Plak
Aku memejamkan mataku saat Daddy menampar pipiku, ini yang aku tidak suka saat sifat kasar Daddy mulai kumat lagi.
"KENAPA BARU PULANG JAM SEGINI?!"tanyanya sedikit membentak.
Aku memberanikan diri untuk menatap mata Daddy yang tengah melotot marah ke arahku "Fey udah pulang dari tadi dad, cuma Fey terjebak hujan jadi Fey neduh dulu, Daddy juga pasti taukan di luar habis hujan?"ucapku jujur.
"Daddy ga perduli di luar hujan atau tidak, yang penting kamu harus pulang tepat waktu!"
Aku tersentak saat Daddy melemparkan kertas ke wajahku yang berujung berceceran di bawah lantai "DAN APA APAAN INI FEY??! DADDY MENDAPATKAN KABAR KALAU KAMU SUDAH TIDAK MASUK KULIAH HAMPIR SEBULAN, KEMANA SAJA KAMU, HAH??!!"
"Maafkan Fey, apa boleh Fey keluar saja dari kuliah dad? Sepertinya untuk sekarang Fey tidak membutuhkan kuliah"
"Fey Daddy sudah membayar mahal mahal untuk kamu bisa kuliah dan kamu bilang mau keluar?!"
"Dad, stop beranggapan kalau Daddy masih kaya dan mampu membayar perkuliahan Fey! Daddy sekarang jatuh miskin. Banyak hutang di mana mana. Kalau tidak Fey yang membayar lalu siapa lagi?? Kerjaan daddy saja akhir akhir ini hanya mabuk mabukan tanpa usaha"
Plak
"Sudah berani kamu melawan Daddy, hah?!"
"Fey berkata fakta dad, jangan terus menganggap Fey masih anak ingusan yang gak tau apa apa"
Ku lihat Daddy terdiam setelah aku mengatakan itu, aku memang berkata fakta kalau Daddy akhir akhir ini sering mabuk mabukan dan aku tau itu semua dari Yanto karna dia memiliki beberapa bar yang sering Daddy kunjungi.
"Keputusan Fey udah bulat dad, Fey gamau lanjutin kuliah untuk sekarang. Fey mau cari kerja aja" ucapku tegas.
Aku pun melangkahkan masuk ke dalam kamarku dan merebahkan tubuhku di ranjang, ku tarik nafasku pelan pelan lalu ku hembuskan. Ah melelahkan sekali hari ini.
Ceklek
Ku lirik pintu kamar terbuka menampilkan mommy tiriku membawa sesuatu di dalam wadah, dia duduk di sampingku sembari memeras handuk basah.
"Bangunlah Fey biar aku kompres bekas tamparan Daddy mu"
"Gak usah terimakasih"
"Fey aku berniat baik mau mengobati luka tamparan itu"
"Aku udah bilang gak usah" ucapku tegas.
"Apa kata aku Fey lebih baik kita hidup berdua tanpa adanya Daddymu yang kasar itu, aku tidak bisa membantumu karna kamu selalu menolak keinginanku"
"Aku gak sudi menuruti semua keinginan anda nyonya Viona karna aku bukan babu anda. Dan lebih baik anda keluar karna saya ingin beristirahat"
Sebenarnya aku ingin pergi meninggalkan Daddy dan memulai hidupku sendiri tanpa adanya tekanan dan bentakan. Hanya saja aku tidak tega untuk meninggalkan Daddy sendirian, hanya dia orang tuaku satu satunya selain dia aku tidak memiliki orang tua lagi.
Aku tidak peduli Daddy sering kasar sekarang padaku yang menyebabkan tubuhku yang terkena imbas kemarahannya karna itu sudah terbiasa bagiku, tapi terlepas dari itu semua dia juga memiliki sisi yang baik. Aku hanya ingin berbakti pada orang tuaku yang tinggal satu satunya dan tidak meninggalkan nya di saat dia sedang susah.
***
"Feyyy"
Aku menoleh saat seseorang memanggil namaku.
KAMU SEDANG MEMBACA
Don't Touch Me
Teen Fiction[21+] Di sukai dan di incar banyak wanita cantik, itulah aku, Fey. ***** Note : GXG STORY! Di sarankan untuk membaca cerita IT'S ME dan ABOUT ME lebih dulu!!! ___ INI HANYA CERITA FIKSI!!! Maaf jika ada persamaan NAMA, ALUR, KARAKTER, CAST DLL. Itu...
