Terror (Bahasa Indonesia)

1.5K 61 5
                                        

Chapter 6:

Teet..teet..teet...
Bunyi Alarmku yang benar-benar berisik membuatku terbangun dari tidurku. Tadi malam aku tidak memimpikan mimpi itu. Berarti sudah bebas, yay!
Aku pun mandi, dan memakai seragam putih dengan celana Biru garis-garis plus dasi dan rompi. Lalu aku menyisir rambutku dan menggunakan Pomade supaya rambutku bisa bermodel Spike lagi.

"Selamat pagi Mommy, Daddy!", ucapku sambil menuruni tangga.

"Selamat pagi sayang.", ujar Mom dan Dad bersamaan.

"Clarence! Clarence! Waktunya sarapan!!", kataku memanggil Clarence, anjingku.

Dia pun datang dan langsung menyerbu sarapannya.
Aku pun duduk di kursi meja makan dan memakan sereal Honey Stars ku.

"Mike, tolong panggilkan kakakmu. Sudah waktunya sarapan.", kata Mom menyuruhku.

"Siap Mom!"

Aku menaiki tangga dan mengetuk pintu kamar kakakku. Lalu dia pun ikut turun berasamaku.
Selesai aku memakan sarapanku, aku keatas mengambil iPhoneku. Sewaktu aku ingin mengambil iPhoneku, aku melihat bercak darah di kasurku. Ya! Itu benar-benar darah! Aku kaget dan langsung buru-buru turun. Kok bisa ada darah? Kenapa ya?

"Bibi! Nanti tolong ganti Bedcoverku ya!", kataku kepada Bibi Tumtum.

"Ya! Nanti Bibi ganti.", sambung Bibi.

Setelah itu aku menaruh iPhoneku di tas dan mengecek buku ku.
Lalu Bis Sekolah SMP Watson (BSSW) pun datang. Aku langsung berpamitan kepada Mom, Dad, Kak Charlotte dan Clarence. Kak Charlotte ada jemputannya sendiri, walaupun sebenarnya Universitasnya bersebelahan dengan sekolahku.
Aku langsung memakai sepatuku dan berlari menuju BSSW.

"Selamat pagi, Mike! Bisa tolong scanning kan BSSW Cardnya?", ujar Pak Wilton menyapaku.

"Oke pak!", jawabku.

Fungsi BSSW Card adalah untuk membayar biaya naik BSSW, jadi kalau sudah hampir habis kartu itu bisa mengeluarkan suara kecil bel. Dan bisa diisi lewat koperasi sekolah/lewat transfer Bank. Jadi kita tidak bakal kebingungan jika BSSW Card kita habis pada waktu berangkat sekolah.

Lalu aku menaruh/me-scanning BSSW Cardku ke mesin Scan nya, dan duduk ditempat yang masih kosong. Aku melihat pemandangan komplek lewat jendela sambil menunggu sampainya Bis ini disekolah dan anak-anak naik.

"Sudah sampai! Silahkan turun, dan selamat belajar.", kata Pak Wilton

"Terima kasih pak!", jawab anak-anak serempak.

Sesampainya di sekolah, aku menuju lokerku.
Saat aku membuka lokerku, aku melihat secarik kertas. Apakah itu kertas yang waktu itu aku temui juga? Aku pun mengambilnya, ternyata bukan bertuliskan 'Tolonglah aku' melainkan 'Aku kecewa denganmu, kenapa kamu tak mau menolongku?!'. Ih! Aku langsung membuangnya dan pergi ke kelas.

To be continued...

TerrorTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang