Swara dan Laks sampai diruang tamu. Terlihat Sharmishta yang duduk disofa yang sudah menunggu mereka dari tadi. Swara dan Laks masih berdiri dan mereka juga menunduk. Itu menunjukkan kalau mereka takut pada Sharmishta.
"Kalian dari mana?" tanya Sharmishta.
"Dari taman Bibi," kata Laks.
"Dari taman tapi kenapa kalian masuk diam-diam seperti pencuri dan kenapa kalian seperti orang ketakutan. Kalian berdua juga kenapa pakai menunduk segala, emangnya kalian sudah membuat kesalahan?"kata Sharmishta.
Swara dan Laks menatap satu sama lain dan mereka lega karena Sharmishta tak marah pada mereka. Swara segera duduk disamping Sharmishta lalu memeluknya dari belakang. Sedangkan Laks juga duduk.
"Enggak papa Ibu. Aku dan Laks hanya sedang bermain saja tadi. Lagi pula aku kira tidak ada orang dirumah," kata Swara berbohong.
"Kalian berdua memang kadang-kadang sikapnya aneh.Dan satu hal lagi jangan kayak tadi lagi. Kalian itu sudah dewasa bukan anak kecil lagi," kata Sharmishta.
"Iya Ibu. Aku mengerti," kata Swara melepaskan
"Dan kau Laks. Seharusnya kau itu sudah bekerja bukan malah hanya bersenang-senang dengan Swara setiap hari. Swara tidak bekerja karena Bibi dan Paman melarangnya. Sedangkan kau adalah seorang pria yang akan menjadi tulang punggung keluarga dan apakah kau akan terus bergantung pada orang tuamu? Jika kau akan menikah atau dijodohkan pasti keluarga pihak perempuan akan menanyakan pekerjaanmu karena mereka tak akan menikahkan putri mereka dengan seorang pengangguran walaupun kau dari keluarga kaya raya,"kata Sharmishta membuat Laks menyadari kalau dirinya belum pantas bersama Swara. Dan itu seperti tamparan keras yang tak membekas di pipi tapi membekas dihati.
"Iya Bibi," kata Laks yang menahan rasa sakit dihatinya. Walaupun perkataan Sharmishta kenyataan tapi itu menyakitkan. Sebenarnya bukannya Laks tak ingin bekerja tapi dia tak ingin membuat Swara kesepian tanpanya.
"Aku harap Laks tak akan marah padaku setelah perkataan Ibu tadi karena itu pasti sangat menyakitkan baginya," batin Swara yang tau bagaimana perasaan Laks sekarang.
"Bibi juga pasti akan menikahkan Swara dengan pria yang sudah bekerja entah itu dari keluarga kaya atau menengah seperti keluarga Bibi," kata Sharmishta.
"Bibi aku permisi dulu karena aku masih ada urusan," kata Laks berbohong agar dia bisa segera pergi dari sana.
"Iya Laks," kata Sharmishta lalu Laks pergi dari sana.
"Kenapa Ibu berbicara seperti itu pada Laks?"tanya Swara marah.
"Ibu hanya ingin membuat Laks berubah karena Ibu tak ingin memiliki calon menantu yang hanya mengandalkan uang orang tuanya saja," kata Sharmishta.
"Tapi perkataan...... Tunggu dulu, tadi Ibu bilang Laks calon menantu. Aku tidak salah dengar kan," kata Swara yang masih tak percaya.
"Iya Swara. Sebenarnya Ibu sudah mengetahui hubungan kalian sejak lama tapi Ibu lebih memilih diam karena Ibu tau kalau sampai ayahmj tau ini pasti dia akan sangat marah padamu. Ibu juga sudah menanyakan pada Ayahmu tentang kriteria calon suami untukmu. Dia bilang kalau yang terpenting dia sudah bekerja dan bisa bertanggung jawab. Itu kenapa tadi Ibu mengatakan hal tadi pada Laks," kata Sharmishta.
"Aku minta maaf Ibu karena sudah menyembunyikan hubunganku dengan Laks dan terima kasih karena Ibu mendukung hubunganku dengan Laks," kata Swara bahagia dan memeluk Sharmishta.
"Iya sama-sama Swara. Ibu hanya ingin melihatmu bahagia. Tapi satu hal yang tidak bisa Ibu lakukan yaitu membantah atau melawan keputusan Ayahmu. Jadi suruh Laks segera datang ke rumah untuk membicarakan hubungan kalian setelah Laks sudah bekerja. Sebelum Ayahmu menjodohkanmu dengan orang lain," kata Sharmishta.
KAMU SEDANG MEMBACA
BAS TUJHSE PYAAR HO
FanfictionMengisahkan tentang Swara dan Laks yang saling mencintai tapi mereka menyembunyikan hubungan mereka dari keluarga mereka. Orang tua Swara dan Laks berteman dari dulu sampai sekarang dan rumah mereke juga berdampingan.Tapi pertemuan Swara dengan seo...
