Awal Yang Indah

210 2 0
                                        

Yasmin POV

Mengayuh dan terus mengayuh sampai tujuan. Disaat pegawai kantoran libur dihari minggu. Justru sebaliknya denganku, minggu adalah hari tersibuk untuk penjaga toko buku. Karna konsumen berdatangan cukup ramai. Rata-rata pembelinya wanita remaja yang umurnya tidak jauh dariku.

Terkadang hatiku suka menangis sendiri. Aku hidup sebatang kara. Sudah 3 bulan lebih Ayahku tidak pulang , aku merindukannya, merindukan Ibuku yang sudah tenang, dan juga merindukan Rival. Aku merindukan kalian semua.

"Yasmin!!".

Itu suara Pak bos ku . Aduh aku ditegur karna keasyikan melamun.

"Ma.mmaaf pak saya ga bermaksud". Aku berbicara dan menundukan kepalaku

"Lihat pekerjaanmu sangat kacau sekali. Kamu mengabaikan pembeli, kerja kamu lambat, menyusun buku saja tidak rapih, lihatlah cover novel ini tergores."

"Sa..saya tid..". Perkataanku dipotong pak bos ku dengan amarah. Aku hampir menangis

"Mendingan sekarang kamu pulang!! Toh kerjamu ga bagus". Bentak pak boss ku. Sontak saja semua mata tertuju kepada aku dan pak bossku

"Jangan pecat saya pak jangan". Aku menangis

Pak Boss meninggalkanku yang masih terisak menuju ruangan kerjanya. Aku membisu, kejadian tadi sungguh tidak pernah terjadi sebelumnya. Mbak Imel satu-satunya orang yang dekat denganku pun dia cuek saja.

Dengan langkah gontai aku keluar dari toko itu mengambil sepedahku lalu menaikinya. Sepedahku terasa berat dan saat aku mencari sebabnya yaitu karna banku sobek. Ntah seperti pecah atau ditusuk namun bekasnya sangatlah besar, tidak mungkin aku membeli ban baru ditanggal tua ini. Aku berniat menentengnya saja sampai rumah. Dengan langkah cepat karna mendung, kulirik jam masih menujukan pukul 11 siang.

Setibanya dirumah aku bertanya tanya mengapa kejadian seperti ini bisa terjadi? Kenapa pak bos menjadi galak lagi padaku. Dan mbak Imel tidak membelaku dia justru cuek dan buang muka padaku. Ditambah ban ku yang pecah mustahil diudara yang mendung ini ban bisa pecah sendiri. Entahlah.. aku capek memikirkannya sampai aku tertidur. Sebelum tidur aku memikirkan mas Gian.

Gian POV

Siang hari aku bangun karena alarmku yang aku set tadi pagi berbunyi. Aku membereskan kamarku dan mandi agar tubuhku segar kembali, sesudah mandi aku keluar rumah dan menuju toko perhiasan dan elektronik, ada sesuatu yang ingin aku beli. Tidak lupa makan siang karna dari pagi aku belum makan.

Singkat cerita.

Mobilku sudah aku parkir didepan rumah Yasmin. Mengetuk pintu dan wanita cantik berambut panjangpun membuka pintu sambil tersenyum, tapi ada yang mengganjal dari senyumannya itu.

"Mas Gian akhirnya datang juga". Yasmin memelukku seketika dan aku sadar kalau Yasmin ini sedang sedih.

"Tentu saja mas kangen Yasmin padahal baru semalem ketemu hehe". Aku membalas pelukan gadis ini

"Yasmin udah makan siang belum?". Lanjutku

"Aku baru bangun tidur mas belum sempat makan". Ucapnya

"Tidur? Memangnya kamu ga..". Perkataanku terhenti

"Aku dipulangin pak Bos ku . Dia bilang hari ini aku mengesalkan, padahal aku sudah minta maaf tapi dia menyuruhku pulang. Dan banyak kejadian aneh dihari ini". Yasmin menjelaskan panjang lebar namun aku segera paham tapi aku pura-pura tidak paham

"Aneh? Kejadian aneh gimana lagi?".

"Seperti ban sepedahku pecah namun tidak mungkin pecah. Yasudahlah mas jangan dibahas, mas mau minum apa?".

"Terserah kamu Yas".

Disamping Yasmin menyiapkan minuman aku menuju mobil dan membawa sekotak makanan yang aku beli direstoran asal America itu lengkap dengan hidangan penutup dan minumannya.

"Nih mas minumnya abisin".

"Yasmin makanlah . Kamu pasti belum makan".

"Jangan malu-malu aku sengaja membawanya". Lanjutku lagi

"Sungguh aku lapar dari pagi belum makan". Batin Yasmin

"Makasih ya mas, seperti biasa mas sangat baik".

Aku melihat Yasmin makan dengan lahap. Aku sangat menyukai dan senang, Yasmin adalah wanita pertama dihatiku. Matanya yang seperti bulan sabit itu memandangku sambil terus mengunyah sampai habis.

"Mas jangan tinggalin Yasmin ya. Karna kalau ga ada mas Yasmin sendirian , aku cuman punya mas".

"Tentu saja Yasmin aku tidak sanggup meninggalkan mu karna aku sangat mencintaimu"

"Mas benar mencintai Yasmin. Karna apa?"

"Ngapain harus bohong. Aku mencintaimu karna kepribadianmu"

"Yasmin juga mencintai Mas Gian".

"Kita jalan jalan keluar yu". Aku mengajak dia

"Yasmin ganti baju dulu ya Mas'.

"Iya Sayang"..

Tbc..

Masih bingung kelanjutan ceritanya kaya apa . Yasmin , Gian atau Gian Olla .
Suka suka Authornya aja lah:D

Jangan lupa vote ya Readers::))


Broken heartCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang