Enjoy ya~
Solar rasanya ingin sekali menembak dan menerbangkan si elemental angin itu sampai ke Saturnus, terlebih ia nggak habis pikir kalau Gempa bakal ikut setuju dengan perkataan Taufan. Ini Gempa lho yang mengiyakan, seorang elemental yang terkenal waras mau mengiyakan rencana si muson.
Dunia sedang not daijobu.
Disinilah dia sekarang, berada di depan pintu kayu yang bertuliskan nama Halilintar. Dia ragu buat memulai rencananya, takut berakhir nggak bisa jalan tapi juga nggak mau di cap pengecut.
Jadi, dengan amat sangat terpaksa Solar masuk dan yah si pemilik kamar berada disana. Demi martabatnya.
Sial sekale~
Halilintar yang tadinya sedang rebahan sedikit terkejut dengan kedatangan si bungsu yang masuk tanpa mengetuk pintu.
"Ada apa?" Seperti biasa, nada pertanyaannya terkesan dingin dan datar.
Solar masih berada diambang pintu, tak menjawab. Hal itu secara otomatis memancing rasa penasaran seorang Halilintar, masalahnya ini Solar tiba-tiba datang padahal ia jelas sangat tahu kalo si bungsu paling ogah bertemu dengan nya.
Lah kok tiba-tiba Dateng kek jelangkung.
Suara pintu terkunci mengembalikan kesadaran Halilintar, ia melihat Solar sudah berada didepannya dengan wajah tertunduk.
"Hey, ada apa?A... Huh?!" Belum sempat Hali menyelesaikan pertanyaannya, Solar secara tiba-tiba langsung duduk diatas pahanya, menghadap Halilintar yang masih muka tablo akibat bingung.
Mati-matian si Bensin nahan malu dan bengkek melihat wajah binggung Hali, terlebih tatapan herannya. Astaga tuhan baru tahu dia kalo Seme dominan ini punya ekspresi kawai.
Dengan cukup kuat Solar mendorong bahu Halilintar sampai pemuda bernetra merah itu terbaring. Solar bersingut pindah dan duduk diatas perut, keduanya tangannya bertumpu pada dada bidang Halilintar.
"Hey, apa yang kau buat?" Halilintar jadi ngeri sendiri, takut si bungsu kerasukan.
Eh? Tapi emang setan bisa merasuki setan?
Dengan sensual solar mengelus dada mengunakan telunjuknya sampai perut atas si petir merah. Dapat ia rasakan otot perut yang atletis di balik kaos merahnya, membuat solar iri sekaligus malu, bahkan wajahnya ikut merona.
Solar memundurkan tubuhnya dan duduk diantara batas perut dan paha, ia juga dapat merasakan ada sesuatu yang menggembung dari balik celana training hitam itu.
"Heee~ dah bangun ternyata. Mission completed".
Solar pun bangun dan berjalan menuju pintu. Namun belum sempat meraih gagang pintu, tubuhnya ditarik dan dihempaskan ke atas tempat tidur. Kedua tangannya langsung ditahan di atas kepala. Si bungsu elemental itu bergidik ngeri saat menatap Halilintar yang sudah berada diatasnya.
"Berani sekali kau menggoda ku ya, nakal" Halilintar merunduk dan berbisik tepat di telinga solar.
"Kau membangunkan nya, maka bersiaplah untuk hukuman".
Solar mencoba melawan saat Halilintar mulai melepas satu persatu kain yang melekat ditubuhnya, namun berakhir sia-sia karena perbedaan tenaga.
Sepanjang malam Solar habiskan untuk menerima hukuman dari si sulung akibat berani menggodanya.
End.
Hola... Balik lagi ofc masih sama Cy disini. Buat para reader yang masih menunggu update dari aink, thanks a lot guys.
Sebenarnya Cy lagi garap book baru tapi ragu-ragu mau di publish, ofc IceLaze zone, tapi ship lain juga mengikuti kok. Menurut kalian gimana? Publis atau nggak?.
Okelah, jangan lupa Vote and comment.
See ya
KAMU SEDANG MEMBACA
Random Boboiboy Story
FanfictionHanya sekumpulan ide dan imajinasi liar aink yang muncul disaat-saat tertentu. Bisa jadi sangat sus. All genre bahkan Yaoi, jadi silahkan baca jika kalian ingin. Cr cover:NaradaKarias(commision)
