"Zea, yuk pulang. Tadi Paji udah nelpon sama ngespam lo tau, kenapa HP lo, lo silent? " tanya Justin.
"Hehe, gue suka disini. Jadi gue gak mau di ganggu" Zea beralih menatap Hana dan nenek.
"Yah, rajutan nya belom selesai bun, gimana dong? " tanya Zea sedikit kecewa. Pasalnya mereka sedang merajut, nenek yang merajut topi, Hana yang merajut kardigan dan Zea yang entahlah ia merajut apa namun semuanya terlihat cerah.
"Gakpapa, nanti kita lanjutin lagi, sering sering aja main kesini" Zea memberikan dia jempol nya seraya tersenyum lebar kepada Hana.
"Ya udah kalo gitu Zea pamit ya nek, bun" Zea menyalimi tangan nenek dan Hana dan di susul Justin.
"Hati hati ya nak, Uwoo juga hati hati bawa wowo nya" Justin mengangguk kan.
"Iya nek"
...
Zea tersenyum melihat suasana kota malam hari, ia tak pernah motoran keluar lagi, terakhir 5 bulan lalu bersama Ajun memang Ajun itu sangat tidak mau keluar apalagi malam hari.
"Lo gak malu Zea? " tanya Justin tiba tiba, mereka membawa motor dengan pelan, mereka juga sudah mulai memasuki komplek perumahan Zea.
"Malu kenapa? " tanya Zea kebingungan.
"Ya karena di boncengin gue lah" Zea memutar bola mata malas, ia menggeplak kepala belakang Justin, untung saja ia menggunakan helm.
"Stop insecure Justin, lo jelek kayak gini aja gue masih mau nemenin apalagi lo ganteng kayak Jeongwoo treasure"
Justin menyengir lebar.
"Tapi kalo menurut lo gue mirip sama jeongwoo treasure gak? " tanya Justin ngawur
"Warna kulit lo mirip kok" Justin mengernyit
"Mana ada idol kulit nya item"
"Ada, Jeongwoo item. Lebih ke tan sih, lo juga gitu kok bedanya punya jeongwoo cerah kalo lo gelap seperti masa depan mu"
"Sekate Kate lu! "
"Hehe, tapi serius deh warna kulit lo mirip kalo gak kusam pasti bagus banget" ujar Zea semangat.
"Menurut lo gue harus perawatan? Nanti malah di bilang banci lagi"
Zea kembali memukul belakang kepala Justin, kesal sekali rasanya sampai ingin menendang Justin sampai tersungkur, namun jika ia melakukan nya ia malah ikut jatuh dari motor kan tidak lucu.
"Gak ada ya sejarahnya cowok kalo perawatan itu banci, lagian kata lo, lo mau glowing pas nanti kelulusan. Nah lo bisa tuh perawatan dari sekarang" Justin tampak berfikir sebentar
"Oke deh, nanti rekomendasiin skincare bagus buat gue ya besteh" Zea mengangguk semangat.
Saat mereka sedang melewati sebuah kafe outdoor Zea tidak sengaja melihat Ajun yang sedang duduk berdua dengan perempuan yang ia yakini adalah Risa, tampak semangat sekali Ajun tertawa lebar.
Jujur saja, Zea sudah melihat semua ekspresi dari wajah Ajun, namun melihat Ajun tertawa dengan orang lain ia sedikit sakit dan sedih.
Justin memang bermotor dengan pelan menyadari Zea yang diam ia melirik ternyata ada Ajun yang sedang bersama perempuan. Karena paham Justin segera menaikan kecepatan yang membuat Zea hampir terjengkang kebelakang jika tidak segera memeluk pinggang Justin.
"WOI LO BEGO YA! LO MAU GUE MATI MUDA? " teriak Zea kesal.
"Hehe, maaf Zea. Replek" Zea memutar bola matanya malas ketika Justin sudah memelankan laju motor nya dan sudah mulai masuk ke komplek rumah nya.
"Arigamsatengkyu Justin bieber! " Justin mengangguk dengan malas.
"Kalo gitu gue balik duluan" Zea melambaikan tangan nya yang berakhir di balas jari tengah oleh Justin.
"Darimana aja lo? " Zea tersentak melihat Paji yang berdiri di belakang nya dengan Jika di samping nya sambil memakan ciki dan memeluk boneka kelinci merah muda.
"Dari tadi" jawab Zea ngasal, ia bukan nya tidak sopan namun tidak suka melihat orang yang sedang menatap polos ke arahnya.
"Zea, kalo di tanya jawab yang bener. Lo itu cewek Zea, jalan dari sore sampe malam gini gak punya rumah lo? Jangan mentang mentang ayah gak merhatiin lo, lo jadi seenaknya gini" Zea menatap kesal Paji
"Apaan sih lo, Ayah merhatiin gue, lo jangan sok tau! Gue juga udah biasa kan pulang malam kalo sama Ajun—
" itu sama Ajun" potong Paji.
"Lalu apa bedanya gue sama Justin? Justin temen Ajun temen lo juga, gue juga gak keluyuran" jawab Zea menggebu-gebu
" masa kakak gak jalan sih sama kak Justin? " nah ini nih yang membuat Zea tidak suka dengan Jia, ia terlalu suka ikut campur.
"Jia bener, mana kita tau lo di luar ngapain sama Justin, atau di rumah itu sendiri" Zea tak Terima rasanya melihat Paji menatap remeh ke arah nya.
"Lo kok gitu si kak? Wajar kan gue mau main? Gue gak ada temen kak, kalo gue ada temen cewek juga gue bakal main sama dia daripada sama Ajun atau Justin! "
"Lo bisa main sama Jia! Gue gini karena gue sayang dan khawatir sama lo Zea! " Paji itu gengsian jika dengan Zea namun dengan Jia tidak. Namun karena sudah emosi Zea menatap tajam Paji.
"Gue gak mau main sama Jia, gue mau main sama Lo! Tapi lo main sama Jia terus! Asal lo tau gue sendirian, kalo gak ada Ajun entah kayak gimana gue sekarang!!! " ia berteriak emosi.
"Kita bisa main bertiga—"
"Lo diem! Jadi adek tiri gosah sok sokan ikut ikutan urusan gue sama abang gue! " Tekan Zea
"ZEA! SIMPEN MULUT KURANG AJAR LO ITU"
"Lo ngebentak gue? OKE, OKE. GUE BENCI LO KAK! LO SELALU MENOMORDUAKAN GUE DI BANDING JIA, LO SELALU GENGSI DENGAN GUE TAPI GAK SAMA JIA, LO SELALU MAIN SAMA DIA TANPA NGELIAT GUE! GUE SENDIRIAN KAK! AJUN JUGA UDAH PUNYA CEWEK, DAN GUE MAKIN SENDIRIAN. KALO GITU GUE MAU MAIN SAMA SIAPA? AYAH? HAHAHA GOSAH MIKIR KEJAUHAN KAK! gue. Benci. Sama. Lo! "
Zea berlari dengan berderai air mata kedalam rumah, ia tak menyangka Paji akan membentak nya seperti itu, ia tau ia salah karena tidak mengabari Paji sampai jam 9 malam namun ia tak seharusnya seperti itu. Ini adalah perkelahian terbesar mereka selama ini.
"Kakak kekanak-kanakan, gak tau apa kita khawatir disini" Jia mencak mencak lalu masuk ke dalam rumah, Paji mengacak rambut nya kasar.
"Maaf dek"
...

KAMU SEDANG MEMBACA
Weird by. kim junkyu
Novela Juvenilmempunyai sahabat yang super duper mageran? namun di balik itu semua ia memiliki hal yang selalu aneh di mata Zea. Juna pratama, adalah sosok sahabat Zea. Mahluk mageran yang sering di pangil 'Ajun' oleh Zea. Walaupun Ajun seorang yang mageran nam...