Draco terengah-engah setelah berlari dari dalam hutan menyelamatkan dirinya sendiri. Ia kemudian bersender pada sebatang pohon besar untuk beristirahat sebentar menetralkan nafasnya.
Tapi sayang, ternyata ia juga ketiduran di sana selama satu jam lamanya.
Draco baru bangun setelah suara gagak berhasil menyadarkan dirinya dari tidur dadakan. Draco merutuki kebodohannya karena bisa-bisanya ia malah ketiduran.
Oh ayolah, Draco kelelahan. Belum lagi perutnya sakit karena terluka. Itu bukan karena bertarung, melainkan karena terkena batang pohon saat ia berlari menyelamatkan diri dari Sisio.
Ponselnya berbunyi, dan betapa terkejutnya ia kala itu telfon dari si malaikat pencabut nyawa- Ayah Brenda.
"Sial!" umpatnya. Draco bernafas seperti orang yang tengah berlari, kemudian mengangkat telfon itu. "Tuan, tolong kami! Kamu terpojok, aku kehilangan Brenda."
"Aku sudah mengatakan untuk menjaga anakku sialan, apa yang kau lakukan?"
"Ini di luar kendali, kami banyak kehilangan anggota dan juga kehabisan peluru." Jawab Draco. "Aku sedang mencarinya saat ini, bisakah Tuan mengirimkan bantuan segera sebelum aku benar-benar mati dan tidak bisa mencari Brenda?!"
"DRACO, AKU AKAN MEMENGGAL KEPALAMU JIKA TERJADI SESUATU PADA ANAKKU!"
Draco menelan ludahnya, ia lalu berpura-pura seperti kehilangan sinyal, lalu mengaduh seperti orang terjatuh dan langsung memutuskan sambungan telfon.
"Aku harus mencari Brenda!" Draco hendak kembali naik ke hutan, tapi langkahnya terhenti tiba-tiba. "Kalau aku kembali, mereka tidak akan bisa menemukanku."
"Dan juga, bagaimana kalau Robertson menemukanku? Sebaiknya aku tunggu bantuan datang!" Draco mulai frustasi.
Jangan salahkan Draco yang bersifat seperti seorang pengecut, dia memang sudah diajarkan untuk berbohong pada Ayah Brenda oleh Brenda itu sendiri jika mereka tersudut.
Ya sebenarnya ia cukup bertanggung jawab, tapi Brenda bilang tak apa berbohong pada ayahnya saat mereka tersudut.
Butuh waktu satu sekitar jam menunggu bantuan datang.
"Ku kira kau mati." Ujar anak buah Clark pada Draco, sembari melemparkan pistol.
"Jangan memojokkan ku dulu, yang terpenting sekarang itu Nona." Akhirnya Draco memimpin pencarian Brenda ke dalam hutan.
Langkah demi langkah mereka susuri, sampai akhirnya kelompok Clark mendengar suara langkah kaki lain.
Ya betul sekali, itu Sisio dan kelompok Robertson. Tampaknya Robertson telah lebih dulu sampai lewat jalan lain.
Draco dan Clark kemudian mengangkat pistolnya, ketika itu terjadi Robertson juga ikut menodongkan pistol.
"Apa kau masih ingin bertarung nyawa denganku?" tanya Sisio.
Draco tertawa, "kau pikir aku akan takut setelah sebelumnya kita bertarung? Jangan harap!"
Draco dan Sisio saling melempar tatap, seolah sebelumnya terlibat pertarungan sengit.
Padahal yang sebenarnya terjadi adalah, ketika Sisio dan Draco kehabisan peluru, mereka bertarung menggunakan tangan kosong. Itu lah kenapa banyak luka lebam di wajah keduanya, tak lupa dengan bibir mereka yang berdarah.
Namun itu tak berlangsung lama karena akhirnya keduanya memilih untuk berlari menyelamatkan diri satu sama lain dengan persetujuan untuk tak saling mengejar.
Lawak memang.
Di saat mereka berdua tengah beradu argument dan menodongkan pistol, tiba-tiba Rick datang dengan membawa emas di punggungnya tenang sekali.
