7

1.2K 76 11
                                        

Halaman rumah yang begitu luas dan indah membuat mataku tidak bisa berhenti memandanginya, halaman yang di penuhi bunga-bunga yang cantik di sekelilingnya dan ada beberapa pohon buah-buahan yang begitu lebat oleh daun dan buahnya.

Aku benar-benar takjub dengan halaman rumah ini, benar-benar indah sekali seperti benar-benar di rawat.

"Kk kenapa?"

"Alena halaman rumah kamu indah banget, aku baru lihat halaman rumah yang indah seperti ini" ucapku takjub.

"Iyaa dong soalnya dada aku rajin banget rawatnya"

Aku mengerutkan dahiku saat Alena mengucapkan kata 'dada' kata itu seperti pernah aku dengar, tapi di mana ya?

"Ka ayo turun"

"Harus banget Alena?"

"Ka kita udah sampe di depan rumahku, ga mungkin kan kita balik lagi gara-gara kakak masih grogi ketemu orang tua aku?"

Sebenernya si gapapa kalau harus balik lagi, tapikan ini sudah terlanjur sampai di rumah Alena ckk. Okay okay Fey kamu harus gentlewoman.

Aku dan Alena turun dari mobil memandang rumah dua tingkat di depanku, rumah yang indah dengan cat putih menghiasi dindingnya, di tambah dengan halaman rumah yang indah, sama sama memiliki keunggulan tersendiri.

Kenapa rumah ini seperti tidak asing di mataku ya saat melihatnya? Aku melihat sekeliling aku benar-benar merasa seperti sudah pernah kesini, tapi tidak mungkin aku saja baru pertama kalinya kesini.

"Ka ayo masuk, nanti kita melihat-lihatnya lagi"

Alena menggengam tanganku berjalan untuk masuk ke rumahnya.

"Alena pulang"

Aku tersentak saat Alena berteriak dan langsung membuka pintu, aku baru tau Alena memiliki suara cempreng padahal selama ini dia selalu berbicara lembut dan malu malu saat bersamaku.

"Kakak duduk ya, aku mau panggil orang tuaku, pasti mereka lagi pacaran di halaman belakang"

Aku hanya mengangguk dan melihat Alena pergi, ku lihat interior rumah yang bagus dengan beberapa foto naturalisme menghiasi dinding ruang tamu. Sepertinya orang tua Alena suka melukis karna banyak sekali foto-foto yang indah. Mataku tidak sengaja tertuju ke arah sebuah foto yang menampilkan dua orang perempuan tengah berpelukan, siapa mereka?

"Akhhh.."

Aku memegang kepalaku yang tiba-tiba sakit sekali, tidak biasanya kepala aku bisa sesakit ini, ini benar-benar sakit ya Tuhan. Ini kenapa?

Perlahan aku membuka mataku, ku lihat seorang wanita paruh baya tengah duduk di sampingku sembari menatapku dengan senyuman, walaupun wajahnya di hiasi dengan beberapa kerutan tapi aku tidak bohong dia benar-benar masih sangat cantik.

"Kamu udah siuman? Kamu baik-baik saja?"tanyanya.

Aku tersenyum mengangguk dan mencoba merubah posisi menjadi duduk walaupun kepalaku masih enyut-enyutan, ku lihat seluruh area ruangan ini, sepertinya ini kamar Alena karna aku melihat beberapa foto Alena terpajang. Tapi Kenapa aku ada di kamarnya?

"Tante siapa?"tanyaku.

Ucapanku tidak di jawab tapi tiba-tiba kurasakan usapan di pipiku dengan lembut, ku lihat perempuan di depanku menatapku dengan begitu intens.

"Wajah kamu mengingatkan ku dengan seseorang"

Aku mengerutkan dahiku mencerna kata-kata yang barusan perempuan tersebut ucap.

"Ka Fey udah siuman"

Aku menoleh ke arah pintu melihat Alena perlahan berjalan ke arah kami "Alena sebenarnya aku kenapa?"

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jun 02, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Don't Touch Me Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang