Bab 3 "Rasa Penasaran"

265 32 6
                                    

"Aku menginginkanmu kembali. Itu salah satu permintaan yang ingin kusebutkan jika aku memilikinya walau mustahil tapi aku akan memintanya."



Angin sore kini menerpa wajah cantik gadis kecil ini. Ia terlihat sangat menyukai angin sore ini, ia merentangkan kedua tangannya seperti ingin memeluk angin tersebut. Kini ia berdiri diatas hamparan bebatuan dipinggir laut sambil merasakan angin yang ia rasakan.

Gadis kecil ini memang sangat menyukai pemandangan laut yang luas tidak salah jika salah satu tempat favoritnya adalah pantai. Ia bisa menghabiskan waktu berjam - jam hanya untuk duduk dipantai.

Kini ia sekarang sedang berdiri dipinggir bebatuan pantai sambil menghayunkan sebelah kakinya yang sudah basah karna desuran ombak pantai sore itu. Ia tak sendiri karna ia ditemani seorang anak laki - laki juga yang setia menemani gadis ini kapan saja ia mau.

Anak lelaki ini sudah setia dari tadi dibelakangnya sambil melihat aktivitas gadis tersebut sesekali ia tersenyum melihat gadis tersebut.

"ayo pulang ini sudah waktunya kita harus pulang"ucap anak lelaki itu sambil berdiri dan gadis ini yang mendengarnya hanya bisa tersenyum dan menghentikan aktivitasnya. Sekarang memang sudah menunjukan waktu pukul 6 sore langit juga mulai berganti gelap mau tak mau mereka memang harus segera pulang.

"kamu begitu menyukai pantai sehingga tak ingat pulang"

"hehehhe maafkan aku"

"next time kita kesana lagi yaa temani aku"ucap gadis ini lagi yang diiringi anggukan dan senyuman dari anak lelaki itu

"sepertinya pantai akan menjadi ingatan paling membekas dalam hidupku sekarang"

"kenapa ?"

"karna dirimu yang selalu mengajakku ketempat ini"

" hahahah harus! Kamu harus menyukainya juga"oceh gadis ini penuh tawa dan senyum yang indah

***

Kini langit malam sudah menunjukan wujudnya dan pria ini baru saja sampai dirumahnya setelah perjalanan jauh yang ia tempuh. Tidak ada yang spesial sesampainya ia dirumah pemandangan dirumah selalu saja begitu sunyi seperti tidak ada kehidupan.

Kini ia telah sampai dikamar tercinta. Ia langsung merapihkan semuanya dan membersihkan badannya yang kotor karna seharian berada diluar. Kini ia membuka handphonenya dan sudah banyak panggilan dan pesan masuk dihpnya siapa lagi kalau bukan kimbum yang sudah memspam dirinya sejak tadi.

Tapi soohyun hanya tersenyum melihat itu ia tau sahabatnya hanya merasa cemas dan khawatir terhadapnya walau sudah tau begitu ia tetap tidak membalas dan kembali memejamkan matanya melupakan semua bebannya hari ini dan mengisi energi untuk hari esok.

***

Sinar matahari sudah menujukan cahaya kini pria dibalik bawah selimut itu sedikit terusik dengan cahaya yang masuk ia lalu melihat jam sudah menunjukan pukul 8 pagi tersadar sudah waktunya bangun ia langsung berjalan menuju kamar mandi dan melanjutkan aktivitasnya.

"sudah mau berangkat tuan"ucap salah satu bibi yang berkerja dirumahnya namun soohyun hanya tersenyum dan mengangguk ucapan bibi tersebut

"tidak sarapan dulu tuan"

"tidak usah bi saya buru - buru"

"baik tuan"

Soohyun langsung menghidupkan mobilnya dan pergi menuju kampusnya. Ia tak lupa menjemput kimbum diapartemenya. Mereka sudah sampai di halaman parkir kampus mereka tanpa berpikir panjang mereka langsung menuju kelas.

Second ChangeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang