8. bertemu Elena

36 46 5
                                    


                🌻 Happy reading 🌻

8. Bertemu Elena

🍁🍁🍁🍁🍁
seharusnya aku percaya, tidak ada manusia yang bisa menjamin bahagia. bahkan yang pernah berjanji untuk selalu ada pun, akan tetap pergi dan menyisakan luka
~Aletta Pricilla Putri~

Saat Alex berjalan keluar dari minimarket pandangan nya terlihat menyusuri area parkiran, dilihatnya masih terparkir di tempat yang sama motor milik Aletta  apakah dia belum pulang  batin Vino menerka-nerka

Awalnya ia berniat untuk meletakkan barang bawaannya di mobil terlebih dahulu, lalu akan mencari Aletta, gadis yang akhir-akhir ini selalu mengisi kepalanya.
" Aletta " terlihat gadis itu sedang duduk di bawah pohon dengan bahu yang  bergetar, suara isakan pun terdengar jelas di telinganya, tanpa banyak pikir Alex langsung menghampiri gadis itu.

" Lo kenapa Ta ? " Tanya Alex panik

Dengan mata yang sudah sembab Aletta memandang wajah Alex  sayu, mulutnya seketika kelu, entah kenapa rasanya semakin sesak saat mendengar pertanyaan Alex, dirinya dengan cepat mengusap air mata yang sedari tadi membasahi kulit putih di wajahnya, mengukir senyum paksa pada bibir tipis nya, berharap dapat mengelabui seseorang di depannya ini.

" Lo kenapa bisa nangis gini " ucap Alex mengulang pertanyaan nya

" Kok kak Alex masih disini "

Laki-laki itu menghembuskan nafasnya pelan, ia tahu Aletta sedang berusaha mengalihkan pertanyaan nya " harusnya gue yang nanya, kok lo masih disini, bukannya udah keluar dari tadi "

" Eh itu kak nungguin paketan " tuturnya berbohong.

" Terus kenapa nangis hmm? "

Mampus, sekarang Aletta di buat kelabakan dengan pertanyaan Alex, apa yang harus dia jawab kali ini, masa iya mau mengatakan semuanya tadi kepada Alex, tentu Aletta tidak menginginkan laki-laki itu mengetahuinya.

" T__tt__tadi itu tiba-tiba___ " sial, Aletta benar-benar kehabisan akal untuk menjawabnya, bibirnya seketika kelu.

" Tiba-tiba kenapa? " Alex kembali melontarkan pertanyaan yang justru membuat Aletta semakin gugup, bukan karena grogi, melainkan tidak tau harus menjawab apa.

" Tiba-tiba gue kepleset di sini tadi  " bodoh, kenapa mulutnya itu berkata demikian, tapi sepertinya Alex percaya, karena raut wajah laki-laki itu seketika menjadi panik.

" Mana yang sakit?? "

Hati gue yang sakit kak batinya " eh ngga ada kak, cuma sedikit kaget aja tadi  " tepis Aletta

" Lo ngga usah bohong, kalo sakit gue anterin ke dokter "

Hahh?? Ke dokter?? Orang kepleset ngga mungkin patah tulang kan, emang si Alex ini berlebihan banget wkwk " beneran ngga sakit kok kak, kalo gitu gue pulang dulu ya " pamitnya

Bibir Alex tiba-tiba berkedut, ia menggigit pipi bagian dalamnya berusaha menahan senyum yang sudah meronta-ronta untuk muncul.
Bodoh sekali Aletta ini dalam berbohong,  tadi katanya mau nungguin paketan, eh sekarang malah pamit pulang.

Tanpa menunggu jawaban dari Alex, Aletta segera melangkahkan kakinya menuju motor miliknya, dengan menenteng kedua plastik berukuran cukup besar yang berisi barang belanjaan nya. 

Dari kejauhan Alex menatap gadis itu dalam-dalam, sial, kenapa gadis itu terlihat sangat menggemaskan di mata Alex.
Dirinya tidak pernah tertarik sama sekali dengan perempuan selama ini, tapi Aletta, dia mampu menarik Alex layaknya sebuah magnet yang menarik besi untuk menempel padanya, ia akui gadis itu memilik energi positif tersendiri yang mampu membuat sikap dingin Alex menjadi hangat saat berada di dekatnya.

Luka AlettaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang