BAB 9 "Dunia Baru"

94 11 2
                                    


"Satu, dua, tiga ... akan banyak cerita yang saling berkaitan mulai sekarang tentang rasa rindu, penyesalan dan cinta."


Sepasang kaki cantik ini terus berjalan tanpa arah tujuan mulai tadi ia bingung apa yang harus ia lakukan sekarang, kemana sekarang tujuan dan arah pulangnya sekarang disaat dia berada didunia yang sama sekali tidak ia ketahui.

Tak ada satupun seseorang yang bisa ia tanya dan temui, sudah beberapa jam berlalu setelah pertemuan pertamanya dengan laki laki tadi, bingung, takut dan segala rasa ia dapatkan hari ini.

Tidak tau mau bermulai dari mana ia hanya terduduk dipojok taman bermain yang basah terkena air hujan sejak beberapa jam lalu, mencari sosok yang ia kenal untuk bertanya tapi tak pernah bertemu, Ralat bukan tak pernah bertemu tapi tak terlihat olehnya.

Yeaji, Gadis ini sudah berputar taman ini dari beberapa jam lalu mecari keberadaan temannya yaitu Yoona namun ia tak menemukan dimana Yoona berada padahal Yoona dan nenek Ahjong ada didekatnya bahkan disampingnya setelah ia dan lelakinya memutuskan berpisah.

"nek, apa yang bisa kita lakukan pada yeaji sekarang" tanya yoona

"tidak ada"jawabnya, lalu yoona berjongkok tepat disamping yeaji duduk

"apa kamu tak bisa melihat kami lagi yeaji ? apa yang harus aku lakukan padamu sekarang ? kamu benci sendirian tapi bagaimana aku bisa menemanimu disaat kamu saja tidak bisa melihatku"sendu yoona pada temannya

"apa dia benar benar tidak bisa melihat kita lagi nek"

"itu hukuman pertamanya, ia takkan pernah bisa melihat kita lagi setelah memilih pilihan seperti ini"

"tapi bagaimana dia hidup dengan keadaan seperti ini nek"

"tak ada yang bisa kita lalukan sekarang yoona, seberapa besar kau berusaha kita tak akan bisa membantu dia, kita hanya bisa mengikuti dia seperti sekarang" ucapan nenek ahnjong tadi membuat yoona menatap sedih yeaji, pikirannya sekarang adalah bagaimana yeaji bisa hidup dengan keadaannya sekarang, ia telah mati lama, keluarga, bahkan identitas pun ia tak punya

Yeaji benar benar seperti terlahir kembali kedunia ini dengan tidak memiliki apapun yang bisa ia bawa.

"dimana kalian yoona dan nenek ahnjong, aku lelah mencari kalian sedari tadi"yeaji dengan rasa sedih yang ia rasa sekarang

*

*

Lain ceritanya dengan Yeaji, Kini Soohyun tengah berdiri dibalkon kamarnya sambil memegang secangkir teh hangat yang ia buat tadi. Sambil melihat pemandangan sore sehabis hujan tadi ia memikirkan gadis yang ia temui ditaman tersebut.

"apa yang ia lakukan tadi ? mengapa ia tepat disampingku? Kapan ia datang ?batinnya bertanya – tanya akan kejadian sore tadi

"mengapa ia sangat pucat ? apa ia sudah terlalu lama berdiri disana makanya kedinginan atau bagaimana?

"seperti mayat hidup"finalnya

*

*

"hentikan ini yoona, ayo kita kembali mau sampai kapan kamu terus disini bagaimana pun kita tak bisa membantunya, cepat kembali sebelum dirimu terkena masalah juga"tegas nenek ahnjong pada yoona

Sejak sore tadi yoona tak beranjak dari tempatnya ia ingin menemani yeaji musti mustahil tapi setidaknya ia tetap menemani disampingnya.


Flashback ...


Pagi itu dua gadis remaja duduk disebuah taman yang luas, taman yang indah dan dikelilingi banyak bunga yang bermekaran dari berbagai warna dan jenis, kedua gadis ini saling berdiam diri menatap indahnya bunga yang ada didepan meraka dengan pikiran meraka masing – masing.

Second ChangeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang