainnya sedang melakukan rapat bersama . Po sedang menjelaskan perkembangan perusahaan , dia menjelaskan dengan detail setiap perkembangan perusahaan Kinn tahun ini . Kinn terlihat tersenyum bangga pada Po . Tapi berbeda dengan Daw dia terlihat begitu malas mendengarkan penjelasan Po .

Rapat pun selesai , Kinn pun pergi dari ruangan itu disusul dengan pegawai lainnya . Namun Daw masih tetap duduk sambil menatap Po yang sedang membereskan meja .
Po yang sadar dengan tatapan Daw pun merasa tidak nyaman . Lalu ia pun dengan tergesa gesa pergi dari ruangan itu , namun tiba tiba Daw mencekal tangannya . Po pun merasa kaget lalu ia berbalik menghadap Daw . Ia merasa ketakutan saat ini , karena Tatapan Daw padanya .
Lalu Daw pun mendekatkan wajahnya pada Po , Daw berbisik pada telinga Po ,
"Jauhi Khun Kinn jika kau ingin selamat" . Daw pun melepaskan cekalan tangannya pada Po dengan kasarnya . Ia pun pergi meninggalkan Po . Po pun memegang tangannya yang terasa sakit karena ulah Daw . Ia pun terdiam karena perkataan Daw barusan , apa maksudnya .
Mengapa ia harus menjauh dari Khun Kinn .

Can I Be Happy Again ?Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang