Rhino menekan sandi untuk membuka gerbangnya, lalu menjalankan mobilnya untuk segera pergi ke kantor, dia gak perlu turun buat tutup gerbang karna gerbang itu akan tertutup secara otomatis, mobilnya berjalan pelan saat akan naik ke jalan, dia melihat seorang anak tengah berjongkok di pinggir jalan dengan seragam sekolahnya.
"Dek?"
Yang dipanggil menoleh, dia berdiri lalu menyebrang jalan mendekati kaca mobil Rhino yang terbuka, "Apa om?" Katanya.
"Mau berangkat?"
"Iya, tapi Sam lama banget jemputnya."
"Yaudah bareng saya aja, kita satu arah." Rhino menawari karna dia memang mengenali seragam yang anak itu pakai, dia tau dimana letak sekolahnya.
"Serius om? Gak ngerepotin?"
"Engga, cepat naik, nanti kamu telat."
Maka dengan cepat, si bocah yang ternyata Jihan itu jalan memutar, lalu masuk dan duduk di kursi samping Rhino.
Jihan terus melirik seisi mobil Rhino yang menurutnya sangat keren, gak kayak mobil bapaknya yang udah 10 tahunan gak ganti, udah butut kalo kata Jihan mah.
"Kamu gak ada kendaraan buat sekolah?"
Jihan menoleh karna diajak bicara, "Ada motor matic om dirumah, tapi lagi dipake emak."
"Motor kamu tadi malam?"
"Gaboleh naik itu om, katanya berisik, nanti disita motornya sama pihak sekolah."
Ya jelas sih, suara knalpotnya udah kayak petasan taun baru begitu.
"Kalo kamu gaada kendaraan, tunggu saya aja di depan, biar bisa numpang."
"Heheh, ini mobil om ga akan lecet kah kalau dinaikin sama orang kucel kayak aku?"
Minho terkekeh mendengar ucapan Jihan, "Kata siapa kamu kucel?"
"Kata Sam sama Feri."
"Haha, engga kok, kamu imut." Rhino menatap pipi Jihan, pengen cubit tapi takut Jihan ga suka.
"Om, aku ganteng gak?"
"Hm.. kamu ganteng."
"Wuishh." Langsung saja tingkat kepedean Jihan melambung tinggi, tuh anak langsung ngeluarin hp buat ber-selfie ria, mumpung lagi naik mobil keren.
"Eh iya, nama kamu siapa?"
"Jihan om, om siapa?"
"Rhino."
"Wow namanya keren kayak orangnya." Jihan mengacungkan jempolnya setelah memuji Rhino.
Rhino cuma terkekeh lucu di tempatnya, mobil dipelankan karna mereka telah sampai di sekolah Jihan, Rhino memanggil anak itu sebelum Jihan keluar dari mobilnya.
"Apa om?"
"Boleh cubit pipi kamu?"
Mata bulat Jihan berkedip lucu, lalu dia bertanya "Kenapa?"
"Itu, pipi kamu lucu."
"Iyakah? Yaudah nih." Jihan membuat senyum datar dengan bibirnya, membuat kedua pipinya menumpuk di samping, langsung saja Rhino mendekatkan tangannya.
Menyentuh pipi lembut itu yang ternyata begitu kenyal saat dicubit pelan, gak cukup cuma satu pipi, Rhino menyentuh dua pipi Jihan dan menguyelnya dengan jari-jari tangannya.
"Gemas." Ucapnya mengakhiri kegiatannya menguyel pipi Jihan, lalu membiarkan anak itu keluar dari mobilnya.
"Makasih om Rhino."
KAMU SEDANG MEMBACA
om Rhino<3 [minsung]✓
FanfictionTentang Jihan, bocil jamet alay dan tetangga tajirnya, om Rhino BxB Mature Local [COMPLETED]
![om Rhino<3 [minsung]✓](https://img.wattpad.com/cover/333581782-64-k404174.jpg)