Malam harinya, Laks duduk di ranjang sambil memikirkan Swara karena dia tak akan menyangka akan kehilangan Swara secepat ini karena Swara akan bertunangan besok. Laks lalu menelpon Swara dan Swara mengangkatnya.
"Akhirnya kau menelponku juga Laks," kata Swara yang sebenarnya menunggu telepon dari Laks.
"Swara maaf sepertinya aku tak bisa melakukan apa yang kau mau. Jadi mulai besok kau hanya akan menelponmu jika kau ada perlu dan butuh bantuanku. Jika kita terus melakukan ini aku rasa ini salah dan kita semakin tak bisa melupakan perasaan kita," kata Laks.
"Itu artinya kau sudah menjadikan Ragini kekasihmu bukan kekasih pura-pura," kata Swara sedih karena dia mengira Laks sudah melupakannya.
"Kau ini bicara apa Swara? Bukankah kau yang memintaku untuk melanjutkan sandiwara yang aku buat. Jadi Ragini itu hanya kekasih pura-puraku dan tak lebih dari itu," kata Laks.
"Jika kau menjadikan Ragini kekasihmu aku tak keberatan karena sekarang kita hanya sebatas sahabat dan aku tak akan memaksamu untuk melakukan sesuai apa yang ku katakan kemarin," kata Swara mengakhiri panggilannya.
Laks melempar ponselnya ke ranjang, sebenarnya bukannya dia tidak mau tapi keadaanlah yang membuatnya melakukan itu. Laks mengingat kenangan indahnya bersama dengan Swara dan membuatnya menangis.
Disisi lain terlihat Swara yang duduk di ranjang sambil menangis. Sangat sulit baginya hidup tanpa Laks disampingnya karena dia sudah terbiasa dengan itu. Tapi dia tak bisa berbuat apa-apa selain menerima semuanya.
Keesokan harinya, dikantor terlihat Laks yang duduk di ruangannya. Laks berusaha untuk fokus bekerja dan berusaha untuk tetap menyembunyikan kesedihannya. Ragini datang ke ruangannya dan Laks yang menyadari itu melihat ke arahnya. Ragini lalu duduk di depan Laks.
"Pak Laks saya rasa lebih baik kita berteman agar hubungan kita tak terlalu canggung karena status kita sebagai atasan dan bawahan," kata Ragini mengulurkan tangannya.
"Tentu saja Ragini. Tapi kau tak perlu formal seperti ini, kau bisa bicara denganku seperti kemarin," kata Laks mengulurkan tangannya lalu mereka berjabat tangan. Setelah itu mereka melepaskan pegangan mereka.
"Pak Laks kita sekarang ada dikantor dan saya harus bersikap profesional. Bukankah Pak Laks juga menginginkan itu. Jika ada diluar baru saya akan bersikap seperti teman," kata Ragini.
"Ragini jika kita sedang membahas tentang kita tak perlu bersikap formal dan anggap ini perintah," kata Laks.
"Baiklah Laks. Oh iya Laks, kenapa kau menyuruhku untuk tidak mengatakan pada Paman Durga kalau aku sudah kembali bekerja," kata Ragini.
"Ragini agar sandiwara kita benar-benar dipercaya oleh semua orang termasuk Ayahku. Karena pasti di tunangan Sanskar dan Swara nanti malam Ayahku akan tau tentang hubungan kita jadi kita harus bilang kalau pengunduran dirimu itu hanya pura-pura dan kita sebenarnya ingin memberikan kejutan pada mereka tentang hubungan kita," kata Laks.
"Sesuai dengan apa yang kau katakan Laks dan aku akan mengikutinya," kata Ragini.
"Oh iya Ragini. Setelah nanti pas jam makan siang kau bisa langsung pulang dan aku akan menjemputmu nanti sore," kata Laks.
"Iya Laks," kata Ragini. Ragini lalu pergi dari sana, sedangkan Laks melanjutkan pekerjaannya.
Sore harinya, Laks sudah berada di depan rumah Ragini. Laks berdiri di dekat mobilnya sambil menunggu Ragini keluar.
"Aku harap Ragini akan memakai kain saree. Tapi mana mungkin dia mau melakukan itu karena dia terlihat seperti wanita yang modern. Terserah dia deh, yang penting dia mau ikut," kata Laks.
Tak lama setelah itu Ragini keluar dari rumah dan ternyata dia memakai kain saree. Ragini menghampiri Laks karena Laks tak menyadari kalau dia sudah keluar karena Laks melihat ke arah luar.
"Laks ayo kita pergi,"kata Ragini menyentuh pundak Laks lalu menurunkan tangannya.
"Ayo," kata Laks lalu dia membalikkan badan dan dia terkejut melihat Ragini yang memakai saree.
"Kenapa kau terkejut Laks?"tanya Ragini.
"Kau memakai kain saree," kata Laks.
"Iya emangnya ada yang salah dengan ini," kata Ragini.
"Sama sekali tidak Ragini. Aku hanya tak menyangka saja karena kau itu terlihat seperti wanita modern tapi kau mau memakai saree," kata Laks.
"Sebenarnya iya sih, tapi apa salahnya mencoba hal baru. Yaudah ayo kita pergi," kata Ragini lalu masuk ke dalam mobil.
"Ternyata Ragini terlihat lebih cantik jika memakai kain saree. Kau ini bicara apa Laks? Ingat kau tak boleh berpaling dari Swara walaupun Swara akan bertunangan dan sebentar lagi akan menikah. Dihatimu hanya akan ada Swara," batin Laks lalu masuk ke dalam mobil. Laks lalu melajukan mobilnya menuju ke tempat pertunangan.
"Laks sebenarnya alasanku memakai kain saree adalah untuk membuat Sanskar tertarik padaku. Aku akan membuatnya jatuh cinta padaku sebelum Swara dan Sanskar menikah karena aku akan membuatmu menikah dengan Swara orang yang kau cintai," batin Ragini melihat ke arah Laks.
Di sebuah kamar hotel terlihat beberapa perias sedang merias Swara. Sanskar yang sudah menyuruh mereka untuk merias Swara. Swara berusaha untuk tetap terlihat bahagia. Akhirnya Swara sudah selesai di make up.
"Nyonya Anda terlihat sangat cantik dan Anda juga sangat beruntung bisa mendapatkan calon suami seperti Tuan Sanskar," kata salah satu perias.
"Terima kasih atas pujiannya. Kalian bisa pergi karena aku ingin sendiri," kata Swara.
"Baik Nyonya,"kata salah satu dari perias lalu mereka pergi dari sana.
Swara menatap dirinya sendiri di depan cermin. Dia tak pernah membayangkan akan bertunangan lalu menikah dengan orang lain selain Laks.
"Aku tak pernah membayangkan hari ini akan terjadi dalam hidupku. Mereka tadi mengatakan kalau aku sangat beruntung tapi aku rasa itu sangat salah karena aku menderita dengan semua ini. Memang benar Sanskar adalah orang kaya raya sedangkan aku orang menengah. Tapi apakah hampir semua orang berpikir uang akan lebih berarti dari pada cinta. Terkadang orang kaya melakukan apapun yang dia inginkan dengan pengaruhnya tanpa memikirkan perasaan orang lain seperti Paman Abhishek," kata Swara yang berusaha untuk tetap tegar walaupun sebenarnya dia ingin menangis. Walaupun tak ada orang disana tapi jika dia menangis pasti akan terlihat nanti di acara pertunangan. Tapi jika di hari pernikahan itu wajar karena dia bisa mencari alasan sedangkan dipertunangan itu akan membuat semua orang curiga.
KAMU SEDANG MEMBACA
BAS TUJHSE PYAAR HO
FanfictionMengisahkan tentang Swara dan Laks yang saling mencintai tapi mereka menyembunyikan hubungan mereka dari keluarga mereka. Orang tua Swara dan Laks berteman dari dulu sampai sekarang dan rumah mereke juga berdampingan.Tapi pertemuan Swara dengan seo...
