Sebelum brief

10 1 0
                                        

Saras datang tepat pukul lima sesuai dengan jarkoman yang berada di grup panitia. ketika dia datang, tentunya panitia penjaga stage masih tertidur dan banyak panitia lain yang belum datang.

"matahari belum keluar tapi kok udah cerah banget, ternyata jodoh gue baru aja dateng."

Saras berbalik dan melihat Garin datang sambil membawa kopi instan. "pagi-pagi udah bikin geli aja."

"mau dibikin sayang nggak, Ras?"

"nggak, makasih." Saras melihat jam tangannya. "ini nggak mau koar-koar digrup? mau briefing jam berapa?"

"bentaran nanti brief jam enam aja aman kok, biar anak-anak pada istirahat dulu kasian semalem pada begadang."

"kenapa ada masalah?"

"sempet bermasalah aliran listrik nggak nyampe ke tenda barat, tapi tadi udah clear sih."

"oke deh, semangat ya Rin." Saras menepuk pundak Garin lalu berjalan melalui laki-laki itu dengan santai.

"ini nggak mau kasih semangat sambil cium kening?"

Garin tertawa keras melihat dari belakang perempuan beramput sebahu itu tampak bergidik merinding.

"gais ini jam berapa ya?" Agam terduduk diatas panggung yang mendadak jadi kasur berjamaah milik panitia.

"jam lima lewat dua satu."

"astagfirullah, gue belum subuhan." matanya langsung terbuka dan menyelampirkan sarung dipundak, lalu berlari menuju masjid kampus yang tidak jauh dari letak panggung.

Garin menggeleng, ia naik ke atas panggung dan membangunkan temannya pelan satu persatu.

"bangun gais, udah mau jam 6 kita masih briefing juga. ayok bangun.. bangunn.."

"cuci muka ya gais, biar segeran." sahut Saras.

"sarapan panitia dateng jam berapa, Ras?" Gala merenggangkan ototnya yang terasa kaku karena tidur di tempat yang keras.

"nggak tau deh, kenapa nggak tanya Salsa aja. dia temen lo kan?"

"oh iya."

Saras kembali membangunkan panitia yang masih bergulung dengan nyaman di dalam sarung.

"Salsa temen lo, Gal?"

"yoi."

"Halo Sal? posisi."

"oh oke deh, ati-ati."

"temen lo cakep ya."

"iya." Gala merenggangkan ototnya kembali, "kenapa lo naksir?"

"nggak naksir, kesemsem aja."

"sama aja bambang! lo kesemsem berarti naksir, jangan macem-macen gue sembelih lo."

"lo naksir juga."

"engga, lo tau gue udah punya cewek."

"kenapa protektif gitu."

"temen gue itu."

Garin berdiri sambil memasang wajah malas, "ya kali."

"ayo temen-temen jam 6 pas gue mulai briefing nya, yang dateng telat jatah jaga panggung ditambah sehari." teriak Garin membuat panitia yang awalnya masih gelendotan langsung berhamburan mencari toilet terdekat.

"nih, minum."

Garin menoleh kesamping dan langsung tersenyum hingga lesung pipinya tampak lebih dalam. "eh sayangku, makasih lo. anak-anak kita pasti bangga punya bunda pengertian gini."

"anak-anak mata lo."

"aduh bundanya galak, gapapa. biar anak-anak kita disiplin ya Ras?"

"serah lo deh, Rin." Saras berbalik dan menjauhi Gari menuju panitia yang lain untuk memberikan teh hangat.

"JADI ABIS ACARA KITA JADI NONTON KAN RAS??!!" teriak Garin yang langsung mendapat sorakan dari panitia lain dan juga gelengan Saras.

•••

Mas Garin yang semaleman jaga panggung sambil begadang🤧

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Mas Garin yang semaleman jaga panggung sambil begadang🤧

Garin and his journeyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang