Nanon kini sedang berada di kamarnya, mencoba melanjutkan tidurnya yang terganggu semalam.
Tapi setiap ia memejamkan matanya entah kenapa ada bayangan sosok pria bertangan kekar yang sedang mengerayangi tubuhnya, entah lah apakah efek alkohol tadi malam masih menempel di tubuhnya atau delusinya membayangkan bagaimana sosok pria kekar tadi mendesah di atas ibu nya semalam.
"Ahhh sialan sepertinya aku harus memintanya melayaniku juga" gelisah Nanon yang matanya mengantuk tapi tidak dengan kepalanya.
Nanon kembali keluar kamarnya mencari ibunya apakah masih bersama pria tadi atau tidak.
"Pawat ini tips untukmu, terima kasih untuk tadi mlm" terdengar suara Mook yg memberikan sejumlah uang yang cukup banyak pada Ohm.
"Terimakasih phi sudah mau membantuku, sampai jumpa lagi di tempat yang berbeda,atau mungkin di tempat yang lebih sopan dari seblmnya" salam perpisahan dari Ohm pada Mook
"Iya sama sama sayang,jadi lah anak yang baik dan jaga kedaimu jangan sampai ada yg menipumu lagi" ucap Mook lembut sambil membelai kepala Ohm sayang.
"Iya phi aku janji" kata Ohm sambil memeluk Mook
"Aku mencintaimu Pawat jadilah anak baik di luar sana" Mook membalas pelukan Ohm
Setelah Ohm melepaskan pelukan nya, Mook kembali menarik leher Ohm untuk menempelkan dahi mereka, Mook masih belum rela melepaskan kepergian Ohm dari rumahnya ini. Mook kembali mengelus kepala belakang Ohm berusaha mendekatkan wajah mereka hingga terasa cukup dekat untuk Mook kembali mencium bibir manis pria muda di depanya. Sampai ketika ada seseorang menarik Ohm untuk menjauh darinya mendorong Ohm hingga terduduk dilantai sana.
"Hallo jalang, waktu mu bersama ibuku sudah habis, waktunya kau bermain denganku" ucap Nanon yang kini telah duduk tepat di pangkuan Ohm sambil menarik dagu pria ibunya ini menghadapnya tanpa ragu Nanon menyentuh bibir Ohm yang nampaknya masih bengkak.
"Nanon apa yang kau lakukan,MENJAUH DARINYA!!" pekik sang ibu sambil menarik Nanon dari pangkuan Ohm, yang pasti tidak akan berguna.
Tanpa peduli apa yang ibunya katakan Nanon hanya berfokus pada pria di depanya ini menatapnya lekat "sepertinya yang kali ini cukup menarik bu, boleh aku mencobanya juga?" Ucap Nanon pada sang ibu.
Dan tanpa basa basi lagi Nanon langsung mencium bibir pria itu dengan rakus tepat di hadapan ibunya yang hanya terkejut dengan apa yang terjadi ini.
"ANAK TIDAK TAU MALU!!" Amarah Mook melepaskan ciuman Nanon pada Ohm lalu di lanjutkan dengan sebuah tamparan tepat di pipi Nanon.
Nanon terkejut seumur hidup nya ibunya blm pernah menamparnya seperti ini. Ada apa dengan pria jalang ini kenapa ibunya begitu cintanya sampai harus memperlakukan Nanon begini di depan jalangnya. Air matanya mulai menggenang menatap ibunya ia berdiri dari pangkuan Ohm kemudian menarik kerah baju Ohm sambil membawa pria itu keluar dari rumah menuju mobil pribadinya , membawa masuk Ohm kedalam sisi penumpang.
Lalu Nanon di sisi kemudi menjalan kan mobilnya menjauh dari rumahnya tadi.
Membawa Ohm ke sebuah gedung tinggi yang di yakini Ohm itu adalah sebuah apartemen pria muda yang sedang mengemudi ini.
"Keluar dari mobil ku" ucap nanon setelah memikirkan mobilnya.
Ohm hanya menurut dan mengikuti kemauan Nanon, pikiran Ohm sudah kalut entah apa yang akan di lakukan oleh Nanon setelah ini apakah dia akan di bunuh oleh Nanon karna dia telah merebut cinta ibunya atau Ohm akan di siksa Nanon karna telah bersetubuh dengan ibunya semua hal buruk sudah ada di pikiran Ohm. Kalau memang dia mati hari ini setidaknya dia akan berkumpul dengan keluarganya di alam baka. Hanya itu pikiran terpositif dari otaknya.
"Ikut aku" ucap Nanon sambil menarik tangan Ohm melewati lorong lorong ,menaiki lift, kembali menyusuri lorong hingga berhenti di sebuah pintu paling ujung di lorong yang bertuliskan 223. Nanon membuka pintu itu membawa Ohm masuk tak lupa ia mengunci pintu itu.
"Apa mau mu Non??" Tanya Ohm yang menduduk akn dirinya di sebuah sofa merah.
"Aku menginginkan kamu" dengan Nanon yang mendekat kearah Ohm kembali menyambar bibir bengkak itu kemudian mendudukan dirinya kembali di pangkuan sang pria besar nya.
Setelah tautan bibir mereka terlepas Ohm kembali berucap
"Aku tidak bisa melakukan ini denganmu" sambil menjauhkan tubuh Nanon darinya
"Kenapa aku tau kau juga bisa dengan lelaki?" Tanya Nanon yang tak mau enyah dari Ohm
"Aku tidak mau melakukan ini lagi Mook adalah yang terakhir" dengan Ohm yang mencoba menurunkan Nanon dari pangkuanya
"Aku bisa bayar yang lebih banyak dari ibuku berikan kepadamu" Nanon mencoba memberi penawaran
"Tidak aku sudah berhenti,aku tidak akan melakukan pekerjaan ini lagi" Kekeh Ohm dengan pendiriannya
"Kau itu hanya pelacur dan selama nya akan tetap begitu,sekali pun kau berhenti itu tetap tidak akan bisa" kata Nanon menarik kerah baju Ohm
"Aku memang pelacur tapi apa salahnya kalau aku ingin berhenti , ingin bisa hidup dengan cinta yang nyata ,bukan hanya nafsu belaka. Aku benci melakukan hal itu dengan orang yang tidak aku cintai" ucap Ohm tak kalah erat menarik baju Nanon
"......"
"Kau mengerti sekarang tuan muda Nanon!?" Ohm melepas kan cengraman baju Nanon melepaskan tangan Nanon dari kerah bajunya berjalan pergi kepintu yang tadi baru mereka masuki
"Kalau begitu aku akan membuat mu jatuh cinta kepadaku" ucap Nanon sebelum Ohm berlalu pergi dari tempat itu
Lakukanlah semaumu .
Itulah benak Ohm setelah pergi meninggalkan Nanon.
.
.
.
.
Di sini lah Ohm tengah kembali membersihkan kedainya yang akan di buka kembali. Ucapkan selamat pada Ohm karna dia akan menjalani kehidupan barunya ini, dibantu dengan saudara angkatnya Perth dan mami Jo
Mempersiapkan segala sesuatu untuk pembukaan kedai kopi milik Ohm yang akan di buka pukul 8 pagi ini.
"Tuhan betapa bahagianya phi mu itu nong, lihat lah senyum nya, bagaimana tidak ramai klo yang melayani putraku yg tampan ini" ucap mami jo berbicara dengan Perth. "Iya mi apa lagi mereka bisa menemui barisata tampan sempertiku" narsis Perth. Begitulah kedua saudara ini meski pun bukan kandung tapi mereka saling melengkapi.
"Apon...."
Terdengar suara seorang gadis yang meneriaki nama asli Perth dari pintu masuk, membuat mami Jo yang asik mengobrol dengan Perth mengalihkan fokusnya.
"Oohoww siapa itu nong??" Goda mami Jo.
"Siapa pun dia tentu dia targetku " bisikan Perth pada mami Jo, kemudian menghampiri gadis disana.
Dasar anak muda. Mungkin itu yg di pikirkan mami jo.
"Vanila late 1, maca 1"
"Baik atas nama siapa?"
"Calon pacar Ohm Pawat" ucap Nanon tepat pada pelayan yaitu Ohm pawat.
Tbc.
Hari ini segini dulu ya, soalnya aku masih kaget sama NCnya OhmMook.
Padahal aku sendiri yg nulis aku yang gak rela bacanya.
Tapi udah terlanjur di publis. Yahh kita lanjutin aja kali ya
Jangan lupa vote dan komenya guys
Happy New year 2023
KAMU SEDANG MEMBACA
Pacar Sewaan
RandomPawat adalah pacar sewaan ibu Nanon. Nanon kesal dengan ibunya pada akhirnya Nanon mencoba mengoda Pawat
