jadi nihh

3.1K 320 11
                                        

tak membutuhkan waktu yang lama , nana berserta sang kekasih sampai ke rumahnya bunda nana

"emm mass , mas serius??" tanya nana hati hati

"kamu kenapa? gak yakin sama saya" tanya  jendra lagi

"E.. ENGGA GITU AH MAS JEN"jawab rusuh
"yasudah ayo kita menemui bunda dan ayah" lanjut nya

jendra hanya mengangguk saja dan mengikuti nana dari belakang. setelah pintu utama terbuka nana dan jendra langsung disambut oleh para pelayan

"emm bibi , apa bunda dan ayah ada didalam?" tanya nana

"tuan dan nyonya ada di dalam , emm.. nana?" jawab nya dengan ragu

"YESSS , BIBI HEBAT ADA KEMAJUAN AKU SUKA DIPANGGIL NANA YEYY" ujar nya dengan muka bahagia

jendra hanya menggeleng heran dengan kelakuan "calon istrinya" dan melanjutkan langkahnya menuju ruang tamu. pasti ayah dan bunda nana berada disana.

"bibi pintarr, aku ingin menyusul mas jen dulu yaa.. pai pai" kata nana sambil melambaikan tangan

nana mengikuti langkah jendra untuk masuk kedalam ruang keluarga. ruang keluarga dirumahnya cukup sempit, well itu hanya menurut nana saja

 ruang keluarga dirumahnya cukup sempit, well itu hanya menurut nana saja

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

(ruang tamu keluarganya)


nana menduduki ruang sofa yang kosong disampai jendra

"so son, apa yang kau inginkan? tumben datang kesini" tanya Yudha to the points

"iyaa sayang, tumben kesini malam malam. ada apa hm??" widha lagi

"emm jadi begini bunda.." ujar nya dengan ragu

"biar mas aja. bunda ayah , jendra ingin mengajak nana menikah." jawab nya lantang

"APA?? KAMU SERIUS JEN??" syok dong yudha
"wahh bagus, jadi kapan?" lanjut nya

"MWOO?? BOLEHKAH AYAH??" nana juga ikut syok

"tentu, aku sudah mencocokkan nana dan jendra dari lahir. so yaa aku oke oke saja" jawab nya santai

"hei hei nana, ada apa dengan ekspresi wajah mu.. haha sangat menggemaskan anak bunda ini" ujar widha sambil mencubit pipi gebul anak gadis nya. gadis? emm lanjut

"tapi jenjen.. apa tidak sebaiknya tunangan dulu sayang?? jangan terburu buru kalian masih sangat muda, dan nana belum lulus kuliah" tanya nya dengan lembut
"bunda tida melarang, hanya memberi saran agar nantinya kalian memikirkan masa depan terlebih dahulu" lanjut nya

"yaa , ayah setuju dengan bunda mu. lagi pun jendra, apa kau telah memberi tahu daddy mu?" tanya yudha

"belum ayah. aku akan memberi tahu nya setelah pulang dari sini" jawab jendra
"bunda. saran mu sangat bagus. nana apakah tak apa kita bertunangan terlebih dahulu? aku bukan tidak yakin dengan pernikahan, tetapi kuliah mu sebentar lagi selesai, saya bisa menunggu. bagaimana?" tanya jendra kepada sang pujaan hati

"TENTU. terima kasih sudah memikirkan masa depan ku mas jenn.. aku akan menyelesaikan kuliah ku dulu dan aku juga menerima saran bunda, bertunangan dulu lebih baik.." jawab nana dengan senyum manis nya

semua orang yang menyaksikan interaksi keluarga itu pun tersenyum senang. jendra dan nana segera berpamitan dengan tujuan selanjutnya ke hunian daddy jef dan bubu.

____________________
waa gela waa gelaa gua jarang bgt up?? huhu so sorry sibuk pikirin hadiah valentine buat ayang hehe. so masih ada yang baca kah?? makasii buat kamu kamu sudah vote cerita gwej. lope youu

 lope youu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

ada beberapa juga yang votee

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


ada beberapa juga yang votee. tapi udah aku taroin di eps kemarin kemarin yaa.  maaciw yaa

anw MAKASII BGT SAYANG SAYANG KUUmungkin ini rada alay yh , tapi ak bangga aja gituu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

anw MAKASII BGT SAYANG SAYANG KUU
mungkin ini rada alay yh , tapi ak bangga aja gituu.
MAKASII KALIANN 💓💓

LAJENDRA (hiatus)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang