13. kesedihan

784 51 15
                                        

2 minggu tepatnya Rose koma, Jimin pun selama 2 minggu itu mencari tahu siapa yang melakukan kegaduhan di acaranya tersebut

Jimin yang sedari tadi memandangi Rose, ada yang membuatnya mengernyitkan dahi ya, tamgan Rose bergerak

"Ro-rose, DOKTER DOKTER ROSE BANGUN DOKTER" Jimin teriak memanggil dokter, ia memencet bell di samping kasur Rose untuk memanggil dokter

tak lama dokter dan beberapa perawat pun datang, segera mereka memeriksa keadaan Rose

mata rose pun mulai terbuka, nafasnya madih tengsenggal-senggal, Jimin memegang tangan Rose dengan senyum yang tak bisa di artikan

"sepertinya keadan Rose membaik pak"

"terimakasih dokter"

"iya pak, saya ijin pamit ya" Jimin mengangguk, Dokter dan perawat itupun keluar dari kamar rawat tersebut

Jimin menangkup pipi rose, ia menunggu rose membuka matanya dengan sempurna

"ji-jimin"

"iya rose, ini aku"

rose melihat kebawah ke arah perutnya, mengapa perutnya rata?

"a-anak aku kemana jim?" mata rose sudsh berkaca-kaca sekarang

"ma-maaf rose... dia ngga bisa di selamatkan" Jimin menunduk tak mampu melihat rose dengan muka kecewanya

"hahh? kamu bercanda kan IYA KAN? NGGA MUNGKIN JIM  HIKS NGGA MUNGKIN" Rose nangis sejadi-jadinya

"ke-kenapa? kenapa bisa jim hiks? kenapa kamu ngga bisa nyelametin dia jim?" Rose memukul- mykul dada bidang Jimin menyalurkan kesedihannya

"maaf, akibat kejadian gaduh di acara itu kamu harus kehilangan bayi kamu" Jimin mengelus pucuk kepala Rose, berusaha menenangkan wanita itu

"hiks... kamu jahat hiks..."

tok..tok..tok..

"mama?" Jimin melihat mamanya datang langsung menghampiri mamanya, membawa kantong yang di tangan mamanya

"sayang... mama turut sedih ya" Mama jimin mengelus kepala Rose, berdoa agar Rose diberi kekuatan

"makasih ma"

🔪🔪🔪

Rose sudah boleh pulang dari RS, sekarang Rose sudah ada di rumah nya, ia menangis di atas kasur sambil memegang foto hasil usg nya, padahal ia berharap sekali kalau anaknya bisa lahir

"Rose" panggil jimin

"ya?"

"mau jalan-jalan?" tanya Jimin

Rose berfikir sejenak, apakah lebih baik ia pergi bersama jimin? untuk menenangkan pikirannya

"boleh"

"yaudah ganti baju ya"

"iya"





disini sekarang mereka, di taman Firdaus, taman yang sangat cantik, ada danau yang banyak bebek disana, suasanya sangat mendukung untuk menenangkan diri

"Rose gua minta maaf ya, maaf ngga bisa jaga anak lu"

"ngga papa ka, lagian bukannya kaka juga ngga mau anak ini lahir tadinya? kalau anak ini lahir juga kita kan cerai ka, jadi kaka ngga usah ngerasa bersalah, aku udah ngga papa ko"

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jan 21, 2023 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

My Psychopatic Husband Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang