Kopi ini, khusus kubuat spesial untukmu.
Catatan singkat tersebut sukses menciptakan segaris senyum simetris di wajahnya, dan mencerahkan hari-harinya.
Dia menoleh ke kaca sambil mengangkat cangkir dan memandang ke luar dengan hati gembira, sebelum menyesap latte art bergambar angsa dengan pelan. Kemudian dia memandang ke depan, lantas penasaran dengan seorang lelaki remaja dewasa yang duduk sendirian menikmati hidangannya.
"Anak muda yang tampan."
.
.
.Je Maintiendrai
~
Aku akan Bertahan
.
.
.
Spin Off from 'Il Pleut Devant Le Ćafe'
.
.
.BoruSara Fanfiction
~
By : ima {PratzMaa_}
.
.
.Happy reading!
~o0O0o~
Boruto mengelap meja sambil tertawa kecil. Dia berbagi hal lucu dengan teman-temannya, para karyawan yang bekerja di Pluie de la Ćafe.
Sesekali bercanda dan beberapa kali lap basah melayang di udara, Boruto tetap tertawa dengan bijak. Tak seperti yang lain, yang asyik menyemburkan gelak kelewat keras.
Dalam kebisingan canda tawa yang lain, mendadak telinganya berdenging. Boruto berhenti mengelap dan kontan terdiam, kepalanya perlahan menoleh ke kiri, ke arah sekat yang membatasi dapur, lalu pandangannya terpaku pada jendela kecil yang dari sini hanya bisa memperlihatkan sebuah rak yang biasanya berisi beberapa pastri yang baru saja matang, saat ini kosong sebab mereka sudah akan tutup.
Boruto bergerak maju, masuk ke dalam, tak ada yang menyadari kepergiannya bahkan setelah beberapa di antara mereka berhenti bercanda dan bersiap pulang.
"Kau tahu, Boruto semakin aneh, ya,"
"Ah, iya. Hei, di mana dia?"
Boruto bisa mendengar suara itu dari dalam, tapi mengabaikannya dan membiarkan mereka pergi setelah kalimat terakhir, "Sudahlah, mungkin dia di dalam. Kunci ada padanya, kan? Ayo kita pulang."
Dan mereka pergi dari kafe tanpa peduli apa yang terjadi padanya. Boruto menghela napas, duduk di salah satu kursi istirahat milik karyawan.
Dalam keheningan, perasaan dan pikirannya mulai berpadu membentuk suara keras yang mengganggu ketenangan. Bayangan serta suara-suara lembut yang turut hadir juga menambah ritme. Boruto mengusap kepalanya dan terpejam, lama-kelamaan mulai menarik pelan helai-helai rambut kuningnya.
Tanpa sadar menjambak keras hingga pening mulai dirasa dan ia akhirnya berhenti ketika berhasil keluar dari luapan emosi yang nyaris menelannya dalam kabut delusi.
Sambil mengatur napas, ia perlahan berjalan keluar. Menutup mulut dan berusaha mengenyahkan bayangan-bayangan juga suara-suara yang kini malah kian jelas membentuk rupa seorang wanita.
Boruto terpaku, lagi-lagi dia muncul.
Kali ini, ia tak akan termakan ilusi ini lagi dan hanya mengabaikannya, membiarkan wanita itu pergi dalam pikirannya.
"Enyahlah!"
*****
Pagi ini Boruto tidak pergi ke kafe. Dia membiarkan dirinya ditelan oleh kenyamanan tempat tidurnya.
Di luar hujan, dia bahkan tak memiliki niat untuk bangkit atau pergi ke dapur untuk mengambil minum ketika tenggorokannya kering. Boruto kembali terpejam dan berpikir akan menghabiskan sepanjang hari hanya di rumah.

KAMU SEDANG MEMBACA
COLORS ~Kumpulan Cerpen BoruSara~
Fanfiction🌹Kumpulan Oneshot, Twoshot, dan Threeshot BoruSara🔩🥗 Latar : Canon, Modern, Fantasy, dll ⚠Beberapa cerpen terdiri atas cerita berbasis 18+ *Tidak semua, hanya mengingatkan agar lebih bijak dalam memilih bacaan yang tepat. Highest Rank : #3 in Bo...