Jimin sedang berhenti di pinggir jalan, setelah ia berangkat dari rumah, ia merasa sangat malas untuk kuliah, ia tak mau berhadapan dengan seulgi dulu, semua orang akan berpikir bahwa ia adalah orang yang tak waras, kenapa? Lihat kondisinya sekarang, muka pucat nya, baju yang sangat sangat berantakan, celana yang lecek, rambut yang tak tau kemana arahnya, dan tali sepatu yang tak diikat
"Arghhhhh, kenapa?? Kenapa si benalu harus masuk ke kehidupan gue!?" Jimin mengacak ngacak Surai miliknya
"Liat aja nanti si benalu, bakal gue bikin sengsara Lo! Gue Benci sama Lo! I Will kill you benalu" Jimin menyalakan lagi mobilnya, ia melaju dengan sangat cepat
Ia tak memikirkan keadaannya sekarang, yang jelas ia ingin refreshing otaknya dulu
Ia berhenti di sebuah danau, danau dimana kejadian manis yang ia lalui bersama seulgi, di sana mereka jadian, dan disana pula mereka putus
"Jim, aku mau putus, aku ngga mau berhubungan sama istri kamu lagi, kita emang ngga jodoh Jim, maaf, i love you"
Kalimat itu masih terngiang di pikiran Jimin, ini semua karena benalu itu, ia tak akan pernah memaafkan benalu itu
"Seulgi aku kangen sama kamu" lirihnya
Ia tak sengaja melihat sepasang suami istri yang sedang bermain bersama anaknya, ia merasa ada hal aneh jika melihat hal seperti itu, apakah ia ingin memiliki anak? Pasti, tapi tidak dengan benalu yang ada dirumahnya, ia ingin memiliki anak bersama Seulgi
Ia melihat istri dan anak itu pergi meninggalkan lelaki itu, lelaki itu mendekat pada Jimin, lalu duduk di dekat Jimin
"Mas, saya boleh duduk sini ya" ucap lelaki itu
"Iya silahkan" balas Jimin
"Mas udah punya istri?" Tanya lelaki itu
"....be-belum" jawab Jimin setengah ragu
"Mas saya kasih saran ya, kalau mas punya istri jangan di siksa mas, nanti kena kualat kayak saya, dulu saya tuh seringgggg banget mukulin istri saya, saya pernah sayat pahanya, mukul dia pakai rantai, pokonya saya dulu sadis banget deh ke istri saya, eh beberapa tahun kemudian saya dikasih musibah sama Tuhan, dan disitu cuma istri saya yang mau nolong saya, dan saya baru sadar kalau saya cinta banget sama istri saya" kata lelaki itu panjang lebar
"Iya mas" jawab Jimin
"Mas mau tau ngga kenapa saya dulu sering banget mukulin istri saya?" Tanya lelaki itu pada Jimin
Haduehhh ni cowo bacot banget sih, eh tapi ga papa deh dari pada gue gabut~ batin Jimin
"Kenapa mas?" Tanya Jimin
"Saya sama istri saya dulu di jodohin, terus karna perjodohan itu saya jadi putus sama pacar saya, alhasil saya jadi benci sama dia, saya jadi terus mukulin dan siksa dia" ucap lelaki itu
Jimin merasa kisah lelaki yang di sampingnya ini sangat persis dengan kisah yang ia lalui, bedanya lelaki ini akhirnya jatuh cinta pada istrinya, kalau Jimin, akan selalu membenci benalu itu
"Owh, cerita mas berkesan banget buat saya" ucap Jimin
"Iya, eh istri saya udah manggil tuh mas, saya duluan ya" lelaki itu pun menghampiri istri dan anaknya
"Seulgi, aku kangen banget sama kamu, aku janji akan ninggalin benalu itu demi kamu seul, i really Miss you" ucap Jimin pelan
Ia mengedarkan pandangannya, ia melihat bibir danau sangat ramai dengan pasangan pasangan, anak anak yang sedang berlarian, dan ada satu pasangan yang menyita perhatiannya, yang cowo adalah kai, teman satu kampus nya, tetapi kai jurusan dokter, dan gadis yang di sampingnya adalah........seulgi. wait wait SEULGI!?
"Seulgi!? What? Dia baru aja putus sama gue kemarin, tapi sekarang udah gandeng cowo lain? Keterlaluan" Jimin ingin sekali menghampiri mereka, tetapi ia tak ingin bermasalah dengan seulgi, jadi ia pergi dengan amarah yang memuncak
.
.
.
Jimin kembali kerumah dengan perasaan yang campur aduk, antara sedih, kesal, dan benci
"Eh ka Jimin udah pulang?" Tanya Rose terlihat selesai masak
"Ka, makan yuk, aku udah masak makan kesukaan Kaka" ucap Rose
"Emang Lo tau makanan kesukaan gue?" Tanya Jimin dengan malas
"Nasi goreng seafood pakai daun seledri" ucap Rose
Dia tau dari mana? Seulgi aja ngga tau~ batin Jimin
"Hmm, awas aja kalau ngga enak!" Ucap Jimin
Ia mencobai masakan yang di masak oleh Rose, ia merasa masakan itu bisa membuatnya melupakan masalah yang ia hadapi sekarang ini
"Gimana ka?" Tanya Rose antusias
"Biasa aja" jawab Jimin yang membuat garis lengkung di bibir Rose luntur
"Yaudah ka aku ke dapur lagi ya, mau beres beresin bekas masak tadi" ucap rose tapi di tahan oleh Jimin
"E-eh kenapa ka?" Tanya Rose dengan senyum malunya
"Duduk" perintah Jimin
"Ha? Tumben ka, ada apa?" Tanya Rose
"Lo jangan geer ya, gue ngomong kayak gini gara gara mood gue lagi bad" ucap Jimin
"Okay"
"Masakan Lo not bad lah, lumayan, and bay the way thanks" ucap jimin
"Tadi Kaka bilang biasa aja" ucap Rose
"Kan tadi bukan sekarang"- Jimin
Keadaan yang sedang terjadi di antara mereka adalah keadaan yang canggung + hening, mereka bergelut dengan pikiran mereka sendiri
"Ka" panggil Rose
"Hmm"
"Gimana skripsi Kaka?" Tanya Rose
"Udah selesai" jawab Jimin yang lumayan dingin
"Nanti kalau udah lulus mau langsung kerja?" Tanya Rose lagi
"Ganti papa di kantor" jawab Jimin
"O-oke, aku ke dapur ya ka, mau beresin piring" rose pun pergi ke dapur dengan ekspresi bahagia yang tak luntur di wajahnya
Nyaman juga sih, tapi tetep aja benalu~ batin Jimin
🔪🔪🔪
Mina pergi ke dapur untuk mengambil minum, ia baru saja selesai membersihkan halaman belakang rumah
"Ka" panggil Rose pada Mina
"Ya?" Tanya Mina
"Masa tadi kan, ka Jimin ngomong sama aku, terus dia makan masakan aku, terus yang paling penting dia bilang enakkkkk" ucap rose dengan histeris
"Kemajuan tuh Rose, lain kali bikin makanan kesukaan dia aja lagi" ucap Mina
"Shiaaaap"
🔪🔪🔪
Oke sampe sini ya gengs, ngga selamanya mereka baik baik ya, siapa tau next chapter ada kekerasan again, who knows?
But, sorry karna short story, tapi next chapter akan aku buat long story okay '3'
Oh iya, kalian bisa hargain orang kan? Plis lah vote yg banyak, emng dikiranya bikin cerita gini ngga cape!? Kalian mah enak tinggal baca doang, ngga punya perasaan banget sih!
Oke jangan lupa voment ya, pencet bintang sebanyak banyaknya
Vote!
Vote!
Vote!
Vote!
Vote!
Vote!
Vote kalian mendukung mood ku banget
Bye, nomu nomu calange reader ❤️❤️❤️
-leo🍀
KAMU SEDANG MEMBACA
My Psychopatic Husband
Fan-Fictionperjodohan. satu kata yang sangat Jimin benci, ia tak suka jika di jodohkan dengan gadis yang tak ia cintai, menurutnya cinta itu memilih bukan di pilih semua orang berhak mencintai, begitupun dengan Rose, gadis cantik kelahiran Auckland, Selandia B...
