Shekar sampai dirumah dan setelah dia berpikir-pikir. Swara harus berkorban demi kebaikan 2 keluarga. Shekar lalu pergi ke kamar Swara. Shekar sampai dikamar Swara dan Swara yang melihat Shekar segera menghampirinya.
"Ayah tumben Ayah sudah pulang jam segini," kata Swara.
"Swara Ayah nanti malam ada tamu penting jadi bos Ayah menyuruh Ayah untuk pulang lebih awal. Sebenarnya bos Ayah ingin membicarakan perjodohanmu dengan putranya," kata Shekar yang berusaha untuk bersikap tegar. Swara yang mendengar itu terkejut tapi dia berusaha untuk bersikap normal.
"Ayah datang kemari pasti untuk menyuruhku bersiapkan. Ayah tenang saja nanti malam aku akan bersiap semaksimal mungkin dan aku tak mungkin mengecewakan Ayah," kata Swara yang tak mungkin membuat Ayahnya kecewa dan dia juga takut pada Ayahnya.
"Kau benar sekali Swara. Ayah harap kau akan setuju dengan perjodohan ini," kata Shekar lalu pergi dari sana.
Setelah Shekar pergi, Swara duduk diranjang dan air matanya jatuh dengan sendirinya. Swara lalu menangis dan dia mulai ingin melawan perintah Ayahnya karena mana mungkin dia menikah dengan orang yang tidak dia cintai.
"Aku rasa untuk kali ini aku tak bisa mengikuti perintah Ayah. Aku mencintai Laks dan aku hanya akan menikah dengannya. Aku harus memberitahu Ayah tentang hubunganku dan Laks. Setelah itu aku akan menerima apapun konsekuensinya yang akan Ayah berikan padaku," kata Swara menghapus air matanya.
Swara lalu pergi ke kamar orang tuanya. Swara sampai didepan kamar orang tuanya. Terdengar suara Shekar yang sedang menangis dan untuk pertama kalinya Swara mendengar itu. Swara membuka pintu kamar sedikit lalu dia melihat ke dalam. Didalam terlihat Shekar dan Sharmishta yang duduk diranjang. Shekar sedang menangis dan Sharmishta berusaha menenangkannya dengan memeluknya.
"Sebenarnya ada apa Shekar? Kenapa kau datang-datang langsung menangis seperti ini?" tanya Sharmishta yang khawatir. Shekar masih diam dan tak menjawab pertanyaan Sharmishta.
"Jawab pertanyaanku Shekar dan jangan membuatku khawatir," kata Sharmishta membuat Shekar melepaskan pelukannya lalu menatapnya. Shekar lalu menceritakan semuanya. Sharmishta dan Swara mendengar itu terkejut.
"Sharmishta aku merasa sangat bersalah pada Swara karena dia harus berkorban demi keluarga kita dan keluarga Laks. Aku tak bisa berbuat apa-apa untuknya," kata Shekar yang merasa bersalah. Swara menutup pintu seperti semula lalu dia pergi ke kamarnya.
"Aku yakin pasti akan ada jalan keluarnya Shekar. Tapi untuk sekarang kita harus melakukan sesuai keinginan mereka," kata Sharmishta.
"Iya Sharmishta dan aku akan berusaha untuk mencari jalan keluarnya sebelum Swara menikah dengan putra Abhishek," kata Shekar lalu menghapus air matanya.
"Tapi aku rasa jika Swara sampai menikah dengan putra dari Abhishek mungkin dia bisa membuat Swara bahagia. Buktinya Abhishek melakukan semua ini pasti karena Sanskar mencintai Swara atau sudah kenal lama dengannya," kata Sharmishta.
"Kau benar Sharmishta dan soal cinta bisa datang setelah menikah. Tapi lebih baik kita lihat bagaimana sikap dan sifat putra Abhishek nanti malam agar kita bisa menentukan apakah dia baik untuk Swara atau tidak," kata Shekar.
"Iya Shekar. Nanti aku akan meyakinkan Swara untuk setuju dengan perjodohan ini," kata Sharmishta.
"Tapi aku masih ragu karena dia bisa saja mengatakan tidak karena kita sama-sama tau kan kalau Swara dan Laks saling mencintai," kata Shekar.
"Shekar aku akan menjelaskan semuanya dan aku yakin dia pasti akan setuju," kata Sharmishta.
"Baiklah Sharmishta. Aku serahkan semuanya padamu karena aku tak sanggup jika mengatakannya secara langsung pada Swara," kata Shekar.
KAMU SEDANG MEMBACA
BAS TUJHSE PYAAR HO
FanfictieMengisahkan tentang Swara dan Laks yang saling mencintai tapi mereka menyembunyikan hubungan mereka dari keluarga mereka. Orang tua Swara dan Laks berteman dari dulu sampai sekarang dan rumah mereke juga berdampingan.Tapi pertemuan Swara dengan seo...
